piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 16 April 207 (HARI RAYA KEBANGKITAN TUHAN)

brot logo v1

Bacaan Injil: Yoh. 20:1-9

Yoh 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yoh 20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh 20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh 20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Yoh 20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Yoh 20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
Yoh 20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Yoh 2:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Yoh 20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Sumber: http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Egg

Sumber : https://www.pexels.com/photo/easter-eggs-on-brown-woven-basket-57791/

Renungan:

Alkisah dalam legenda Yahudi yang ditulis oleh penulis Elie Wiesel dikisahkan: Ketika terjadi mala petaka di kalangan orang-orang Yahudi, pergilah Rabbi Baalschemtow ke tengah hutan. Di suatu tempat dinyalakannya api suci dan dipanjatkan doa permohonan. Dan terjadilah mukjizat pertolongan Tuhan. Selamatlah jemaatnya. Ketika sang Rabbi telah tiada, dan terjadi lagi malapetaka, pergilah muridnya, Maggid dari Mesritsch, ke tempat yang sama dimana gurunya dulu memanjatkan doanya. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya menyalakan api suci itu. Tetapi katanya: „aku tidak tahu bagaimana menyalakan apinya, tetapi aku tahu bagaimana urutan doanya“. Maka berdoalah dia. Dan terjadi pertolongan Tuhan juga.

Di lain masa, terjadi kembali malapetaka, dan sekarang pergilah Rabbi Mosche-Leib dari Sasow. Dia tidak tahu bagaimana menyalakan apinya, juga tidak tahu urutan doanya. Dia hanya berdoa: „Allah semesta alam, aku tidak tahu bagaimana menyalakan api, aku juga tidak tahu bagaimana isi doanya. Tapi aku percaya di tempat ini aku bisa memohon pertolonganMu“.Dan terjadilah juga pertolongan Tuhan itu. Dan berikutnya pada masa Rabbi dari Rizin, dia tidak tahu bagaimana menyalakan api suci itu, tidak tahu lagi isi doanya, tidak bisa lagi pula menemukan lokasi di tengah hutan yang didatangi rabbi-rabbi sebelumnya. Dia lalu hanya mengajak seluruh jemaatnya untuk mengenang kisah-kisah rabbi-rabbi itu dan percaya akan pertolongan Tuhan, dan terjadilah pertolongan itu.

Teman-teman, saudari-saudaraku, kisah kebangkitan Yesus ini sekarang memang sudah begitu jauh kejadiannya dari masa kita. Di antara kita mungkin sudah muncul pertanyaan apa pula yang bisa kita petik dari kisah kebangkitan ini? Apa artinya bangkit? Apa artinya hidup kekal?

Maksud kisah ini selalu diceritakan dan dirayakan adalah supaya kita percaya bahwa Tuhan kita hidup. Tuhan kita nyata. Tuhan kita ada sepanjang masa. Percaya tidak harus mengerti bagaimana itu semua terjadi. Seperti para murid, sampai pada hari mereka menyaksikan kubur kosong itu sekali pun, mereka belum bisa mengerti apa yang terjadi, tetapi mereka percaya. Itulah kekuatan kisah Paskah ini.

Kita diajak mendengarkan, mempercayai dan menceritakan kembali, dan selalu mengulang prosesnya dari awal tahun demi tahun. Karena ketika kita membuka hati dengan sungguh-sungguh, tahun demi tahun, berita kebangkitan ini akan membawa perubahan dalam hidup kita, apalagi kalo kita juga aktif menceritakannya. Semakin aktif kita mewartakannya, semakin terbuka tabir-tabir pesan tersirat dari pesan paskah ini: yang intinya menunjukkan pada kita bahwa pertolongan Tuhan itu nyata!

Selamat paskah, selamat me-recycle hidup iman kita. Amin.

Salam,

Profil Penulis

romo_bimo.jpg
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang.. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Mulai September 2013 magang di Paroki Leiden Christi, Obermenzing, München. Kemudian September 2014 melayani di Paroki para Malaikat Kudus (Pfarrei zu den Heiligen Engeln) dan Paroki St. Bernhard, Obergiesing, München. Sekarang tinggal di Dietramszell, Bayern, Jerman, melayani grup paroki Dietramszell, Königsdorf dan Beuerberg.