piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 27 Mei 2018 - HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mat. 28:16-20

Mat 28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Mat 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Mat 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Tritunggal Maha Kudus

Sumber : http://www.vanebros.com/symbol-for-the-holy-trinity/

Homili:

Allah Tritunggal: Panggilan Kesatuan.

Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. - Mat 28:17

 

Saudara-saudariku,

Hari ini kita merayakan iman kita akan Tritunggal Maha Kudus. Ada banyak penjelasan Teologis mengenai Allah Tritunggal: Satu Allah Tiga Pribadi. Saya tidak akan menambah penjelasan Teologis itu. Dalam permenungan kali ini, saya mengajak teman-teman sekalian untuk berfokus pada implikasi praktis iman kita ini.

Kita mulai dengan pernyataan Injil Matius 28: 17 mengenai beberapa orang yang ragu-ragu ketika orang-orang lainnya menyembah Yesus, padahal mereka adalah murid-murid Yesus juga. Entah apa alasan mereka, nyatanya mereka memiliki keraguan. Demikian juga kita. Apa pun alasan yang ada pada kita, kita pernah mengalami keraguan iman, atau bahkan sekarang pun masih. Anehnya, Yesus tidak mempermasalahkan keraguan mereka. Yesus mengerti dan menerima keraguan mereka. Tidak ada hukuman ataupun cela. Sebaliknya, mereka, para murid itu, malah diutus untuk mewartakan kabar gembira. Ia menunjukkan bahwa dirinya tetap sederhana setelah kebangkitanNya, tidak se-heboh dan spektakuler seperti yang dibayangkan para muridNya. Yesus bahkan hanya" menjanjikan penyertaanNya sampai akhir jaman, bukan menjadikan mereka kelompok "super power. Karenanya Ia mengerti mengapa beberapa muridnya ragu.

Tuhan Yesus mengajak para muridNya mengingat kembali kebijaksanaanNya. Kalau pun ragu, jalan saja, sesuai dengan yang diajarankanNya. Rupanya Yesus mengerti bahwa tak seorang pun bebas dari keraguan, apalagi keraguan iman, utamanya di jaman ini. Ada yang sempat dan berani mengungkapkannya, ada pula yang menyimpan dalam hatinya. Tak masalah, lakukan saja ajaran Yesus, be faithful! Keraguan sering bahkan diperlukan agar seseorang tidak menjadi fanatik dan fundamentalis. Keraguan bahkan menjadi alasan dan jalan untuk berdialog dengan Tuhan sendiri. Kalau kita memiliki iman yang mantap, bersyukurlah. Dalam keraguan atau tidak, (ayat 19-20):

Jadikan semua bangsa murid Tuhan, baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus", "Ajarlah mereka untuk melakukan apa yang telah Tuhan perintahkan kepada kita

Pada awalnya, jaman Yohanes Pembaptis, baptisan bukanlah sebuah upacara untuk memasukkan seseorang ke dalam kelompok tertentu seperti yang kita kenal sekarang. Baptisan adalah penandaan bahwa seseorang berada di jalan Allah. Oleh karena itu kita yang sudah dibaptis adalah orang yang sudah ditandai. Hendaklah kita berusaha memelihara bahwa kita berada di jalan Allah (Bapa), yakni dengan melakukan apa yang diajarkan oleh Sang Putera Yesus Kristus dan dipelihara oleh Roh Kudus. Nah, menjadikan semua bangsa murid Tuhan, artinya adalah memperlakukan mereka sebagai para murid Tuhan juga, sebagai orang-orang yang berada di jalan Tuhan. Ini tidak mudah karena pada jaman ini kita sudah dicekoki dengan kecurigaan terhadap berbagai kelompok lain atau sebaliknya, kita dicurigai oleh kelompok lainnya. Tritunggal sendiri adalah tiga pribadi yang berbeda namun mereka adalah satu kesatuan. Bagaimana kalau kesatuan ini juga kita jadikan gerak manusiawi kita, bahwa setiap orang ditarik kepada kesatuan, dengan Allah dan dengan sesamanya?

Perayaan Tritunggal Maha Kudus ini adalah panggilan untuk menyatukan diri dengan Allah dan sesama, bukan membentengi diri demi Allah dengan menyisihkan sesama. Semoga kita senantiasa dikuatkan dengan rahmat Allah Tritunggal. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).