piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Sportfest MWD Karlsruhe

"OK, sampe hari Jumat ya.. kita bakal nyuwir-nyuwir ayam."

Itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Ardo, sang koki kita, pada waktu rapat KMKI KA yang terakhir sebelum Sportfest. Ya, hari ini adalah hari Jumat, 15 Oktober 2004, satu hari sebelum Sportfest dimulai; tampak sudah semangat-semangat dari anak-anak KMKI KA yang dengan rela membawa pisau, talenan dan pengupas masing-masing untuk mempersiapkan sajian istimewa kepada para tamu. Tidak lupa pula kertas, lem dan gunting pun dibawa untuk mendekorasi spanduk sebagai sambutan hangat dari tuan rumah. Menjelang malam, Karlsruhe kedatangan sebuah rombongan istimewa dari negeri Paman Stoiber, alias München.

Esok harinya, tuan rumah dan rombongan dari M?nchen sudah berada di Halle sejak pukul 8:00 WKA. Ab jam 9 mulai berdatangan tamu-tamu dari Kaiserslautern, Darmstadt, Rhein-Main, Fulda, Stuttgart, Reutlingen hingga Konstanz. Tepat pukul 10:00 WKA dimulailah acara pembukaan SF ini yang dibawakan oleh Vincent dan Tania. Tidak lupa kata sambutan dari Iwan, selaku Kotor KMKI KA, yang mengajak para peserta untuk menjunjung sportivitas sekaligus membuka SF KMKI MWD tahun 2004 ini; dan juga kata sambutan dari Maggy, selaku Kotor KMKI MWD, yang mengajak teman-teman untuk berpartisipasi dalam Aksi Sosial.

Seperempat jam kemudian dimulailah SF ini dengan pertandingan voli antara tim Bayern yang bernamakan M?nchen Forever melawan tim dari Kaiserslautern. M?nchen Forever, yang dipimpin oleh Wishnu tampaknya tidak terlalu bersusah payah untuk menghentikan laju tim Kaiserslautern, yang notabene kuat di cabang sepakbola dan basket. Perlu diketahui pula, bahwa cabang voli kali ini cuma dimeriahkan oleh 5 tim saja, 2 diantaranya dari tuan rumah Karlsruhe. Setelah pertandingan pertama usai, kini giliran tuan rumah Karlsruhe, yang bernamakan Chachamaricha boleh menjajal kehebatan M?nchen Forever yang baru saja memenangi pertandingan sebelumnya. Dikapteni oleh Upen, Chachamaricha begitu taktis dalam bermain dan tidak mengalami kesulitan untuk menundukkan tim M?nchen Forever. Pertandingan ini ditutup dengan skor 30-19 untuk Chachamaricha.

Pertandingan ketiga kali ini mempertandingkan antara tim tuan rumah Karlsruhe ke 2, yang menamakan dirinya Mamamia melawan tim Kontakt-Adresse, yang menamakan dirinya Bodensea. Walaupun tim Bodensea diperkuat oleh Twin Tower, Abas dan Gani, tidak membuat Mamamia ciut begitu saja. Mamamia yang ditukangi oleh Arnold sempat memberikan perlawanan yang sengit sebelum akhirnya mereka harus menerima kekalahan dari tim tamu. Harapan Karlsruhe sebagai tuan rumah untuk membuat All Karlsruhe Final akhirnya tidak terlaksana. Namun tentunya masih ada harapan untuk memenangi pertandingan final nanti yang mempersembahkan big match antara Chachamaricha dengan Bodensea.

Susunan pemain di final kali ini tidak mengalami perubahan terlalu banyak. Bodensea masih dengan Twin Tower-nya dan Chachamarica dengan pemain gaeknya, Dax dan Mego. Di awal-awal pertandingan, kedua tim masih saling berkejaran dalam perebutan angka. Namun setelah perpindahan tempat tampaknya mental Chachamaricha sedikit goyah, mengingat beban berat yang dipikul sebagai tuan rumah. Walaupun didukung sepenuhnya oleh para suporter, bahkan suporter dari M?nchen ikut mendukung tim Chachamaricha, tidak membuat tim tuan rumah bisa memenangi pertandingan akbar ini. Chachamaricha harus mengakui keunggulan Bodensea dengan skor tipis 30-27.

