piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 4 Juni 2017 - Hari Raya Pentakosta

brot logo v1

Bacaan Injil: YOH 20:19-23

Yoh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Yoh 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Fruit of The Holy Spirit

Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-hbIRoIlUq88/VVv1PEVm_II/AAAAAAAAACo/h1mShQjXYEc/s1600/FRUIT%252BJOY.jpg

Homili:

ROH KUDUS: MENGUATKAN DAN MEMBAWA SUKA-CITA

Suka-cita sejati yang berasal dari Roh Kudus itu bukan persoalan bersenang-senang melulu tetapi sikap hati yang senantiasa sadar bahwa Tuhan menyertai kita. - Danang Bramasti, SJ

 

Teman-teman yang terkasih,
Mungkin dari anda ada yang sedang berada dalam kebingungan, gelisah tak menentu atau bahkan ketakutan. Atau mungkin ada yang merasa mantap dalam hidup ini tetapi tidak tahu mau apa. Atau mungkin juga ada dari anda yang sudah mantap dalam hidup ini tetapi mengalami kebosanan, tak ada suka-cita. Jika memang ada yang mengalami hal itu, kisah Pentakosta ini menarik untuk dicermati.

Teman-teman yang terkasih,
Hari ini adalah hari raya Pentakosta. Dalam Injil terlihat bagaimana kisah turunnya Roh Kudus kepada para rasul. Dikisahkan bahwa para rasul mengalami ketakutan yang luar biasa terhadap orang-orang Yahudi. Mereka tinggal disebuah rumah dengan pintu-pintu terkunci. Ketakutan ini sungguh berdasar karena Yesus, guru mereka, dibunuh dengan kejam. Waktu itu berita tentang kebangkitan Yesus masih simpang-siur sehingga para murid masih bingung.

Saat para murid dalam keadaan takut dan bingung, Yesus hadir ditengah-tengah mereka. Sapaan pertama Yesus adalah: Damai sejahtera bagimu. Setelah menyapa para murid dengan damai, Yesus menghembuskan Roh Kudus kepada mereka. Sejak itu hidup mereka berubah total. Perubahan itu adalah, mereka menjadi berani, bersemangat, dan bersuka-cita.

Mereka kemudian berani mewartakan Yesus yang bangkit. Inilah untuk pertama kali para murid mewartakan kebangkitan Yesus. Oleh karena itu, peristiwa Pentakosta dapat dikatakan sebagai hari lahirnya Gereja, yaitu ketika untuk pertama kalinya para murid secara bersama mewartakan kebangkitan Yesus. Dengan demikian terlihat bahwa Roh Kudus berkeja dengan cara membongkar ketakutan dan kebingungan yang membelenggu para murid. Tidak hanya itu, kisah berikut juga menarik untuk disimak.

Setelah para murid terlepas dari belenggu ketakutan dan kebingungan, mereka mewartakan kebangkitan Yesus kepada banyak orang. Siapakah orang-orang ini? Mereka adalah orang-orang yang berasal dari berbagai macam daerah, dengan berbagai macam bahasa, dan juga agama. Tidak hanya itu tetapi juga dari berbagai macam status, orang bebas ataupun budak. Dengan demikian Roh Kudus bekerja menguatkan orang yang susah dan mendekatkan orang yang terpisah. Roh Kudus memunculkan suka cita dan persaudaraan.

Teman-teman yang terkasih,
Situasi yang dihadapi oleh para murid tidak berubah. Suasana pada saat itu sangat mencekam karena perburuan terhadap para pengikut Yesus terus berlangsung. Yang berubah adalah para murid, dari takut menjadi berani. Hal itu terjadi karena hadirnya Roh Kudus pada diri mereka.

Situasi yang kita hadapi mungkin juga tidak berubah. Kita menghadapi persoalan yang sama ketika kita berangkat kuliah atau bekerja. Mungkin kita berjumpa dengan orang-orang yang tidak kita sukai atau yang tidak menyukai kita, atau menemukan permasalahan yang tidak menyenangkan. Seringkali kita tidak dapat merubah situasi. Hal yang paling mungkin adalah merubah diri sendiri. Hal itu dapat terjadi dengan pertolongan Roh Kudus.

Teman-teman yang terkasih,
Dalam Kisah Para Rasul, para murid mewartakan kebangkitan Yesus dengan penuh suka-cita. Dalam hal ini mereka tidak hanya mengatasi rasa takut saja tetapi mengatasinya dengan penuh suka-cita. Hal ini penting mengingat banyak orang mengatasi rasa takut dengan kemarahan bahkan brutal. Orang-orang yang brutal dan penuh kekerasan sebenarnya dilandasi oleh rasa takut yang luar biasa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa bersuka-cita agar kita terhindar dari hal-hal yang negatif. Suka-cita sejati yang berasal dari Roh Kudus itu bukan persoalan bersenang-senang melulu tetapi sikap hati yang senantiasa sadar bahwa Tuhan menyertai kita.

Orang yang bersuka-cita, saat mengalami kegagalan atau kesusahan tidak akan putus asa atau menggerutu atau menyalahkan pihak lain. Ia yakin bahwa Tuhan sedang mendidiknya untuk menjadi pribadi yang tangguh. Orang yang bersuka-cita, saat mengalami kesenangan tidak akan lupa diri. Ia akan menyadari bahwa kesenangan ini berasal dari Tuhan dan dapat dibagikan kepada sesama. Itulah cara kerja Roh Kudus yang membawa suka-cita yang tak akan lenyap oleh apapun.

Teman-teman yang terkasih,
Dalam menanggapi hari raya Pentakosta ini marilah kita mohon rahmat dari Tuhan agar kita senantiasa menyadari bahwa Roh Kudus selalu menyertai kita semua. Roh yang membawa kita pada kekuatan dan suka-cita. Amin.

TAMBAHAN:
Mari kita doakan juga para korban teroris dimanapun berada terutama yang baru saja terjadi di London. Jangan lupa pula mendoakan para teroris, seperti yang didoakan oleh Yesus sendiri: ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Salam,

Profil Penulis

antonius.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ
Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.
Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.