piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu 14 Februari 2016 - Hari Minggu Prapaskah I

 

 

brot logo v1

 

Bacaan Injil: Luk. 4:1 - 13

[1]Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
[2]Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
[3]Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
[4]Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
[5]Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
[6]Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
[7]Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
[8]Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
[9]Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah,
[10]sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
[11]dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
[12]Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
[13]Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

 

MAWAR MERAH UNTUK TUHAN

Lihat warna merah itu
Meresap erat pada sekuntum mawar
Merah itu bukan marah
Merahnya mawar adalah merah cinta
Yang memancar dalam seluruh hidupnya
Tak ada yang menjadi percuma
Satu kelopakpun sudah berarti
Cinta selalu punya makna
Dalam serpihannya sekalipun
Tak pernah sia-sia
Dan kuraih bunga itu
Mawar merah cinta
Kini dalam genggamanku
Dan langit biru indah di atasku
Dan aku menjerit keras:
Ku kejar sebuah makna
Agar cinta tak sia-sia
Ku lempar mawar itu
Melesat di langit biru
Tuhan ini untuk-Mu

Yogyakarta, 13 Januari 2013

bertanyalah-dan-berkembanglah

Sumber : Danang Bramasti, SJ, Red Yellow Rose, pencil color on paper, A4

Teman-teman terkasih,
Hari Minggu ini juga adalah hari Valentine. Kata orang ini adalah hari kasih sayang. Adakah diantara kalian yang merasa tidak berguna? Tidak dicintai? Puisi ini mau mengatakan bahwa semua dari kita itu berguna dan dicintai. Lihatlah mawar merah itu, semua bagian dari padanya sangat berguna. Warnanya, keharumannya, bahkan serpihannya saja juga berguna. Cinta selalu punya makna. Bagaimana supaya dapat bermakna? Serahkan saja seluruh hidup kita ini pada Tuhan. Lemparkan saja mawar, seindah apapun, kepada Tuhan. Jangan takut akan kehilangan mawar itu karena ia akan kembali kepada kita tetap dalam keindahannya.


Bagaimana kita dapat berseru dengan mantap dan melemparkan semuanya kepada Tuhan?

Rasul Paulus mengatakan, barang siapa yang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan. Apakah yang kita serukan kepada Tuhan? Seruan kepada Tuhan dapat berupa syukur, permohonan, ataupun persembahan diri. Untuk dapat berseru kepada Tuhan, kita perlu terlebih dahulu mempersiapkan diri agar kita tahu persis apa yang akan kita serukan dan bagaimana kita menyerukannya. Jangan sampai kita terjebak, seolah menyerukan suara Tuhan padahal hanya suara kita sendiri. Dan yang lebih parah adalah ternyata kita hanya menyuarakan suara iblis.

Bacaan Injil memperlihatkan bagaimana Yesus mempersiapkan diri untuk melaksanakan karya keselamatan Allah. Yesus berpuasa selama 40 hari di padang gurun dan mengalami cobaan dari iblis. Ia berhasil menaklukan godaan itu yang sebenarnya adalah memperlihatkan kepada kita bagaimana cara kita dapat mengatasi cobaan. Setelah itu Ia mulai berkarya.

Yesus mengajari kita cara mengatasi cobaan dengan bersandar pada sabda Tuhan melebihi harta (roti). Barang siapa yang menyuarakan suara Tuhan hanya supaya dapat roti, ia akan gagal dan hancur. Roti itu penting agar kita dapat hidup tetapi hidup ini tidak hanya untuk roti melainkan roti untuk hidup.

Ia juga mengajari kita cara mengatasi cobaan kesombongan. Barang siapa yang menyuarakan suara Tuhan hanya untuk mencari nama baiknya maka ia akan gagal dan hancur. Nama baik itu penting agar kita memiliki wibawa untuk berkarya namun demikian janganlah kita mencari nama seolah kita yang paling hebat.

Ia juga mengajari kita mengatasi segala keraguan terhadap Tuhan. Jangan meragukan Tuhan maka janganlah mencobai Tuhan. Ragu-ragu itu penting agar kita membuat perhitungan yang baik sebelum bertindak. Namun jatuh dalam keraguan akan menghancurkan kita karena lalu kita tidak berani bertindak. Walaupun kita yakin bahwa Tuhan pasti akan menolong tetapi janganlah kita mengabaikan upaya kita sendiri.

Apa yang perlu dilakukan agar kita dapat mengatasi semua cobaan itu? Pada awal Injil dikatakan: Yesus yang penuh dengan Roh Kudus... Atau dapat dikatakan: Yesus yang penuh kasih karena Roh Kudus adalah Roh Kasih Allah. Tanpa kasih kepada manusia, Yesus tak akan sanggup menjalani itu semua. Bahkan dapat dikatakan, tanpa kasih kita tak akan dapat hidup. Dalam peristiwa di padang gurun itu, Yesus mengajarkan kita untuk melakukan segala hal dalam kasih dan cobaan seberat apapun akan terlampaui.

Teman-teman yang terkasih,
Tak ada yang sia-sia jika kita menjalani dengan penuh cinta. Cinta selalu punya makna sekecil apapun. Semoga kita dapat memaknai cinta yang diberikan Tuhan kepada kita. Amin.

Profil Penulis

antonius
Antonius Padua Danang Bramasti SJ ; Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta. ; Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.