piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

...KMKI Wadah Keluarga..

HEIDELBERG – Sabtu, 30 Juni 2012 lalu, bertempat di Partyraum Studentenwohnheim Im Neuenheimer Feld 523, diselenggarakanlah suatu acara yang diberi nama „KMKI meets KONTAK“, sebuah forum sharing cerita dan pengalaman Pak Osa Hartoyo, aktif di KMKI Hessen pada tahun 1979-1985 dan di KONTAK sekarang ini.

kmki meets kontak foto keluarga

Walaupun tergolong sebagai acara spontan dari KMKI MWD (Mitte-West-Deutschland), acara ini diikuti oleh 13 orang peserta: 3 orang dari Hessen, 4 orang dari RNS (Rhein-Neckar-Saar), 4 orang dari Karlsruhe, dan 2 orang dari Kontaktadresse (Stuttgart dan Lindau). Kenapa dibilang spontan? Hal ini karena „kebetulan: kebetulan Pak Osa sedang berkunjung ke Jerman untuk acara keluarga dan beliau bersedia meluangkan waktunya untuk “ngobrol2dengan kita.

Acara ini dimulai pukul 16:05. Budi membuka acara ini dengan memperkenalkan Pak Osa kepada para peserta. Setelah menamatkan pendidikannya di SMA Kanisius pada tahun 1979, beliau memutuskan untuk kuliah Arsitektur di Hochschule Darmstadt. Kini, selain bekerja sebagai finance expert di Satgas REDD+ (Reducing emissions from forest Deforestation and forest Degradation), beliau bekerja di bidang program percepatan penanggulangan kemiskinan.

kmki meets kontak om osa

Pepatah mengatakan, “Tak kenal, maka tak sayang“. Sebelum mengawali forum ini, Pak Osa pun meminta kami semua untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Hal yang menarik di sini adalah, Pak Osa mengatakan bahwa beliau berdiri di depan kami bukan bermaksud untuk menggurui, melainkan untuk menjadi teman sharing. Ini adalah ciri khas didikan negara Jerman, yang ternyata masih melekat begitu kuat sampai sekarang di dalam diri beliau.

Foto-foto kegiatan KONTAK ditampilkan di slide-slide awal presentasi. “KONTAK adalah wadah alumni KMKI Jerman dan Eropa yang kini sudah berada di Indonesia. Kami sering mengadakan kegiatan bersama dan saya sendiri aktif di dalamnya“, demikian kata Pak Osa menjelaskan sambil memperkenalkan beberapa sahabat karibnya di dalam foto-foto tersebut. Ikatan persaudaraan yang terjalin di dalam KMKI rupa-rupanya memang tak lekang oleh waktu.

Prinsip keterbukaan KMKI pun terlihat nyata. Beberapa sahabat kita di KMKI, Patriscia Tania dan Maureen Tjota (yang kebetulan waktu itu sedang berada di Indonesia), yang sempat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh KONTAK mengatakan bahwa kehadiran mereka disambut dengan hangat.

Setelah itu, Pak Osa menampilkan slide Master Plan: “Pembangunan di Indonesia sampai dengan tahun 2050“. Pembangunan ini menerapkan prinsip Green Economy, artinya pembangunan yang bisa semakin mengembangkan perekonomian di Indonesia, tetapi tetap berwawasan lingkungan. Pak Osa mengambil 2 proyek pembangunan berikut sebagai contoh.

Masih ingat pelajaran SD dulu? “Letak Indonesia sangatlah strategis, yakni terletak di antara 2 benua dan 2 samudra, sehingga menjadi tempat transit perdagangan dunia“, begitu kurang lebih kata guru SD itu. Saat ini, Indonesia baru memiliki Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta untuk kepentingan perdagangan. Oleh karena itu, pemerintah berencana membangun sebuah bandar udara internasional lagi sebagai tempat transit di pulau Sumatra, tepatnya di daerah Kuala Tanjung.

Dari Sumatra kita bergerak ke Sulawesi. Di pulau ini pemerintah akan membuat sebuah terusan yang memotong “leher“ Sulawesi. Dengan demikian diharapkan, kapal-kapal yang berada di Selat Makassar tidak perlu lagi bergerak mengitari pulau Sulawesi untuk mencapai kota Manado. Selain itu, di sana akan dibangun rel kereta api dan jalan tol untuk memperlancar transportasi. Tetap berpegang pada prinsip green economy, pemerintah akan memperhatikan keseimbangan alam: hutan yang dikonversi dalam rangka pembangunan itu akan “dipindahkan“ ke tempat lain, supaya Indonesia tetap bertahan sebagai negara yang dapat memberikan kontribusi dalam pengurangan emisi karbon di dunia.

kmki meets kontak 6

Secara implisit, Pak Osa ingin menyampaikan bahwa Indonesia bagian timurlah yang menjadi fokus pembangunan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Dan di sana jugalah terletak kesempatan emas bagi kita untuk mengaplikasi teknologi yang kita pelajari dari negara Jerman, mengingat di sana segala sesuatunya masih dikerjakan secara tradisional.

Mengenai kerja di Indonesia, Pak Osa berpendapat bahwa siapapun dan lulusan dari mana pun harus memulai kariernya dari bawah. Biarpun gaji yang diterima relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan gaji di negara Jerman, terimalah itu dengan lapang dada. Hal yang lebih penting adalah untuk menjalin koneksi dan mengumpulkan pengalaman kerja. Pak Osa sendiri tidak pernah menyangka, bahwa dirinya yang lulusan Arsitektur FH Darmstadt ini ternyata sekarang bekerja di tim ekonomi Wakil Presiden Boediono dan finance expert di REDD+. Selain itu, kita diharapkan sudah mulai mencari pekerjaan sebelum pulang ke Indonesia. Kekosongan waktu yang terlalu lama itu tidak baik bagi kita sendiri.

kmki meets kontak osa erwin

Penggalan lirik lagu “KMKI wadah keluarga..“ dalam lagu Hymne KMKI memang bukan sekedar kata-kata biasa. Acara Meet ini telah berkembang menjadi sebuah forum yang berjalan seru dan penuh rasa kekeluargaan. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, sudah seperti „ngobrol“. Benar saja, tak terasa waktu pun bergulir begitu cepat. Pada pukul 19:10 forum ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata oleh Erwin. Kemudian, kami semua pergi bersama Pak Osa untuk makan malam, menghabiskan waktu dengan teman-teman yang penuh rasa kehangatan sebuah keluarga ini.. (Kris)

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.