piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 17 Juli 2016 - Hari Minggu Biasa XVI

brot logo v1

Bacaan Injil: Lukas 10: 38-42

[38] Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
[39] Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
[40] sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
[41] Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara
[42] tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Selalu kembali kepada Yesus

Sumber : href="/ https://melukiskasih.files.wordpress.com/2015/07/jesus_and_girl_formetop-lg.jpg"

Homili:

Seorang teman saya dengan penuh harap menantikan kehadiran anak yang dikandungnya. Anak itu akhirnya lahir dengan sehat dan tumbuh cepat. Namun, pada usia empat tahun diketahui bahwa anak itu mengidap kelainan jantung yang sulit sangat sulit sembuhkan. Akhirnya anak lelaki mungil itu menghadap Allah pada usianya yang masih sangat muda. Ibunya mengalami kecewa berat, campur marah, campur frustasi. Anak satu-satunya yang sudah dicicipi kelucuannya telah dipanggil Tuhan dalam usia yang sangat muda. Anak itu anugerah terbaik dari baginya. Mengapa Dia mengambilnya begitu cepat?

Teman saya itu akhirnya mengundurkan diri dari segala kegiatan sosial. Dia tidak mau ke gereja lagi. Tiada lagi kepedulian kepada masyarakat sekitarnya seperti dulu. Pertanyaan yang sama selalu berdengung, “Mengapa Tuhan mengambil bagian yang terbaik dalam hidupku” Hari ini Yesus mengakhiri percakapan dengan Marta dengan berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya!”

Setiap individu memiliki persepsi akan apa yang menjadi bagian yang terbaik dalam hidupnya. Katakan satu atau dua hal! Misalnya pasangan dan studi. Pertanyaannya, benarkah itu bagian yang terbaik dalam hidupmu, …hidupku? Apakah hal-hal itu tidak akan diambil dari kita? Kemungkinan kita lalu menemukan betapa hampir tidak mungkin menyatakan satu atau dua hal sebagai bagian yang terbaik dalam hidup yang tidak akan diambil dari kita. Lantas, apa maksud Yesus?

Dari kisah Marta dan Maria, tampaknya Tuhan Yesus mau menunjukkan bahwa ada hal-hal yang tidak akan diambil dari diri kita. Yesus tidak menghakimi bahwa Maria lebih baik dari Marta, bahwa seakan-akan berdoa saja lebih baik daripada bekerja, bahwa meditasi lebih baik daripada aksi. Bukan itu. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Maria memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil darinya. Marta memilih bagian terbaiknya dengan bekerja, namun menurut Yesus hal itu bisa diambil darinya. Bisa hilang, karena perkara-perkara yang dipilih Marta barangkali bukan hal yang menghidupkan jiwanya melainkan mengikatnya, menjeratnya, membuatnya tidak berpikir luas. Maria memilih mendengarkan Yesus, mengendapkan sabdaNya dalam permenungannya, menerangi jiwanya, membebaskannya dari ikatan banyak perkara, hingga tidak akan hilang dari dirinya. Relasinya dengan Yesus terpelihara. Mungkin!

Bagaimanapun, panggilan Tuhan hari ini dalam permenungan saya ialah: “Temukan yang terbaik dalam hidup yang tidak akan diambil dari padaku!” Dalam rangka mengikuti Tuhan, mana yang akan kupilih? Apakah aku rela melepaskan banyak hal dan memilih mendengarkan SabdaNya? Saya membayangkan ketika Anda berteman, macam manakah teman yang tidak mudah hilang: teman yang sibuk mengurusi Anda atau teman yang tenang mendengarkan Anda? Atau kalau Anda didatangi seorang sahabat, sikap mana yang akan Anda ambil? Silahkan dijawab sendiri. Barangkali keduanya kita butuhkan, namun, sekali lagi, Tuhan Yesus menunjukkan ada bagian yang tidak akan diambil dari Anda. Silahkan menentukan.

Salam,

YB Rosaryanto O.S.C.
Via del Velabro 19
00186 Roma

Profil Penulis

Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).

 

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.