piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 25 Juni 2017 - Hari Minggu Paskah VII

brot logo v1

Bacaan Injil: Mat 10:26-33

Mat 10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Mat 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
Mat 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Mat 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Mat 10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Mat 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Mat 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Fürchte dich nicht

Sumber : https://www.diebibelnachrichten.de/f%C3%BCrchte-dich-nicht/

Homili:

Jangan Takut

Tahun 2009, band Jerman, Silbermond mendendangkan tembang „Irgendwas bleibt“ (sesuatu yang tetap). Lagu ini sangat menarik, melodinya enak didengar dan kata-katanya menyapa hati. „Gib mir`n kleines bisschen Sicherheit in einer Welt, in der nichts sicher scheint. Gib mir in dieser schnellen Zeit irgendwas, das bleibt“ (Berikanku sedikit kepastian dalam suatu dunia, dimana tak ada yang tampaknya pasti. Berikanku pada masa yang cepat ini sesuatu yang tetap). >>> (Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=GsRuJjgyZdQ).

Lirik lagu ini menyentuh hati dan pikiran banyak orang, karena di sana ia mengungkapkan keinginan manusia akan kepastian. Keinginan akan kepastian tetap ada, sangat fundamental dan berakar dalam diri setiap orang. Setiap manusia terlahir ke dunia dengan keinginan dimaksud dan ia mempertahankan keinginan ini sepanjang hidupnya. Perasaan akan kepastian merupakan kebutuhan primer dan menjadi syarat dasariah untuk hidup. Keinginan akan kepastian ini secara permanen menentukan cara hidup kita (cara pikir dan tata tindakan).

Keinginan akan masa depan yang pasti memotivasi anak-anak (siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi) untuk mendulang ilmu dan keahlian sebanyak mungkin. Keinginan untuk tetap hidup sehat membuat orang makan, minum, istirahat dan olahraga secara teratur. Keinginan akan jaminan kesehatan dan hari tua mendorong orang untuk mengikuti ansuransi.

Kerinduan akan sesuatu yang pasti dalam hidup ini juga dilandasi ketakutan, entah ketakutan kecil maupun ketakutan besar, entah sedikit maupun banyak. Setiap orang merasa takut. Takut merupakan perasaan yang manusiawi. Perasaan ini sangat eksistensial dan menjadi bagian dari hidup kita manusia. Oleh karena itu kita tidak boleh menyangkal adanya rasa takut dalam diri kita.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam diri manusia, maka rasa takut tentu saja bukan bersifat negatif. Rasa takut juga bisa menjadi bentuk perlindungan diri. Ia dapat membantu kita untuk mengenal bahaya atau mengelak dari bahaya. Seorang studen yang takut gagal, ia akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar dan tidak pernah puas dengan prestasi kecil yang dicapai. Di sini rasa takut terhadap kegagalan menjadi motivasi yang baik untuk belajar dengan tekun.

Rasa takut juga mempunyai aspek negatif. Rasa takut membuat orang selalu tidak bebas untuk hidup. Rasa takut membuat orang tidak bebas bergerak. Rasa takut menghilangkan kegembiraan dalam diri. Rasa takut membuat orang tidak menikmati hidup atau hidup dengan kecemasan untuk melakukan kesalahan. Rasa takut bisa berkonsekuensi yang fatal; ia mempersempit cara pandang dan cara hidup serta melumpuhkan manusia.

Kitab suci – baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru – mengajak kita untuk tidak takut: Jangan takut! Dalam injil hari ini sebanyak tiga kali Yesus menyerukan „jangan takut“. Seruan Yesus yang dilukiskan penginjil Matius tentu lahir dari situasi penindasan dan tantangan yang dihadapi para murid Yesus di tengah praksis hidup iman mereka. Yesus mengajak para murid-Nya untuk jangan takut kepada manusia yang menentang mereka. Di tengah seruan ini Yesus menjamin bahwa apapun situasi yang dihadapi para murid-Nya, mereka tetaplah orang yang sangat dikasihi Tuhan dan sangat berharga di mata Tuhan. Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya dalam situasi apapun, terutama ketika umat-Nya menderita, ketika umat-Nya berjuang. Di tengah kesadaran akan kehadiran Tuhan, seorang beriman boleh yakin bahwa Tuhan tidak pernah meningalkannya. Tuhan tetap setia. Kesetiaan Tuhan sungguh tak terbatalkan, juga ketika manusia tidak setia kepada-Nya dan membelot dari jalur Tuhan.

Di tengah kesadaran akan Tuhan yang setia dan selalu mengasihi kita, kita boleh hidup dengan bebas dan berani. Dalam keyakinan akan penyertaan Tuhan, kita hendaknya tidak membiarkan diri dilumpuhkan oleh rasa takut dan cemas.

Rasa takut dan cemas adalah hal yang wajar dan manusiawi, namun rasa takut tidak boleh membuat kita tidak bebas dan terikat. Sebagai anak Tuhan hendaknya kita hidup bebas di hadapan-Nya, agar kita bisa bertumbuh dan berkembang. Mari kita berusaha sekian rupa, agar kita tidak boleh membiarkan rasa takut, panik dan cemas yang bernuansa negatif menjadi pemenang dan penentu irama hidup kita. Amin.

Salam,

Profil Penulis

pastur_rosa.jpg
Romo Dr. Fidelis Waton SVD, lahir di Wailolong/Flores, Alumnus Humboldt Universität zu Berlin, Pamong Rohani KMKI dan Pengajar Filsafat di Philosophisch-Theologische Hochschule SVD Sankt Augustin.

 

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.