Setelah tiang dan net voli diturunkan, kini tibalah saatnya memulai cabang olahraga basket. Cabang ini menggunakan sistem pool, dimana enam tim yang bertanding terbagi ke dalam dua pool. Tuan rumah berada di pool B bersama Darmstadt dan Kontakt-Adresse. Sementara juara bertahan, Kaiserslautern, berada di pool A bersama M?nchen dan Rhein-Mein. Pertandingan basket ini dilangsungkan secara parallel, dimana tuan rumah dan juara bertahan langsung bermain pada partai pertama masing-masing pool. Sang juara bertahan, Kaiserslautern bertemu dengan Rhein-Mein. Dan yang seperti diperkirakan sebelumnya, Kaiserslautern tidak terlalu mengalami kesulitan yang berarti sebelum mereka menutup pertandingan ini dengan skor 13-6. Sementara itu terjadi kejutan di lapangan sebelah, dimana tuan rumah Karlsruhe harus menelan pil pahit, setelah dikalahkan dengan telak 6-12 oleh Darmstadt, yang dimotori oleh Aji.

Tuan rumah hanya bisa berharap lolos ke babak final jika Kontakt-Adresse mampu mengalahkan Darmstadt dan pada pertandingan berikutnya Karlsruhe mampu menundukkan Kontakt-Adresse. Namun skenario yang diharapkan tidak menjadi kenyataan. Kontakt-Adresse, yang bermain gemilang pada waktu cabang voli berkat Twin-Tower-nya, kali ini harus mengakui keunggulan Darmstadt dengan skor yang cukup bersaing 7-10. Dengan kemenangan ini Darmstadt memastikan sebagai juara di pool B dan otomatis maju ke babak final bertemu dengan M?nchen, yang secara gemilang juga lolos ke final. Walaupun M?nchen dan Kaiserslautern sama-sama mengemas 4 poin dari sekali menang dan sekali seri, namun M?nchen mempunyai selisih angka memasukkan-kemasukkan yang lebih baik. Final akhirnya dilangsungkan juga walaupun kedua tim sudah terlihat lelah akibat dari pertandingan sebelumnya. Dalam 5 menit pertama terlihat kedua tim saling berkejar-kejaran dalam perolehan angka. M?nchen yang dimotori oleh Ari mampu bangkit dari ketertinggalan angka dan menyamakan kedudukan menjadi 8-8, sebelum akhirnya membuat pertahanan Darmstadt kocar-kacir di 5 menit terakhir. Darmstadt terhenti di angka 8 dan menyerah dengan skor 16-8 untuk kemenangan M?nchen.

Tak disangka, jam sudah menunjukkan pukul 13:00 WKA, perut-perut para peserta sudah mulai keroncongan. Ardo, sang koki kita sempat maju untuk memberikan sepatah dua patah kata tentang hidangan makan siang, yaitu lontong sayur, yang dijual hanya seharga ? 1,00 dan disajikan bersama sambal, kerupuk dan es teh manis. Sekejap puluhan orang sudah mengantri untuk mendapatkan hidangan perdana dari para Buffet-Kr?fte yang ikut membantu sang koki dalam menjual makanannya.

Kira-kira 1 jam kemudian para peserta sudah kembali memasuki Halle. Sesuai tradisi, Karlsruhe kembali membuat cabang yang tidak kalah menarik dibandingkan voli, sepakbola maupun basket, yaitu Games. Games kali ini memperlombakan 2 permainan, diantaranya Estafet Ceria dan Lomba Makan Brezel. Pada perlombaan Estafet Ceria, setiap tim harus mengelilingi lapangan Halle dan berusaha mencapai garis finis duluan. Cabang ini mempunyai 4 pos yang terletak di setiap sudut lapangan, dimana untuk mencapai tiap pos tersebut, setiap tim harus melewati rintangan terdahulu, diantaranya jalan dengan kaki diikat; minum sprudel; bawa kelereng; dan jalan sambil menahan bola voli di kepala. Walau sempat tertinggal pada rintangan pertama dan kedua, tim campuran dari Rhein-Mein dan Kontakt-Adresse memenangkan perlombaan Estafet Ceria ini. Sementara tuan rumah Karslruhe yang sempat unggul di rintangan pertama dan kedua, akhirnya harus puas berada di urutan ketiga.

