BROT

Bimbingan Rohani Online

BROT Minggu, 2 Juni 2019 - Hari Minggu Paskah VII, Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Blog Single
 

Bacaan Injil : 

Yoh 17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 
Yoh 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 
Yoh 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 
Yoh 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 
Yoh 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 
Yoh 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 
Yoh 17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

 

Homili : Komunikasi yang Menyatukan

 

"Dalam berkomunikasi yang baik, pastikan bahwa pesan yang kita sampaikan akan membawa kebaikan pada orang yang kita tuju."

 

Teman-teman yang terkasih,

Setelah absen dalam beberapa waktu, senang rasanya saya bisa menulis kembali dalam kolom ini. Hari ini adalah hari Minggu Komunikasi se-dunia ke 53. Apakah komunikasi itu sehingga sangat penting untuk diangkat dalam tema gereja? Tentu saya tidak akan membahas tentang teori komunikasi. Saya hanya ingin mengangkat dalam kesadara kita betapa pentingnya komunikasi itu.

Dalam komunikasi tentu ada pengirim dan penerima berita atau pesan, ada dialog. Kalau hanya satu arah itu bukan komunikasi atau komunikasi menjadi macet. Pesan yang intens dalam berkomunikasi akan membentuk komunitas. Ada komunikasi yang solid, ada pula yang cair, tergantung dari seberapa penting komunikasi ini bagi kehidupan anggota komunitas tersebut. 

Semakin penting arti komunitas bagi para anggotanya maka komunikasi akan sangat intens. Jika dalam satu komunitas tidak terjadi komunikasi, ada kemungkinan para anggota komunitas itu sedang musuhan atau komunitas sudah tidak dibutuhkan oleh para anggotanya. 

Mungkin anda punya banyak WA grup namun tak pernah aktif menulis di grup itu. Anda mungkin lebih senang membaca saja komentar yang lucu tanpa pernah memberi komentar apapun. Atau, lebih parah lagi, anda punya grup tetapi tak pernah membaca pesan sedikitpun. Bisa dipastikan bahwa grup itu tidak terlalu penting bagi anda tetapi tidak enak untuk left group. WA grup dalam artian tertentu dapat dikatakan komunitas tetapi seringkali WA grup hanyalah sebagai kelompok yang cair. 

Yesus sangat memandang penting komunikasi maka Ia sering mengajak dialog dengan para murid-Nya. Sarana yang paling sering digunakan oleh Yesus untuk memulai dialog adalah perjamuan atau makan bersama. Dalam Injil Minggu ini juga ditampilkan Yesus yang sedang berdialog dengan Bapa-Nya dihadapan para murid dalam sebuah perjamuan. Maka dalam Injil ini terlihat adanya komunikasi dengan Tuhan dan dengan sesama demi kebaikan manusia.

Komunitas kemudian terbentuk melalui komunkasi dan para anggotanya terikat secara moral untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pemimpin komunitas. Komunitas seringkali memiliki ciri yang khas dalam berkomunikasi. Dalam lingkungan pegawai harian Kompas, mereka memanggil satu dengan yang lain dengan sebutan mas atau mbak. Panggilan ‘pak’ hanya ditujukan kepada pimpinan tertinggi. Cara berkomunikasi ini hendak menunjukkan adanya persaudaraan yang mendalam di komunitas tersebut.

Cara kita berkomunikasi akan memperlihatkan siapakah diri kita ini. Yesus mengungkapkan hal itu sebagai berikut:’…agar dunia tahu bahwa Engkaul yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi mereka’. Kalau kita mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi cara berkomunikasi dengan orang lain penuh kebencian, bagaimana mungkin dunia percaya kalau Yesus adalah utusan Bapa yang telah menyelamatkan kita semua dengan kasih-Nya. 

Tujuan dari komunikasi juga terungkap dari doa yang disampaikan Yesus yaitu agar kita bersatu. Dalam doa Yesus berkata,”… supaya mereka semua menjadi satu.” Jadi tujuan komunikasi adalah persatuan. Komunikasi menghubungkan dua pihak atau beberapa pihak dan setelah ada komunikasi yang intens maka terbentuklah komunitas. Komunitas menjadi sarana untuk menyatukan berbagai macam pihak.

Bagaimanakah komunikasi yang baik? Tidak semua komunikasi menghasilkan komunitas bahkan ada komunikasi yang membuat perselisihan. Maka perlu dijaga cara kita bertindak termasuk dalam hal berkomunikasi. Dalam berkomunikasi yang baik, pastikan bahwa pesan yang kita sampaikan akan membawa kebaikan pada orang yang kita tuju. Hal itu akan menunjukkan siapa kita, yaitu pembawa damai. Amin.

 

Profil Penulis : 

Antonius Padua Danang Bramasti SJ
Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.
Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.