piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Seminar KMKI Nord - Braunlage 2004

KMKI Nord mengadakan Seminar tahun ini di daerah Niedersachsen, tepatnya di Braunlage, pada tanggal 28-31 Mei 2004, bertepatan dengan liburan Pfingsten. Tema Seminar kali ini adalah Zeit- und Selbstmanagement, dibawakan oleh Sdr. Ephen dari Hamburg. Bagaimana jalannya seminar dan cerita apa aja yang terjadi selama itu ?

 

Kesan pertama sebelum sampai ke tempat seminar yaitu JAUH ! Lokasi seminar KMKI Nord yang diadakan tanggal 28-31 Mei 2004 lalu, memang jauh dari peradaban dan dari Bahnhof. Semua peserta turun di Bahnhof Bad Harzburg, kemudian dijemput oleh sie transportasi, Leonard, dan oleh dia kami masih dibawa ke kota (atau mungkin desa) yang jaraknya sekitar 30 menit dari Bad Harzburg, yaitu Braunlage, dimana seminar diadakan. Berkat kesigapan dan pengaturan jadwal yang baik dari Leo, semua peserta berhasil dijemputnya tanpa masalah (pfuih?).

Kira-kira pukul setengah sepuluh malam, semua peserta yang diharapkan hadir hari itu, telah memenuhi ruang seminar. Biarpun belum 100% saling kenal dengan sesama peserta seminar, suara canda tawa dan senda gurau meramaikan pertemuan pertama kami. Semua Rukun di Nord terwakili di seminar kali itu. Acara pertama pun dimulai, yang tak lain dan tak bukan adalah acara perkenalan. Acara ini dipimpin oleh sie acara, Bernard Ade dari Duisburg. Setiap peserta harus memperkenalkan dirinya masing-masing. Lho masa gitu doang ? tentu aja enggak... ternyata si Bernard sudah menyiapkan permainan-permainan yang membuat suasana capek malam itu menjadi segar kembali sampai ramai-nya mungkin mengalahkan pasar ikan. Seperti biasa, permainanpun memakan korban yang harus dihukum. Kali ini adalah Julius Luhur, yang kebetulan adalah Koordinator seminar kali itu. Wah, belum mulai tugas udah mesti di?plonco?... Sebagai hukuman Julius harus menyebut namanya sambil bergaya seperti Goggle 5 (huahaha)...kembali suara tawa memenuhi ruangan yang tak begitu besar itu. Setelah beberapa permainan lagi, kamipun menuju ke kamar masing-masing untuk tidur. Beberapa dari kami masih berkumpul di ruang seminar sampai subuh untuk mengadu kehebatan bermain Capsa.

Pagi pertama di seminar. Hari dimulai dengan makan pagi dari DJH, kemudian kita bersama-sama menuju ruang seminar untuk mengikuti ibadat pagi yang telah dipersiapkan oleh sie liturgi, yaitu Teguh Santoso, yang begitu bersemangat menyiapkan dan memimpin semua urusan ibadat, sampai-sampai dijuluki Pater Teguh (tapi dia bukan Pater lho). Ibadat pagi yang berlangsung khidmat (mungkin karena masih ngantuk?), ditutup dan dilanjutkan dengan seminar yang dibawakan oleh pembicara dari Hamburg, yaitu Stephanus, yang lebih akrab dengan sebutan Ephen. Ephen ini sejak bertahun-tahun selalu aktif di KMKI. Dulu sewaktu dia masih mahasiswa, dia bahkan pernah menjabat Koordinator KMKI Pusat. Sekarang dia menetap di Hamburg. Tema yang dibawakannya adalah Zeit- und Selbstmanagement, dimana Selbstmanagement yang menjadi titik berat pertemuan kami di seminar. Cara membawakan tema yang bagus membuat kami tidak merasa bosan sama sekali. Bahkan kami selalu ingin aktif dalam semua diskusi. Setelah makan siang, kami diberi kesempatan untuk bekerja dalam kelompok sebagai praktek dari teori yang kami dapatkan tadi. Dalam waktu 1 jam, setiap kelompok harus menyusun rancangan usaha yang jelas tujuan dan bentuknya. Setelah 1 jam kami berkumpul kembali untuk mem-presentasi-kan hasil diskusi kelompok kami. 4 kelompok yang ada menunjukkan 4 variasi yang berbeda dan menarik. Di sela-sela seminar kami disuguhi kue-kue nikmat dan kopi yang telah dipersiapkan oleh sie akomodasi, Budi Djajalaksana. Pada malam hari diadakan acara Dias Abend dan perkenalan KMKI. Dias dari seminar tahun lalu ditampilkan oleh sie dokumentasi, Edward Lie, yang kemudian mengundang tawa dan celaan dari berbagai sudut ruangan. Kelelahan satu hari dihibur oleh foto-foto konyol tahun lalu. Haripun akhirnya ditutup, dan seperti biasa, ruang seminar tetap aktif, dipenuhi peserta yang masak indomie maupun bermain kartu.

