piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 18 Juni 2017 - HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

brot logo v1

Bacaan Injil: Yoh 6:51-58(HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS)

Yoh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Yoh 6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
Yoh 6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
Yoh 6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
Yoh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
Yoh 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
Yoh 6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
Yoh 6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Sumber http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

corpo-e-sangue

Sumber : http://www.mirifica.net/2016/05/25/hari-raya-tubuh-dan-darah-kristus-luk-911b-17/

Homili:

Kristus yang Nyata
Penginjil Yohanes dikenal sebagai murid Yesus yang sangat spiritual. Salah satu contoh tulisannya ialah kitab Wahyu. Di sana, tingkat spiritualitasnya dituangkan dalam simbol-simbol yang kebanyakan tidak ditemukan dalam dunia nyata. Juga ketika dia berbicara mengenai Yesus Kristus sebagai terang Allah, permenungannya tidak mudah dicerna. Hari ini kita menikmati salah sebuah permenungannya menyenai Yesus yang bersatu dengan Bapa dan menginginkan kita (manusia) ambil bagian dalam persatuan itu:
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
Bahasa manusia yang terbatas sering tidak cukup untuk mengungkapkan suatu gagasan atau perasaan dari pembicara. Itulah sebabnya dalam puisi-puisi, atau dalam pemikiran yang mendalam muncullah banyak kata-kata yang simbolik. Simbol-simbol itu tetap menggunakan bahasa manusia. Imaginasi yang ditimbulkan lantas memberi ruang kepada para pendengarnya untuk menangkap kedalaman makna yang tak mudah terkatakan. Kemungkinan, kondisi semacam inilah yang dialami oleh Yesus dan ditangkap oleh Yohanes. Oleh karena itu, ketika Yesus berbicara mengenai daging dan darah, hal itu tidak dimaksudkan sebagai daging dan darah manusiawi.
Yesus mengatakan bahwa daging dan darahNya adalah benar-benar makanan dan minuman. Kebenaran yang dimaksudkanNya saya kira bukan kebenaran manusiawi melainkan kebenaran ilahi. Itulah sebabnya perdebatan menjadi ramai karena orang berpikir bahwa Yesus mengajar mereka untuk menjadi kanibal. Pelurusan maksud Yesus nampak ketika dikatakanNya: „Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.“ Ia mau mengatakan bahwa kebenarannya ialah kesatuan diriNya dengan Bapa. Hidup dan misiNya yang adalah untuk Bapa. Yesus adalah pribadi yang benar-benar membawa manusia kepada Allah.
Dalam bahasa Indonesia, para orang tua sering menyebut anak turun mereka sebagai „darah-daging“ mereka. Mengapa tidak diperbincangkan juga tulangnya? Bukankah manusia tidak hanya terdiri dari darah dan daging saja? Ini simbolik. Imaginasi yang ditimbulkan ialah bahwa di dalam pribadi anak-anak itu mengalirlah darah seperti miliknya dan bertumbuhlah daging seperti yang ada padanya. Keduanya sudah menggambarkan keutuhan dan kebanggaan akan anak turun dari orang tua. Ketika kita mendengar istilah itu kita bisa membayangkan betapa erat relasi yang mengikat orang tua terhadap anak turun mereka itu, seakan tak terpisahkan.
Undangan Gereja pada hari ini ialah agar kita mencintai Yesus sebagai Sabda Allah. Kita perlu ‚mengunyah-ngunyah’ kelezatan SabdaNya agar merasuk menjadi daging kita. Kita perlu untuk ‚meneguk-neguk’ kesegaran SabdaNya agar mengalir dalam nadi darah kita. Dalam hal ini Ekaristi menjadi peristiwa rohani setiap kali kita rayakan. Ekaristi menjadi peristiwa simbolik namun benar-benar nyata dan lantas memberi energi serta kesegaran dalam hidup sehari-hari. Dalam perayaan Ekaristi, kita diajak untuk tidak hanya mendengarkan SabdaNya melainkan juga menerima seluruh pribadiNya karena cinta kepadaNya. Pada saat itulah kita, manusia lemah, mengarah kepada kebersatuan (keserupaan) dengan Allah (citra Allah).
Ekaristi adalah peristiwa pewartaan Sabda dan perjamuan pemberian diri. Marilah kita berdoa memohon kepada Allah peneguhan iman akan Tubuh dan Darah Kristus yang merasuki energi kita, memberi kekuatan yang lebih, dan ketabahan yang tulus. Semoga ketika kita bicara kita membawa sabdaNya. Ketika kita makan, kita mengingat perjamuanNya. Itulah keseharian kita. Tuhan memberkati!

Salam,

Profil Penulis

pastur_rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.