piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 26 Agustus 2018 - Hari Minggu Biasa XXI

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Yoh. 6:60-69

Yoh 6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Yoh 6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Yoh 6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Yoh 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
Yoh 6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
Yoh 6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Yoh 6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
Yoh 6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
Yoh 6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Follow me

Sumber : http://stmarkdepere.blogspot.com/2013/05/follow-me.html

Homili:

Apakah Kamu Tidak Mau Pergi Juga?

Jesus braucht keine Fans, sondern Nachfolger - Romo Dr. Fidelis Waton SVD

 

Statistik mencatat bahwa pada tahun 2017 di Jerman terdapat 660 000 orang yang meninggalkan gereja (katolik dan evangelis). Ada begitu banyak alasan mengapa orang meninggalkan gereja, di antaranya: Pertama, pajak gereja. Ada yang merasa berat untuk menerima potongan buat pajak gereja dari penghasilan mereka. Kedua, protes terhadap sikap-sikap pimpinan gereja yang otoriter, para imam yang tidak bermoral atau ajaran gereja yang terlalu kaku dan konservatif. Pelbagai kasus yang ada dalam gereja mengakibatkan orang kehilangan kepercayaan terhadap gereja atau orang keluar dari gereja sebagai aksi protes. Alasan yang lain yang tak kalah pentingnya bahkan lazimnya menjadi alasan utama adalah orang sudah sekian lama menjaraki diri dari agama dan Tuhan. Orang telah sanggup menjamin hidupnya sendiri dengan konsekuensi bahwa agama dan Tuhan tidak dibutuhkan lagi. Tentu saja hal ini juga berkaitan dengan praksis iman dan tata ibadah kita.

Di balik semuanya itu, sikap demikian sebagai pengejawantahan kebebasan manusia, kebebesan anak-anak Tuhan. Tuhan menciptakan manusia sebagai anak-anak-Nya yang bebas dan kebebasan itu bisa diwujudnyatakan dengan meninggalkan kepercayaan kepada Tuhan atau keluar dari gereja; tentu saja perlu digarisbawahi di sini bahwa keluar dari gereja belum tentu berarti kehilangan iman kepada Tuhan.

Jika orang beramai-ramai meninggalkan gereja, maka pertanyaan Yesus yang menantang para murid-Nya dalam injil Minggu ini dialamatkan juga kepada setiap kita: Apakah kamu tidak mau pergi juga? Mengapa saya tetap berada dalam gereja di tengah gelombang orang yang keluar dari gereja? Di tengah massa yang tidak lagi percaya kepada Tuhan, mengapa saya masih tetap percaya kepada Tuhan? Apa motivasi yang membuat saya tetap bertahan dalam gereja atau iman kepada Tuhan? Apakah saya tidak pernah tergoda untuk turut berenang dalam arus massa tersebut? Jika saya memutuskan untuk tetap berada dalam gereja dan percaya kepada Tuhan, apa peran Tuhan, agama atau gereja dalam hidup saya?

Saya mengundang setiap kita untuk merefleksi diri dengan pelbagai pertanyaan penuntun di atas. Saya tidak mau menghadirkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyan di atas. Pertanyaan Yesus kepada para murid menantang kita untuk kembali melihat motivasi iman kita dan merenungkan peran Tuhan dalam hidup kita.

Yesus bukanlah pribadi yang membutuhkan pengagum atau penggemar atau fans, melainkan pengikut. Pengikut tentu berbeda dengan fans. Yesus tidak mencari penggemar atau fans, melainkan pengikut. Yesus tidak membutuhkan pengagum yang lazimnya kita kenal dalam dunia perfilman atau sepak bola. Yesus membutuhkan pengikut yang setia kepada-Nya dalam suka dan duka, dalam sukses dan gagal, ketika gereja Yesus saleh dan salah, suci dan berdosa. Yesus membutuhkan pengikut yang hidup menurut ajaran dan contoh hidup-Nya, yang menghadirkan Yesus saat ini lewat cara pandang dan gaya hidupnya. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo fidelis.jpg
Romo Dr. Fidelis Waton SVD, lahir di Wailolong/Flores, Alumnus Humboldt Universitaet zu Berlin, Pamong Rohani KMKI dan Pengajar Filsafat di Philosophisch-Theologische Hochschule SVD Sankt Augustin.