Cabang berikutnya kali ini memperlombakan makan Butter-Brezel, dimana lomba ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu semua pesertanya berkelamin wanita. Dengan dukungan sepenuhnya oleh suporter M?nchen, N?teph mengikrarkan dirinya sebagai wanita pemakan Brezel tercepat se-KMKI MWD, dengan catatan waktu kurang dari 10 menit.

Setelah makanan-makanan di perut sudah mulai turun, kini Karlsruhe mempersembahkan cabang yang sudah ditunggu-tunggu, yaitu sepakbola. Cabang ini dimeriahkan oleh 5 tim dengan sistem pool, dimana pool B hanya berisikan 2 tim saja. Tuan rumah Karlsruhe berada di pool A bersama M?nchen dan Kontakt-Adresse. Sementara juara bertahan Darmstadt berada di grup maut bersama Kaiserslautern. Karlsruhe yang ditukangi oleh Vincent memulai pertandingan perdana ini melawan tim M?nchen yang dimotori oleh Ari. Karlsruhe kali ini benar-benar bertekad mempersembahkan emas untuk Rukun-nya, setelah di 3 cabang sebelumnya kandas oleh tim lawan. M?nchen yang sebelumnya disangka sebagai tim gurem ternyata mampu bermain apik dan dengan gol satu-satunya mengantarkan M?nchen pada kemenangan pertama, sekaligus membuka peluang untuk maju ke babak final.

Pada pertandingan kedua, mau tidak mau Karlsruhe harus bermain all out attack demi mendapatkan poin penuh jika mereka masih ingin bersaing dengan M?nchen. Namun tampaknya strategi yang dijalankan akhirnya menjadi bumerang bagi Karlsruhe sendiri. Karlsruhe menyerah dengan skor 0-2 dari Kontakt-Adresse, sekaligus menutup peluang mereka untuk maju ke babak final. Di pertandingan terakhir pool A, M?nchen tanpa kesulitan menundukkan tim Kontakt-Adresse dengan skor telak 3-0. Untuk pertama kalinya dalam sejarah M?nchen mampu melaju hingga babak final. Melongok sebentar di pool B, dimana mempertandingkan big match antara Darmstadt dengan Kaiserslautern, yang akhirnya dimenangkan oleh Darmstadt dengan skor 1-0. Kekecewaan menyelimuti tubuh Kaiserslautern, dimana mereka baru saja menjuarai sepakbola pada SF PPI di Stuttgart.

Usai jeda selama kurang lebih 10 menit, SF KMKI MWD ini ditutup dengan pertandingan sepakbola final antara M?nchen melawan Darmstadt. M?nchen yang sudah mendulang 2 emas dari cabang basket dan lomba makan Brezel, tampaknya masih belum puas begitu saja. Permainan rapi yang ditunjukkan oleh duet kakak beradik, Ari dan Rio membuat Darmstadt benar-benar kewalahan. Gawang Darmstadt yang dikawal oleh Syaugy harus rela terbobol lebih dahulu. Ketinggalan 1 gol membuat Darmstadt menaikkan tempo serangan. Namun usaha mereka tampaknya sia-sia dan gawang mereka sekali lagi kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Hingga peluit berakhir kedudukan bertahan dengan skor 2-0 untuk M?nchen. Dengan kemenangan ini M?nchen menobatkan dirinya sebagai juara umum SF KMKI MWD 2004 dengan 3 piramida emas. Sementara tuan rumah mendapatkan 1 piramida perak hasil dari juara 2 voli.

Keceriaan dan kebersamaan memang terjadi di Karlsruhe, pada hari Sabtu ini. Kini tamu-tamu mulai berpamitan satu sama lain untuk kembali pulang ke kota asal, kembali mempersiapkan kuliahnya dan kembali menjalani kehidupannya masing-masing. Halle dengan sekejap menjadi kosong, yang tersisa hanyalah segelintir anak-anak Karlsruhe dan beberapa repoter dari Digit4all yang dengan setia merekam jalannya SF. Kira-kira pukul 18:00 pintu Halle ditutup sekaligus menandakan berakhirnya SF KMKI MWD 2004 ini.

Sementara para tamu sudah tertidur lelap di kereta, anak-anak KMKI Karlsruhe masih punya gawean. ?Ayo kita ke KHG!! Cuci panci sama bagi-bagi sambel????

An dieser Diskussion teilnehmen.
Bitte anmelden oder registrieren um an dieser Diskussion teilnehmen zu können.