piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Info Studi

Persiapan Kuliah di Jerman, Jalur Kuliah, Pendaftaran

Seringkali orang bertanya ‚ ‚Sulitkah bahasa Jerman?‘ ,‘Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pendaftaran kuliah di Jerman?‘ atau ‚Apakah proses pendaftaran kuliah di Jerman rumit dan berbelit-belit?‘. Bahasa asing tentulah tidak bisa dibilang mudah, namun dengan persiapan dan bekal ilmu yang cukup, semua itu bukan menjadi rintangan besar untuk studi di Jerman.

Sudah kita ketahui bahwa sistem pendidikan suatu negara dengan negara lainnya berbeda. Dan permasalahan ini sudah umum ditemui oleh kalangan murid-murid lulusan Sekolah Menengah Atas yang ingin melanjutkan studinya ke luar negri. Karena pemerintah Jerman tidak mengakui kesetaraan nilai UAN kelas XII dengan Abitur (seperti UAN kelas XIII), maka calon mahasiswa perlu mengikuti proses standarisasi pendidikan Jerman yang dibahas di bawah ini.

Jalur-jalur menuju jenjang perkuliahan di Jerman

Kendala dalam menggunakan bahasa asing memang harus diakui cukup berperan besar dalam proses pembelajaran materi perkuliahan. Selain itu ijazah kelas XII di Indonesia, dinyatakan tidak memadai untuk melanjutkan pendidikan di Jerman (Universitas atau setara). Oleh karena itu dibentuklah sebuah institusi yang khusus berperan dalam pematangan dan persiapan calon mahasiswa Indonesia sebelum melanjutkan studi ke tahap berikutnya. Institut ini dikenal dengan nama Studienkolleg. Dimana dalam kurun waktu setengah hingga satu tahun, siswa lulusan sekolah menengah asing akan mempelajari dan mengulang kembali mata pelajaran tertentu sesuai dengan jurusan yang dipilih.

Bagi calon mahasiswa yang ingin melakukan persiapan Studienkolleg di Jerman, perlu diketahui bahwa jumlah Studienkolleg jauh lebih sedikit daripada Universitas-universitas yang ada. Karena hampir setiap Universitas di Jerman merupakan perwakilan dari kota-kota yang ada, contoh Universität Bonn, Technische Universität Berlin, Universität Heidelberg, dan lain-lain. Sehingga perlu diketahui secara lanjut eksistensi Studienkolleg Jerman yang terbaru. Namun sejak tahun 2003, sudah berdiri pula Studienkolleg Indonesia yang berlokasi di ibukota Jakarta.

Langkah lain yang dapat diambil selain mengikuti Studienkolleg ialah mengambil tes bahasa yang dikenal dengan DSH Prüfung atau TestDAF. Berapa lama waktu yang dibutuhkan itu tergantung intesitas kursus bahasa yang diambil. Dengan sertifikat ujian tersebut siswa dianggap mampu untuk langsung mengikuti pendidikan tinggi di Jerman.

Pendaftaran ke Universitas/ Studienkolleg

Setiap Universitas memiliki jalur pendaftaran yang berbeda-beda. Namun hampir sebagian besar pendaftaran dapat dilakukan secara online. Setelah melakukan pendaftaran online, adapun 2 macam pengiriman pendaftaran, yakni :

1. Melalui Uni-Assist , lalu disalurkan ke Universitas-universitas tertentu yang tergabung didalamnya Uni –Assist bekerja sebagai perantara guna memperingan kerja Universitas dan calon pelamar Universitas. Jadi setiap pelamar hanya cukup mempersiapkan satu paket aplikasi dan lampiran yang berisi nama institut dan nama jurusan yang ingin dilamar.

2. Pengiriman langsung ke alamat Universitas yang dituju, Dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebuah aplikasi tentunya terdiri dari berbagai bagian dokumen penting didalamnya. Berikut penjelasan singkatnya.
a. Rapor SMA kelas XII, hasil UAS dan UAN yang sudah diterjemahkan, dan dilegalisir oleh Kedutaan Besar Jerman di Indonesia. Sebelum menerjemahkan dokumen tersebut, semua dokumen harus dilegalisir oleh sekolah yang bersangkutan dan Dinas pendidikan kota setempat.
b. Sertifikat bahasa Jerman.
Untuk pendaftaran ke Studienkolleg hanya dibutuhkan minimal Zertifikat Deutsch (ZD). Namun untuk jurusan-jurusan tertentu dibutuhkan tingkat kualitas bahasa yang lebih tinggi. Dan tentunya, bagi calon yang ingin mendaftarkan diri langsung ke Universitas, harus melampirkan hasil DSH Prüfung atau TestDAF
c. Lebenslauf (yang juga dikenal dengan CV (Curriculum vitae)).
Lebenslauf ini merupakan lembaran berisi riwayat pendidikan, pekerjaan, dan berbagai catatan prestasi. Jangan lupa juga untuk melampirkan bukti-bukti prestasinya
d. Aplikasi yang menjabarkan jurusan yang diinginkan. Aplikasi ini umumnya dapat diperoleh secara online dari Universitas yang bersangkutan.



