piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 06 Agustus 2017 - Pesta Yesus Menampakan Kemuliaan-Nya

brot logo v1

Bacaan Injil: Mat. 17:1-9

Mat 17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Mat 17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Mat 17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Mat 17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mat 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Mat 17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.
Mat 17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!"
Mat 17:8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri.
Mat 17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

Kemuliaan  Yesus

Sumber : http://www.sesawi.net/wp-content/uploads/2017/08/Lentera-Keluarga-6-Agustus-2017.jpg

Homili:

Dalam sebuah adegan di film “The Mask of Zorro” dialog antara Padre Felipe dengan Kapten Harrison Love. Padre: “tolong [jaga kesopanan] ini rumah Tuhan”. Kapten Love: “jangan kuatir Padre, kami sudah akan pergi saat Dia [Tuhan] kembali”. Nitsche berkata: “Tuhan itu ada, tapi sekarang sudah mati”. Dalam sebuah film seri berjudul “The Preacher” diceritakan seorang pengkotbah yang mencari Tuhan yang menghilang entah kemana.

Sketsa-sketsa itu mewakili kegelisahan orang-orang modern tentang keberadaan dan peran Tuhan dalam kehidupan mereka di zaman ini. Ketika teknologi menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka, ketika ilmu pengetahuan sudah mulai banyak memberikan jawaban atas misteri-misteri kehidupan, orang sudah mulai mempertanyakan benar adakah Tuhan.

Pada saat-saat akhir mendekati penyalibanNya, intuisi Yesus merasakan akan timbul kegoncangan iman besar atas para murid jika ending kehidupan Yesus tidak se-happy yang sudah mereka cicipi ketika mengikuti Yesus jadi pengkotbah dan pembuat mukjizat di mana-mana. Maka Yesus mengajak 3 muridNya yang kemudian akan menjadi pilar terpenting Gereja-Nya untuk menyaksikan kemuliaanNya sebagai persiapan mental jika terjadi sad ending itu.

Inti pewartaan Injil hari ini adalah pada sabda Bapa, “inilah Anak yang Kukasihi. Dengarkanlah Dia”. Dengarkanlah Dia! Frasa itu yang menjadi fokus perhatian saya. Keraguan-keraguan iman muncul ketika orang sudah teralihkan perhatiannya oleh hiruk pikuk dunia, bisingnya teriakan-teriakan gagasan, dan jeritan-jeritan kepedihan.

Dengarkanlah Dia! Dengarkan! Dengarkan sabdaNya. Dalam konteks yang lain juga bisa berarti BACA sabdaNya. Dengarkan resonansinya dalam hatimu terhadap apa yang baru saja kamu baca. Maka kamu akan bisa menyaksikan kemuliaan Allah, bahkan dalam berbagai peristiwa harianmu yang belum tentu benar-benar bersinggungan dengan urusan imanmu.

Baca dan dengarkanlah Dia!

Salam,

Profil Penulis

romo_bimo.jpg
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Sejak tahun 1998 menjadi anggota Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dengan memasuki Novisiat MSF di Salatiga. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Saat ini melayani di Paroki Maria Himmelfahrt, Dietramszell, Bayern.

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.