piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu, 14 Juni 2015 - Hari Minggu Biasa XI Tahun B

 

brot logo v1

Bacaan Injil: Mrk. 4: 26 - 34

[26] Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, [27] lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. [28] Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. [29] Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." [30] Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? [31] Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. [32] Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." [33] Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, [34] dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

benih-tumbuh

Sumber : http://foundationofgodlove.blogspot.de/2012/08/renungan-perumpamaan-benis-yang-tumbuh.html


MISTERI KERAJAAN ALLAH
Gereja ada di dunia ini untuk mewartakan Kerajaan Allah. Mewartakan Kerajaan Allah merupakan misi Gereja yang abadi. Dalam Injil Minggu ini disampaikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Apa arti Kerajaan Allah? Injil tidak memberi definisi tentang Kerajaan Allah. Injil hanya menyampaikan gambaran seperti apa Kerajaan Allah itu.

Kerajaan Allah bukan mengenai wilayah kekuasaan seperti yang kita kenal dalam sejarah bangsa-bangsa. Kerajaan Allah menyangkut warta tentang kekuasaan, kemuliaan dan pemeliharaan Tuhan atas manusia dan dunia ini. Karena itu, Kerjaan Allah hanya bisa digambarkan. Jadi, seperti apakah Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah itu seperti tanaman yang tumbuh tanpa disadari seluruhnya oleh si penanam. Artinya, kekuasaan dan kekuatan Allah bekerja sering sukar dipahami secara keseluruhan oleh orang beriman. Perkembangan dan pertumbuhan Kerajaan Allah tidak bergantung pada usaha manusia; Kerajaan Allah hanya membutuhkan penerimaan dan kerja sama yang suka rela dari manusia agar kekuatan dan kekuasaan Allah itu dapat dialami secara nyata.

Kerajaan Allah juga digambarkan seperti biji sesawi yang kecil, tetapi akan menjadi besar dan menjadi tempat burung-burung bersarang. Seperti benih membutuhkan tanah yang bagus, perkembangan Kerajaan Allah dalam diri orang beriman membutuhkan sikap, hati dan pikiran yang baik untuk menerimanya. Kerajaan Allah kecil seperti biji sesawi lalu tumbuh menjadi besar menggambarkan kekuatan Kerajaan Allah yang tak terduga-duga sehingga setiap orang dari segala bangsa bernaung di bawahnya.

Jadi, kedua perumpamaan dalam Injil Minggu ini menggambarkan Kerajaan Allah yaitu warta tentang kekuasaan, kekuataan dan kebaikan Tuhan yang bekerja secara misteri dan tak terduga-duga sehingga sering tak dapat dipahami secara keseluruhan. Sikap terbaik menghadapi warta Injil ini adalah membiarkan batin dipenuhi oleh misteri kekuasaan dan kebijaksanaan Tuhan, sehingga dalam keadaan apapun percaya pada misteri kekuasaan dan kebijaksanaan Tuhan tersebut. Inilah yang disebut bernaung di bahwa pohon Kerajaan Allah seperti burung-burung bersarang pada pohon biji sesawi.

Sikap beriman menghadapi warta Kerajaan Allah seperti di atas dijalani oleh rasul Paulus dalam bacaan kedua. Dalam keadaan sulit, rasul Paulus tetap tabah dan percaya pada kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. Sebab ia percaya bahwa kekuasaan Allah bekerja tanpa dapat disadari seluruhnya. Maka sikap terbaik menurut rasul Paulus adalah membiarkan batinnya dipenuhi misteri kebijaksaan Allah itu dan berpegang erat pada misteri itu sampai menghadap takhta pengadilan Kristus. Iman macam inilah yang memberi kekuatan, pengharapan dan ketabahan dalam menghadapi kenyataan hidup yang seringkali tak terduga-duga.

Profil Penulis

romo_aloy
Pastur Aloysius Angus. Imam Keuskupan Pangkalpinang, Bangka, Indonesia; sehari-hari bekerja sebagai pengajar di Seminari Mario John Boen Pangkalpinang

 

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.