Tulisan: Amelia Tosin ( KMKI München )


Program Bachelor dan Studienkolleg dengan Bahasa Inggris

Sekarang ini beberapa universitas menawarkan program Bachelor juga dalam bahasa Inggris. Belum banyak memang, salah satu yang saya kenal adalah Uni Duisburg/ Essen dan teknik mesin KIT (Karlsruhe Institute of Technologie). Dua universitas ini menawarkan bachelor full bahasa inggris.

Selain itu ada juga yang menawarkan program 50:50 seperti FH Aachen. Artinya, belajar bahasa Jerman di studienkolleg mulai dari level A1. Setelah lulus Studkol dapat ZD, melanjutkan ke FH Aachen, studi 1 tahun dengan bahasa Inggris, paralel kursus bahasa Jerman, mulai semester 3-6 dilanjutkan dengan bahasa Jerman (syarat: sebelum semester III harus melampirkan ijazah DSH).

Semuanya harus tetap melalui studienkolleg yang dinamakan : Freshman Institute (FI). FI merupakan bagian dari FH Aachen. Didirikan sekitar tahun 2006 atau 2007 dan sudah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam pembangunan gedung sekolahnya maupun sistemnya. Dulu FI hanya memungkinkan bagi pelajar asing yang ingin belajar teknik, sekarang juga memungkinkan untuk mereka yang ingin belajar ekonomi. Bahasa pengantar FI adalah bahasa Inggris (IELTS min Band 6) –untuk ekonomi: Jerman. Seperti studienkolleg lain, setelah 9 bulan belajar maka diadakan Feststellungprüfung, (3-4 pelajaran dan Bahasa Jerman setara ZD).

Kelebihan:
1. Tentunya untuk yang minim preparation bahasa, Freshman Program ini cukup menguntungkan, karena bahasa Jerman diulang lagi dari A1.
2. Akomodasi dan asuransi kesehatan sudah termasuk biaya sekolah
3. Vorpraktikum termasuk bagian dari tahun ajaran (12 minggu)
4. Tes penerimaan dilangsungkan di Indonesia atau bahkan tanpa tes.
5. Di samping pelajaran, diadakan extra kurikuler yang dikelola oleh studkol (seperti teater, tari, dan olahraga), program guest family, open house.

Kekurangan:
1. Program bahasa Inggris ini tidak terlalu dikenal dan digemari di kalangan pelajar Indonesia.
2. Biaya sekolah yang mahal (16000 euro untuk 9 bulan, dibayar di muka)
3. Pemadatan program pengajaran (minim libur)
4. Tidak bisa apply ke seluruh Universitas di Jerman.
 Sejauh ini hanya mencakup W- dan T-Kurs (ekonomi dan teknik)

Sistem pendaftaran:
1. Membuka dan membaca dengan cermat website FH Aachen – Freshman mengenai jurusan dan persyaratan.
2. Mengisi formulir pendaftaran yang bisa didapatkan secara online http://www.fh-aachen.de/fileadmin/groups/dezernat5/freshman/Application_2011_12_Freshmen.pdf
3. Menyertakan hasil rapot kelas XII yang sudah diterjemahkan dan IELTS min 6.0 (atau setara)
4. Mengontak Frau Claire Ryalls per Email ( This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ) sebelum mengirimkan berkas tersebut kepada Freshman Insitute.

Tulisan: Felicia Primadita


Mengejar Beasiswa KAAD

Kalian ingin melanjutkan kuliah di luar negeri? Jerman merupakan salah satu negara tujuan untuk melanjutkan study. Beberapa dari kalian mungkin sudah pernah belajar di negara lain, tetapi beberapa juga mungkin merupakan pengalaman pertama. Maka persiapkan sedini mungkin untuk tinggal dan belajar di Jerman supaya cita-citamu tercapai.

 

Ada beberapa lembaga Jerman yang menyediakan beasiswa untuk kuliah di Jerman, contohnya DAAD dan KAAD. Banyak yang sudah tahu tentang DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst), lalu apa sih KAAD itu?

KAAD merupakan singkatan dari Katholischer Akademischer Auslander Dienst, organisasi ini didirikan tahun 1954 di Fulda oleh kongres gereja Katolik Jerman dan berkantor pusat di Bonn. Bentuk organisasi ini adalah organisasi non profit, yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan budaya untuk membantu negara-negara berkembang yang mencakup afrika, asia, amerika latin, eropa timur dan negara-negara timur tengah. Indonesia masuk ke departemen Asia, bersama negara-negara seperti China, Vietnam, India, Bangladesh, Myanmar, Philipina, Kamboja. Asia merupakan tempat yang berarti karena dinamika transisi dalam hal ekonomi, sosial, budaya dan . Proses ini diikuti oleh universitas dan juga gereja. Maka, penting untuk mengadakan kerjasama antara komunitas dan gereja di Jerman dan Asia.

