piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 16 Juli 2017 - Hari Minggu Biasa XV

brot logo v1

Bacaan Injil: Mat 13:1-23

Mat 13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
Mat 13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
Mat 13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Mat 13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Mat 13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Mat 13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Mat 13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
Mat 13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
Mat 13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Mat 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
Mat 13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
Mat 13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Mat 13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Mat 13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Mat 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat
tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Mat 13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Mat 13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Mat 13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
Mat 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
Mat 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
Mat 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Mat 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Nature Beauty

Sumber : http://free4kwallpaper.com/peaceful-pond-nature-4k-wallpaper/

Homili:

Keilahian Alam

Entah kapan mulainya, dunia kita semakin dipenuhi dengan hoax. Banyak sekali berita-berita yang dipelintir atau ngawur tak berdasar yang memang bertujuan untuk menyesatkan orang lain. Bila orang lain tersesat, para penyebar hoax itu akan mendapatkan keuntungan. Kesesatan informasi itu menyebabkan kebingungan pengguna informasi. Mereka tidak lagi pasti mana yang bisa dijadikan pegangan dan mana yang tidak.

Ketika dunia maya belum berjaya, banyak orang menerima hanya sedikit informasi, namun tidak mengalami kebingungan seperti sekarang. Memang sudah ada berita bohong alis hoax, namun tampaknya tidak sesemarak jaman ini. Untuk menepis informasi bohong, seseorang disarankan untuk lebih membuka mata dan telinga, mengkritisi semua berita dan tidak termakan provokasi buta.

Injil hari ini berkisah tentang peristiwa alamiah: tumbuhnya benih. Yesus menggunakan kisah itu sebagai perumpamaan atas bermacam ragam orang yang mendengarkanNya. Yesus mengajak setiap pendengarnya mengerti Firman Allah karena mereka mempunyai telinga. Dia mendorong pemujaNya untuk memahami Firman Allah karena mereka memiliki mata. Sayangnya, banyak yang tidak menggunakan anugerah telinga dan mata dengan bijaksana. Yesus menyitir nabi Yesaya: “Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.”

Bayangan saya, seseorang yang terombang-ambingkan oleh hoax kira-kira memiliki tabiat seperti yag pernah diucapkan nabi Yesaya itu. Oleh karenanya, undangan bagi kita semua adalah untuk membuka mata dan telinga, mengkritisi sekitar kita, terutama berita-berita yang masuk ke dalam hidup kita. Yesus meminta kita mengkritisi SabdaNya karena sering berupa perumpamaan yang di baliknya ada pesan mendasar bagi hidup kita. Kalau berita dunia maya saja harus kita telusuri sumbernya, apalagi Sabda Tuhan. Yesus menginginkan agar kita memahami sungguh Sabda dan kehendakNya.

Bagaimana kita sebagai umat beriman mengkritisi Sabda Tuhan? Permenungan saya sederhana. Yesus hari ini mengajar kita untuk belajar dari alam. Buka mata dan telinga terhadap peristiwa alam. Kisah alamiah itu menggambarkan warta surga. Cerita benih yang jatuh di tanah adalah salah satunya. Bukankah kita juga masih memiliki banyak peristiwa alam di sekitar kita pada jaman ini, tidak perlu ke gunung atau pantai? Pertanyaannya, berapa banyak peristiwa alamiah itu sudah atau pernah menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Berapa banyak peristiwa-peristiwa itu menjadi pengalaman yang membuka mata dan telinga kita? Berapa banyak yang membuat kita menangkap warta surga?

Allah menyediakan alam yang kaya dengan banyak hal, termasuk tabir rahasia warta surga. Semestinya juga kita mampu membuka mata dan telinga serta menikmati keilahian di balik peristiwa alam kita. Laksanakan saja karena alam adalah perumpamaan Sabda. Lihatlah orang-orang jaman purba yang menggali peristiwa alami dan mencapai kebijaksanaan ilahi. Hidup mereka penuh dan bergelimang makna. Semoga kita juga!

Tuhan memberkati.

Salam,

Profil Penulis

pastur_rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).

 

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.