piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Nama

Sebuah renungan singkat.

"Sahabatku," kata Sang Guru kepada seorang pejuang kebebasan yang sedang ada dalam penjara, "besok pagi engkau akan menghadapi hukuman mati dengan gagah berani. Hanya satu hal yang menghalangimu untuk menyongsong kematian dengan sukacita."

"Apa itu?"

"Harapan bahwa keberanianmu akan dikenang. Keinginan bahwa generasi-generasi di masa depan akan memuji tindakan-tindakan kepahlwananmu."

"Adakah yang salah dengan hal itu?" tanya si terhukum.

"Tidakkah terpikir olehmu bahwa jika generasi mendatang mengingat semua tindakanmu, yang mereka ingat bukan dirimu, melainkan NAMA-mu?"

"Sama saja, toh?"

"Oh tidak, Sahabatku. Namamu adalah bunyi suara yang dipakai untuk menyebut atau memanggilmu. Labelmu. Tapi, siapakah KAMU?"

Itulah yang diperlukan orang itu untuk "mati" pada malam itu juga, bahkan sebelum regu tembak datang pada saat fajar.


Diambil dari Berbasa-basi Sejenak 2 oleh Anthony de Mello.

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.