piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 22 Januari 2017 - Hari Minggu Biasa III

brot logo v1

Bacaan Injil: Mat. 4:12-23 (Mat 4:12-17)

(12) Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
(13) Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
(14) supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
(15) "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, ?
(16) bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
(17)Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
(18)Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
(19)Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
(20) Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
(21) Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
(22) dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
(23) Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

 

penyelamat

Sumber : https://frankboulet.files.wordpress.com/2015/10/cross-steps-to-peace-photo.jpg

Homili:

Saudari saudaraku terkasih,
Rudi tumbuh dalam keluarga sirkus. Sejak kecil dia berlatih berayun di udara bersama kakaknya, si Tito. Si kakak bertugas menangkap adiknya yang berayun sehingga tidak jatuh ke lantai. Pada umur 9 tahun, mereka mencoba trik baru, Rudi harus berayun di udara tanpa tali pengaman dan dengan mata tertutup. Pada saat show pertama, rupanya Rudi salah perhitungan, Tito tidak cukup kuat menangkap tangan Rudi, dan meluncurlah Rudi dengan bebas ke bawah. Berakhirlah sudah karir Rudi dengan tragis apabila.... apabila Bapaknya tidak segera membentangkan jaring kuat-kuat dan mencegah Rudi terbentur lantai panggung.
Yesus hari ini memanggil Rasul-rasul pertamaNya dari pekerjaan mereka sebagai penjala ikan untuk menjadi penjala manusia. Terjadi tranformasi dari pengguna jala untuk menangkap ikan sebagai konsumsi menjadi pengguna jala untuk karya keselamatan dengan „menangkap jiwa-jiwa“ menuju pertobatan dan iman kepada Allah.
Yesus menyadari karya keselamatan ini tidak bisa berjalan sendiri. Yesus harus melibatkan pribadi-pribadi manusia itu sendiri untuk membangun jejaring, membentangkan jaring yang kuat demi menjamin keselamatan sesamanya menuju keselamatan abadi.
Injil hari ini selain bicara tentang panggilan iman, juga bicara tentang mereka-mereka yang sudah membaktikan hidupnya, tenaganya, pikirannya, waktunya, gagasan-gagasannya demi menjaga tetap „terbentangnya jaring hidup rohani“.
Yesus berbicara tentang kalian, saudari-saudaraku yang kreatif menggunakan teknologi komunikasi untuk menyebarluaskan kabar keselamatan dan bukan hoax atau kebencian; tentang kalian yang tekun berkumpul, bersekutu dalam doa dan ibadah walaupun tinggal jauh di negeri manca; tentang kalian dengan kemampuan yang kalian punya untuk menjaga hidupnya kebersamaan berdasar iman katolik kita dengan berbagai bentuknya.
Injil hari ini apresiasi untuk kalian yang sudah setia „membentangkan“ jaring seperti si bapak pemain sirkus tadi untuk mengamankan teman-teman kalian yang „terjun bebas“ dalam kehidupan rohaninya karena tantangan dan godaan kehidupan sehari-hari.
Injil hari ini juga janji untuk kalian yang merasa sedang „terpeleset“ bahwa kalian tidak akan terjun bebas, karena ada „jejaring iman“ yang senantiasa terbentang untuk menangkap kalian; yang dibentangkan Tuhan bersama kami saudari-saudaramu dalam iman.

Salam,

Profil Penulis

romo_bimo.jpg
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Sejak tahun 1998 menjadi anggota Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dengan memasuki Novisiat MSF di Salatiga. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang. Sekarang tinggal di München, Jerman. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Saat ini melayani di Paroki para Malaikat Kudus (Pfarrei zu den Heiligen Engeln) dan Paroki St. Bernhard, Obergiesing, München.

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.