Hari Minggu dimulai dengan makan pagi dan ibadat pagi seperti biasa yang kemudian dilanjutkan dengan Wanderung. Tidak sampai setengah jam berjalan, kami sudah mencapai sebuah danau tempat tujuan Wanderung kami. Langsung saja kamera-kamera menjepret sana sini. Sampai dibutuhkan waktu yang agak lama supaya semua peserta bisa berkumpul kembali. Bernard sebagai seksi acara mengajak kami untuk mengadakan permainan di tepi danau. Dan seperti biasa, selalu ada yang dihukum. Kali ini yang dihukum cukup banyak, sehingga hukumannya juga berbagai macam. Ada yang disuruh merayu pohon, merayu rumput, sampai harus menuliskan namanya sendiri dengan pantat.. weleh weleh.. pokoknya seru banget deh, apalagi suasananya yang nyaman di tepi danau bikin kita bisa ribut-ribut seenak jidat tanpa ada yang protes. Sekembali dari jalan-jalan, kami menggunakan waktu untuk rapat masing-masing rukun untuk persiapan rapat pleno, dan kumpul antar kelompok masing-masing untuk menyiapkan acara puncak malamnya. Sekitar jam 3 rapat pleno dimulai. Dengan moderator Karianto, rapat berjalan lancar sekali, biarpun sempat kesulitan mengejar waktu. Akhirnya mendekati makan malam, rapatpun berakhir dengan pemilihan pengurus KMKI Nord yang baru sebagai berikut : Julius Luhur (Koordinator), Amelia Roseno (Sekretaris), Ira Mariana Kesuma (Bendahara), Bernard Ade (Urusan Seminar), Budi Djajalaksana (Publikasi)....selamat yaa !

Suasana yang cukup serius di saat rapat pleno diredakan dengan makan malam ber-Grillen ria. Perut kami diisi dengan sosis, daging Kotelett, salad, roti, wahh pokoknya kenyang bleh ! Setelah makan, setiap kelompok berkumpul kembali masing-masing untuk persiapan akhir menjelang acara puncak. Acara puncak malam itu sempat tertunda beberapa jam karena persiapan yang tak kunjung selesai. Akhirnya sekitar pukul 9 malam, acarapun dimulai. Setiap kelompok harus menyumbangkan acara. Dimulai dengan kelompok pertama yang menyumbangkan sebuah kuis yang isinya menyindir peserta-peserta seminar. Bernard yang menjadi seksi acara menjadi sasaran empuk sindiran. Kelompok kedua menyumbangkan lagu ?plesetan? alias parodi dari lagu just can?t wait until tonight (Max) yang isinya kembali menyindir peserta-peserta seminar.. (kok tukang sindir semua ya ?). Kelompok ketiga menyumbangkan dance berbagai macam lagu yang dihiasi oleh kehadiran tamu bencong ?Christina? yang diperankan oleh Christopher Lie. Kehadirannya tentu saja membuat para lelaki menjadi buas. Kelompok keempat menyumbangkan drama yang bertemakan \"Ada Apa Dengan Cinta\" tapi tentu aja di-parodiin donk. si Rangga-nya aja tukang becak, yg diperankan oleh si botak Steve... huaha. Kelompok terakhir menyumbangkan parodi acara TV Total yang memerankan Kennard sebagai Stefan Raab. Kembali hadir tamu bencong, tapi kali ini diperankan oleh Edward Lie, alias kakaknya Christopher Lie (waduh kok kakak beradik begini ya). Setelah puas sakit perut gara-gara tertawa sepanjang malam, acara puncakpun ditutup dan kamipun bersiap-siap untuk tidur. Tetapi karena ini adalah malam terakhir kami bisa melewatkan waktu bersama di kalangan Nord, kebanyakan dari kami tidak rela untuk segera beranjak ke kamar tidur, melainkan ?nongkrong? di ruang seminar atau di lobby DJH sepanjang malam untuk ber-gosip ria, main kartu, atau menyanyi sambil main gitar.

Esoknya, hari Senin, kami bangun pagi dengan berat hari dan sarapan. Setelah sarapan, hari dimulai dengan misa kudus yang dipimpin oleh Pater Simon Tjahjadi yang tiba hari Minggu, satu hari sebelumnya. Acara dilanjutkan dengan rapat evaluasi seminar yang berlangsung cukup singkat dan santai. Kemudian kamipun semua menuju ke lapangan di belakang DJH untuk foto bersama membawa spanduk. Setelah makan siang, kamipun diantar oleh Leo menuju ke Bahnhof Bad Harzburg untuk kemudian menuju ke kota kami masing-masing.

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.