piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu 20 Desember 2015 - Hari Minggu Adven IV

 

brot logo v1

 

Bacaan Injil: Luk. 1:39 - 45

[39]Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
[40]Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
[41]Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
[42]lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
[43]Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
[44]Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
[45]Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

bertanyalah-dan-berkembanglah

Sumber : http://www.zenworkplace.com/wp-content/uploads/2012/09/happiness.jpg

Homili:

BERSUKACITA KARENA ALLAH

Tanda-tanda sukacita adalah ketika kita mampu
mengatasi segala rintangan baik rohani maupun jasmani.
Sukacita pada akhirnya adalah tanda kedekatan seseorang dengan Tuhan.
Danang Brasmato, SJ


Teman-teman yang terkasih,
Apakah anda sekarang ini bahagia? Pertanyaan yang mungkin sulit untuk dijawab namun bacaan-bacaan untuk minggu ini semoga dapat meningkatkan kebahagiaan kita. Apa yang membuat orang bahagia? Banyak hal yang dapat membuat orang bahagia. Sepenggal berita saja dapat membuat kehidupan seseorang berubah dari kemuraman menjadi keceriaan, dari keputus-asaan menjadi penuh harapan.

Bacaan pertama pada minggu ini adalah nubuat nabi Mikha yang memberi kabar bahwa dari Betlehem yang kecil itu akan hadir seorang yang akan membawa damai dan sejahtera (Mi 5:2-5a). Berita ini tentu akan membawa kebahagiaan bagi mereka yang tinggal di Betlehem, yang merasa kecil dan tidak berguna. Namun demikian, persoalannya sering kali bukan soal berita tetapi bagaimana kita menangkap berita itu.

Bagaimana rasanya ketika anda menerima berita bahwa anda diterima kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jerman? Sebuah berita singkat yang mungkin akan merubah hidupmu. Tentu ada yang senang sekali, namun ada juga yang mungkin biasa-biasa saja. Ada yang merasa kaget, bingung, atau bahkan juga takut. Ada yang mungkin diskusi dengan teman-temannya untuk menanggapi berita itu. Segala perasaan itu mungkin dikumpulkan menjadi satu tekad yaitu: saya harus bisa! Atau juga: saya akan maju terus!

Dalam bacaan Injil, kita mendengar bagaimana Bunda Maria mengunjungi saudaranya, Elisabet yang terlebih dahulu hamil. Mari kita kilas balik sejenak untuk melihat bagaimana ketika Bunda Maria menerima kabar bahwa ia hamil. Sulit dibayangkan bahwa Bunda Maria seketika itu juga bahagia dan bersuka cita. Ia mungkin kaget, bingung, dan takut mengingat ia belum bersuami. Hukuman untuk hamil diluar nikah pada saat itu adalah dirajam sampai mati. Keyakinannya bahwa ini adalah kehendak Tuhan, menuntunnya untuk menjalaninya dengan penuh suka cita.

Namun demikian, nampaknya ia butuh teman untuk bicara mengenai keadaannya dan ia kemudian menemui Elisabet yang juga mengandung dengan cara gaib. Bunda Maria sungguh ingin berjumpa dengan Elisabet maka walaupun ia sedang hamil muda, ia pergi mengunjungi Elisabet dengn menempuh perjalanan sekitar 100 km lebih. Ia mungkin jalan kaki atau naik gerobak dengan roda kayu yang keras, melintasi pegunungan yang berbatu-batu. Ia punya tekad yang kuat untuk bertemu dengan Elisabet untuk berbagi rasa.

Bunda Maria dan Elisabet kemudian bertemu. Ini mungkin sebuah fenomena yang aneh tetapi juga menakjubkan. Elisabet yang sudah tua itu (diperkirakan usia 60-70) berjumpa dengan Bunda Maria yang mungkin berusia 14-15 tahun dan keduanya hamil. Elisabet yang sudah mati haid toh hamil juga sementara Bunda Maria yang belum bersuami juga hamil. Butuh kekuatan iman yang luar biasa untuk memahamai situasi ini. Dalam perjumpaan itu mereka saling menyapa, meneguhkan, dan membahagiakan. Demikian bahagianya, sehingga Elisabet menyapa Bunda Maria dengan berseru: ..terpujilah engkau diantara wanita dan terujilah buah tubuhmu.. sebuah seruan yang kemudian menjadi syair doa yang paling dicintai oleh umat Katolik yaitu: Salam Maria.

Teman-teman yang terkasih,
Peristiwa itu memperlihatkan bagaimana rencana keselamatan Allah melibatkan peran serta umat manusia yang dimulai dari Bunda Maria. Sungguh mengherankan bahwa Tuhan mengandalkan seorang remaja (bisa dibilang ABG) untuk melaksanakan karya keselamatan Allah. Dan hal yang menakjubkan adalah bahwa remaja itu, yang bernama Maria, sungguh dapat diandalkan. Tak kalah mengherankan, Allah juga mengandalkan wanita uzur, Elisabet, untuk mendampingi Bunda Maria. Keduanya melahirkan laki-laki yang paling dikenang sejarah yaitu Yesus dan Yohanes Pembaptis. Allah melaksanakan karya keselamatan dengan bekerja sama dengan manusia, tua mapupun muda. Teman-teman juga diajak untuk ikut serta dalam kerja sama ini. Kita semua diajak untuk ikut serta dalam karya keselamatan ini.

Rencana keselamatan Tuhan adalah mengajak manusia untuk bersatu dengan Tuhan sendiri, itulah keselamatan. Tanda-tanda yang jelas dari orang yang ikut dalam karya ini adalah suka cita. Karya keselamatan ini dapat dilaksanakan lewat berbagai macam hal. Mungkin teman-teman dapat ingat saat- saat suka cita itu. Saat berhasil mengerjakan ujian dengan baik, saat lulus SMA, saat diterima kuliah di Jerman, saat, perlahan tetapi pasti, belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik, dan sebagainya. Ingat-ingatlah masa suka cita itu, karena itu menjadi tanda kerja sama dengan Allah. Mungkin awalnya tidak mudah, seperti yang dialami oleh Bunda Maria dan Elisabet yang mengalami kebingungan dan takut, tetapi keyakinan akan penyertaan Allah akan membuahkan suka cita yang luar biasa.

Tanda-tanda suka cita bukan berarti kita selalu bersenang-senang. Tanda-tanda suka cita adalah ketika kita mampu mengatasi segala rintangan, sakit hati, iri, dan dendam. Tanda-tanda suka cita adalah ketika kita mampu mengatasi segala rintangan baik rohani maupun jasmani. Suka cita pada akhirnya adalah tanda kedekatan seseorang dengan Tuhan. Kita semua adalah orang yang sebenarnya layak untuk bersuka cita karena Tuhan selalu ingin dekat dengan kita manusia, siapapun itu tanpa memandang latar belakang kita.

Teman-teman yang terkasih,
Marilah kita bersuka cita karena Tuhan telah datang, hadir di tengah-tengah kita, memberi jalan bagi kita semua untuk mencapai keselamatan. Tak ada kata menyerah, apa lagi putus asa bagi kita yang percaya pada Tuhan. Bunda Maria dan Elisabet telah memperlihatkan bagaimana situasi yang demikian sulit pada akhirnya membawa pada kebahagiaan. Amin.

Profil Penulis

antonius
Antonius Padua Danang Bramasti SJ ; Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta. ; Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.