Untuk Asia, KAAD telah membina kerjasama dengan universitas dan gereja setempat. Fokus utama kerjasama tersebut adalah menjalin network. Oleh karena itu, di masing-masing negara partner, KAAD mempunyai partner komite.

Secara umum, beasiswa KAAD terbagi menjadi dua yaitu
1. program S1 (Stipendienprogramm 1)
2. programm S2 (Stipendienprogramm 2)

Kedua program ini diberikan untuk program Master dan Doktor.

Program Stipendium 1 adalah program dimana pelamar melamar dari negara asal, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi diantara nya :
1. Sudah lulus Sarjana (S1) bagi pelamar master program atau master (S2) bagi pelamar doktor.
2. Mempunyai pengalaman kerja profesional.
3. Beragama Katolik, Kandidat dari agama lain juga dimungkinkan jika diusulkan dari partner katolik dan menunjukkan komitmen mendukung dialog inter religi. Hal ini ditunjukkan dengan surat dari gereja.
4. Mempunyai kemampuan bahasa jerman sebelum, meskipun KAAD juga menyediakan kursus bahasa di Jerman.
5. Orientasi study dan research adalah reintegrasi di negara asal. Jadi, setelah selesai kuliah penerima beasiswa diharapkan kembali ke negara asal.
6. Komitmen untuk aktivitas sosial, religi dan dialog antar agama.

Partner Komite untuk program Stipendium 1 di Indonesia adalah :
Dr. Juliana Murniati
KAAD Committee Indonesia
University of Atma Jaya
Jl. Jendral Sudirman 51 Jakarta 12930
Email : juliana.murniati[at]atmajaya.ac.id

Keterangan ini dapat dilihat di www.kaad.de

Program Stipendium 2 (S2)adalah program dimana pelamar melamar dari negara Jerman, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi diantara nya :
1. Sedang menempuh pendidikan di Jerman, baik tingkat diplom, bachelor, master ataupun doktor (Beasiswa tidak diperuntukan bagi mereka yang masih menempuh pendidikan bahasa Jerman / bachelor)
2. Menunjukkan nilai rata-rata atas dan berkomitmen pada aktivitas sosial dan religius serta dialog antar agama.
3. Batas waktu pendaftaran :
- Gelombang pertama: 15 Januari
- Gelombang kedua: 15 Juni
4. Bagi penerima beasiswa diwajibkan pulang ke negara asal atau ke negara berkembang lainnya, setelah menyelesaikan pendidikan.

Nah buat kalian yang belum punya pengalaman kerja, kalian dapat melamar beasiswa KAAD melalui program S2. Berikut ini tips dan trik untuk melamar beasiswa melalui program S2.

I. Pendekatan ke KHG:
1. Aktif di lingkungan KHG setempat.
2. Minta formulir aplikasi beasiswa KAAD dari KHG.

II. Mencari surat rekomendasi : Beberapa rekomendasi yang dibutuhkan untuk pengajuan aplikasi beasiswa KAAD adalah:
1. Dua surat rekomendasi dari profesor
2. Rekomendasi dari gereja di Indonesia, misal: pastor paroki.
3. Rekomendasi dari romo KMKI Jerman (romo Paul atau romo Fidelis).
4. Rekomendasi dari KMKI yang menyatakan bahwa rekan-rekan adalah warga KMKI Jerman.
5. Rekomendasi dari KHG (tanpa rekomendasi dari KHG dapat dipastikan bahwa rekan-rekan tidak dapat melamar beasiswa KAAD).
6. Surat motivasi dan CV (sesuai konsep CV europass (search di google)).
7. Transkrip nilai selama kuliah di Jerman. Jika melamar di bulan Juni, harus menyerahkan nilai sampai semester winter. Jika melamar di bulan Januari, harus menyerahkan nilai sampai semester summer.

III. Penyerahan berkas ke KHG Setelah selesai melengkapi berkas dan dokumen, maka seluruh berkas diberikan ke KHG. Kemudian berkas akan dikirim ke kantor KAAD.

IV. Penilaian
Penilaian dan penentuan apakah seseorang diterima atau tidak, dilakukan oleh team komisi pendidikan KAAD yang beranggotakan profesor dari beberapa universitas di Jerman

V. Menunggu pengumuman.
Biasanya, yang melamar dibulan Juni, pengumuman di bulan September, dan dana beasiswa sudah diterima di bulan Oktober. Bagi yang melamar untuk bulan Januari, pengumuman beasiswa pada bulan Maret, dan dana beasiswa sudah cair dibulan April.

Ayo saatnya persiapkan dirimu untuk tinggal dan belajar di Jerman dan raih cita-citamu, karena kata Walt Disney:
“semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya”.

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.