piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu, 21 Februari 2016 - Hari Minggu Prapaskah II

 

 

 

brot logo v1

 

Bacaan Injil: Luk. 9: 28b - 36

 

[28b]Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
[29]Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
[30]Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
[31]Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
[32]Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
[33]Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
[34]Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
[35]Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
[36]Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid- murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

 

bb

Sumber : http://www.endtime.com/wp-content/uploads/Bible.jpg

Homili:


Kitab Suci bukanlah jurnal harian. Kitab suci adalah buku pewartaan iman. Maka ketika suatu peristiwa ditampilkan dalam Kitab Suci, tentu ada sudah ada proses pemilihan, pertimbangan dan ada pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Kisah penampakan kemuliaan Yesus di gunung Tabor ini juga tentu mempunyai maksud tertentu. What kind of message yang mau diangkat di sini? Penulis Injil Lukas tentu belum mengenal budaya medsos anak-anak zaman sekarang yang sebentar-sebentar narsis, update status atau sekedar pengin eksis. Penampakan kemuliaan Yesus mempunyai pesan yang lebih dalam dari sekedar show off bahwa Yesus itu bener-bener Anak Allah.

Ada tiga titik permenungan yang bisa kita perhatikan dalam Injil hari ini.

Pertama, Penampakan kemuliaan Yesus. Di dalam penampakan Yesus terjadi pengungkapan maksud perjalanan Yesus ke dunia yang harus digenapiNya di Yerusalem. Kedua, Yesus tetap mengajak para murid turun gunung. Meninggalkan bahkan „menyimpan“ pengalaman kemuliaan tersebut. Ketiga, seruan dari surga „Inilah AnakKu yg kukasihi. Dengarkanlah Dia“.

Tiga pesan itu mengarahkan kita di masa puasa prapaska ini, bahwa perjuangan dan mati raga kita di dunia ini mengarah pada pengharapan memperoleh mahkota kemuliaan. Kemuliaan itu merupakan buah perjuangan konkret kita dalam hidup sehari-hari. Tuhan tidak hendak memanjakan kita dengan fasilitas all in melainkan menjanjikan penyertaan dalam proses belajar kita menemukan jalan keselamatanNya. Jalan keselamatan dan penyertaan Allah itu akan kita temukan dan kita alami dengan cara mendengarkan Yesus Kristus, sang Anak Allah. Dengan mendengar sabda-sabdaNya, dengan mendengarkan masukan-masukan positif dari pengajar iman yang terpercaya, dan mendengarkan keluh kesah sesama manusia dalam pengalaman sehari-hari.

Profil Penulis

pastur_yohanes_bimo_ari_wibowo
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Sejak tahun 1998 menjadi anggota Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dengan memasuki Novisiat MSF di Salatiga. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang. Sekarang tinggal di München, Jerman. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Saat ini melayani di Paroki para Malaikat Kudus (Pfarrei zu den Heiligen Engeln) dan Paroki St. Bernhard, Obergiesing, München.

 

 

 

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.