piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 20 November 2016 - Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

brot logo v1

Bacaan Injil: Luk. 23: 35-43

[35] Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
[36] Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
[37] dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
[38] Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
[39] Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
[40] Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
[41] Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
[42] Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
[43] Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

 

Yesus Ganjuran

Sumber : Sumber pribadi

Homili:

Teman-teman yang terkasih,

Hari Minggu ini adalah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam namun juga menutup Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Allah. Bagimana kaitan kedua peristiwa ini? Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

Hari Raya Kristus Semesta Alam mengakhiri perayaan liturgi yang disusun dalam Kalenderium Liturgi. Perayaan ini mau menempatkan Kristus yang merajai semua di dalam semua, baik yang masih hidup di dunia ini ataupun yang sudah meninggal dunia. Pada akhir zaman, Yesus akan mengadili setiap orang berdasarkan pada tindakan masing-masing. Dasar pengadilan Tuhan adalah tindakan belaskasih untuk semua orang.

Kerahiman Allah dalam Kristus tidak membiarkan setiap pribadi tetap berada dalam ‘keterpisahan’ dengan-Nya. Kristus Raja Semesta Alam adalah Kristus yang meraja dengan seluruh kerahiman-Nya. Gereja bersyukur atas Yubelium Luar Biasa Kerahiman Allah yang membuat setiap pribadi mengalami belas kasih Allah secara mendalam. Dengan mengalami belas kasih Kristus, setiap pribadi diajak untuk terus berusaha membagikan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Allah ditutup pada hari ini, namun kerahiman Allah akan terus menjadi sumber kehidupan bagi kita semua yang bergerak menuju masa mendatang, untuk mewujudkan peradaban kasih di tengah kehidupan nyata. Teman-teman terkasih,

Konsep Raja Semesta Alam ini dibuat berdasarkan konsep raja jaman dahulu yang berkuasa absolut. Apa yang anda ketahui tentang figur seorang raja? Ada raja yang bijaksana, ada pula raja yang lalim. Jika raja bijaksana maka seluruh rakyatnya akan sejahtera, jika raja lalim maka seluruh rakyatnya akan menderita. Pokonya, kekuasaan raja sangat absolut terhadap rakayatnya.

Mungkin di jaman modern ini anda juga mengetahui kisah raja yang sangat populer. Raja Bumibhol yang baru saja wafat, misalnya, merupakan raja yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Thailand sekarang terkenal sebagai negara yang maju dalam bidang pertanian karena raja Bumibhol sendiri sangat getol mengembangkan pertanian. Yogyakarta juga dipimpin oleh seorang raja yang disebut Sultan. Salah satu Sultan dijaman modern yang terkenal adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ia sungguh merakyat. Hal itu terlihat dari bukunya yang berjudul “Tahta Untuk Rakyat”.

Nah kalau raja-raja dunia dapat mempengaruhi kehidupan banyak orang, bagaimana kalau rajanya adalah Yesus Kristus sendiri? Apakah pengaruhnya dalam hidup kita?

Teman-teman terkasih, Pengaruh Yesus sebagai raja dalam hidup kita adalah melalui sabda-Nya. Dengan mengikuti sabda Yesus, kita akan selamat sebab Yesus kemudian meraja dalam hidup kita. Misalnya, soal mengampuni, jika anda kesulitan untuk mengampuni orang lain, ada baiknya sabda Yesus ini meraja dalam hidup anda. Yesus mengatakan, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Sampai berapa kali kita harus mengampuni, yaitu sampai 70 kali 7 kali kita harus mengampuni. Mengapa kita harus mengampuni? Karena Yesus telah terlebih dahulu mengampuni kita. Atau, bagaimana cara kita mengasihi Tuhan? Yesus bersabda, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak mungkin kita mencintai Tuhan jika tidak dapat mencintai sesama manusia. Ada orang yang mengatakan, betapa sulitnya melakukan hal itu semua.

Teman-teman terkasih, Kita dapat menjadikan sabda Yesus sebagai pedoman hidup kita jika kita tekun melatihkan hal itu. Dengan tekun berlatih, kita dapat melampaui hal suilt. Hal rohani itu dapat dilatihkan seperti halnya latihan jasmani. Jika anda tidak pernah latihan lari atau berenang, maka anda juga akan sulit jika harus lari atau berenang sejauh 10 KM saat ini juga. Mungkin anda dapat melampuinya tetapi anda akan pegel linu ga karuan. Namun jika anda tekun, disiplin, dan penuh semangat untuk berlatih, maka anda dapat melampaui 10 KM, bahkan mungkin dengan sangt mudah. Mungkin awalnya hati anda juga pegel linu jika harus mengampuni, tetapi dengan tekun berlatih maka semua dapat terlampaui.

Demikian pula halnya dengan mengampuni dan mengasihi, itu semua dapat dilatihkan. Jika anda sulit mengampuni hal yang besar, belajarlah mengampuni hal yang sederhana dulu maka perlahan kekuatan untuk mengampuni akan meraja dalam hidupmu. Jika amarahmu muncul pada pagi hari, maka hendaklah amarahmu padam seiring dengan tenggelamnya matahari. Jangan membawa dendam dalam hidup ini karena hal itu akan menghancurkan hidup anda. Jika anda sulit untuk mencintai, bahkan sulit untuk mengasihi apa yang sedang kamu pelajari saat ini, belajar dengn tekun dan sabar, pasti bisa. Ada mahasiswa yang sulit untuk belajar karena dia tidak senang dengan dosennya. ‘Cintailah’ ilmunya dan jangan terjebak pada rasa suka tidak suka pada pengajarnya. Cinta dapat melampaui segala sesuatu.

Teman-teman terkasih, Sebagai penutup, saya akan berkisah sedikit tentang keluarga Schumtzer untuk menjadikan Yesus sebagai raja bagi orang Jawa. Ia membuat patung Yesus dengan corak Jawa di daerah Ganjuran Bantul, Yogyakarta, pada tahun 1930. Dengan patung Yesus yang khas Jawa maka orang-orang Jawa menjadi lebih akrab dengan figur Yesus. Mereka merasa seperti rajanya sendiri. Patung Yesus di Ganjuran membuat banyak orang Jawa berdevosi kepada Yesus.

Awalnya tidak mudah menampilkan figur Yesus dengan gaya Jawa karena figur Yesus sudah terlanjur dikenal sangat Eropa. Namun dengn ‘latihan’ yang tekun, yaitu dengan membuat doa dan ibadat yang khas Jawa maka pada 1990 banyak orang yang kemudian jatuh cinta dengan Yesus Ganjuran ini. Butuh waktu 60 tahun untuk dapat menempatkan Yesus Ganjuran ini di hati orang Jawa. Sekarang Ganjuran menjadi tempat ziarah yang paling terkenal di Yogyakarta. Inilah kekuatan ketekunan yang dilandasi oleh cinta.

Oleh karena itu, marilah kita memohon berkat Tuhan agar kita dapat menjadikan sabda-sabda Yesus sebagai tuntunan hidup kita sehingga Yesus sungguh meraja di dalam hidup kita.

Nb: Saya sertakan lukisan Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran. Kisah tentang patung Yesus ini merupakan Tesis saya di Seni Rupa ISI, Yogyakarta.



Jika anda sulit mengampuni hal yang besar, belajarlah mengampuni hal yang sederhana dulu maka perlahan kekuatan untuk mengampuni akan meraja dalam hidupmu.- Danang Bramasti, SJ

Salam,

Profil Penulis

antonius.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ ; Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta. ; Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.