piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu 6 Desember 2015 - Hari Minggu Adven II

 

 

brot logo v1

Bacaan Injil: Luk. 3: 1- 6

[1]Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, [2]pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. [3]Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,[4]seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.[5]Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,[6]dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

siap

Sumber : http://blog.allstate.com/wp-content/uploads/2012/12/AreYouReady_000013893201_dny59-680x452.jpg

Homili:

Dear all, Kali ini saya tidak akan menyampaikan renungan berdasarkan bacaan khusus hari Minggu yang lalu (6 Desember 2015). Saya ingin memfokuskan permenungan ini dalam konteks masa Advent yang sedang kita jalani.

Selama masa Advent kita diajak untuk bersukacita dan sekaligus menyiapkan diri agar layak menyambut kedatangan Tuhan. Kepada kita diajarkan untuk bersiap diri dengan sungguh agar pada saatnya kita tidak kecewa karena menemukan diri tidak siap menerima kehadiranNya. “Bertobatlah…Persiapkan jalan bagi Tuhan… Luruskanlah jalan bagiNya… Dan semua orang akan melihat keselamatan…” (Dari bacaan Injil hari ini saja kita bisa menemukan seruan-seruan itu). Kesiapan kita menjadi alasan untuk menyambut Tuhan dengan sukacita.

Menjadi pertanyaan bagi kita semua yang masih mau merayakan Natal dengan sungguh: “Apakah kita siap?” Paus Fransiskus menegaskan bahwa sekarang ini perayaan Natal hanyalah sandiwara. Sebuah pernyataan yang keras! Beliau sebut sebagai sandiwara karena orang merayakan Natal namun masih memelihara kebencian, perang, terror terhadap sesama. Natal, pesta kehadiran Tuhan, yang mestinya berwarna sukacita, damai, serta kasih menjadi sebuah perayaan pura-pura.

Besok, tanggal 8 Desember 2015, Pesta Santa Maria dikandung tanpa noda, Paus Fransiskus akan memimpin perayaan Ekaristi membuka tahun Yubileum Belaskasih (Giubileo Misericordia) di halaman Basilica Santo Petrus, Vatican. Beliau mengajak seluruh umat beriman agak memiliki belas kasih seperti Bapa Surgawi. Peristiwa besar ini tentu saja mewarnai juga masa Advent yang sedang kita jalani. Kalau saja kita memiliki “Belas kasih” itu sebagai tema besar dalam hidup kita… Namun nyatanya kita sering lupa dan sesat, lebih suka dan menikmati kekejaman, balas dendam, iri hati, dan cemburu daripada berbelaskasih. Mungkin kesesatan kita tidak besar namun tanpa sadar kita sudah memeliharanya bertahun-tahun hingga mengental.

Ada kisah seorang kakek yang bercerita kepada cucunya mengenai dua serigala dalam diri manusia. Mungkin Anda pernah mendengarnya. Kakek itu mengatakan bahwa dalam dirinya, dan juga setiap manusia, ada dua serigala yang selalu bertarung. Serigala baik melawan serigala jahat. Serigala baik akan mendorong manusia untuk melakukan kebaikan, pertumbuhan untuk sesama. Serigala jahat mempengaruhi manusia untuk melakukan yang jahat, mementingkan diri semata. Mendengar itu, sang cucu bertanya, “Tahukah kakek, serigala mana yang menang dalam pertarungan itu?” Kakek itu menjawab, “Ya, yaitu yang lebih sering saya beri makan.”

Jawaban kakek itu menarik. Mungkin kita juga mengalaminya. Dalam setiap langkah hidup kita, pertarungan itu ada. Dua pengaruh itu selalu berlawanan mendesak kita untuk mengambil langkah tertentu dalam hidup kita. “Yang manakah yang akan kita beri makan?”

Selamat menyiapkan sukacita sejati bersama Tuhan

Salam,

YB Rosaryanto O.S.C.
Via del Velabro 19
00186 Roma

Profil Penulis

pastur_rosa
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).

 

 

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.