piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 27 Agustus 2017 - Hari Minggu Biasa XXI

brot logo v1

Bacaan Injil: Mat. 16:13-20 (Hari Minggu Biasa XXI)

Mat 16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"

Mat 16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."

Mat 16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

Mat 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Mat 16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Mat 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Mat 16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Sumber http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

who-am-i-9nf24d

Sumber : https://makeameme.org/meme/who-am-i-9nf24d

Homili:

SIAPAKAH AKU INI


Semakin kita mengenal diri kita sendiri semakin terarahlah hidup kita.
Danang Bramasti, SJ


Teman-teman yang terkasih,

Jika anda ditanya, “Siapakah kamu itu?” Apa yang akan anda katakan? Apakah anda bisa menjelaskan dengan baik, siapakah kamu itu. Mungkin dari anda ada yang pernah ikut retret saat SMP dengan tema, Who am I? Mengenal diri sendiri itu sangat penting agar kita dapat menjawab pertanyaan Yesus, “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Dengan semakin mengenal diri sendiri, kita dapat semakin mengenal Tuhan.


Mengenal Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri mungkin dapat kita awali dengan pertanyaan, Saya ini siapa dan mau apa? Akan ada banyak jawaban dan kalian dapat memilih jawaban mana yang paling cocok dengan situasi diri anda saat ini. Coba teman-teman hening sejenak untuk menjawab pertanyaan itu... (hening)...

Mungkin ada yang kesulitan menjawab tetapi saya yakin kalian pasti punya jawaban yang baik. Mungkin ada yang menjawab:

Saya orang Indonesia yang studi di Jerman dan akan membangun Indonesia..
Saya ilmuwan yang akan mengembangkan ilmu untuk dunia yang lebih baik..
Saya adalah calon dokter yang akan bertugas di daerah terpencil di Indonesia..
Saya anak yang berbakti pada orang tua dan tidak akan mengecewakan mereka..

Hendaknya jawaban kita itu dapat terukur, terarah, dan idealis sehingga kita tahu bagaimana mengejarnya dan tahu sudah sampai mana upaya kita. Jawaban yang terkahir di atas memang baik tetapi terlalu ‘ngambang’ karena kita sulit mengukur situasi orang lain termasuk orang tua kita. Yakinlah jika kita berhasil dalam upaya kita maka mereka juga akan bahagia. Tentu saja, dalam hal ini, saya berbicara hal yang normatif atau yang baik.

Jika sudah menemukan jawaban, ‘pegang’ terus jawaban itu dan kejarlah. Jika ada yang belum pernah bertanya tentang hal itu, ini kesempatan bagimu untuk serius dalam menjawab. Penting sekali, bahkan sekali saja dalam seumur hidupmu, mengajukan pertanyaan itu pada dirimu sendiri, jika tidak maka hidupmu dapat terombang-ambing tanpa arah. Semakin kita mengenal diri kita sendiri semakin terarahlah hidup kita.

Ada orang-orang yang sejak dini sudah mengenal dirinya sendiri sehingga mereka tahu persis apa yang harus dilakukan. Yang paling spektakuler adalah Lionel Mesi. Sejak usia 5 tahun ia sudah main bola di lapangan. Ayahnya memang seorang pelatih bola namun Mesi kecil nampaknya gembira dalam bermain bola. Maka salah satu tanda orang yang telah menemukan dirinya adalah ia senantiasa bergembira, bersuka-cita dan penuh semangat dalam hidupnya.

Fenomena Lionel Mesi memang jarang. Pada umumnya orang mengenal dirinya setelah dewasa bahkan ada pepatah mengatakan: hidup dimulai pada usia 40. Lalu kapan kita dapat mengenal diri sendiri? Masalah usia bukanlah yang utama. Hal yang paling penting adalah pencarian terus menerus. Jangan lelah dan bosan untuk terus mencari diri sendiri. Hal ini dapat kita lakukan dengan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.

Ada sedikit tuntunan untuk mengenal diri yaitu, apakah hobimu. Hobi mungkin sekedar mengisi waktu luang namun demikian ada pula orang yang menemukan dirinya lewat hobi. Mereka menjadi begitu bersemangat dalam hidupnya karena punya hobi tertentu. Ada seorang yang lulusan sarjana nuklir namun ia menemukan dan mengenal dirinya sebagai seorang dirigen musik orkestra. Ia jauh lebih bahagia ketika menjadi dirigen ketimbang bekerja di laboratorium nuklir. Akhirnya ia menekuni musik dan menjadi dirigen yang terkenal. Bukan soal terkenal yang ia kejar, namun suka-cita lah yang ia kejar.

Suka-cita adalah tanda kehadiran Tuhan yang paling nyata. Jika kita bersuka-cita karena mengenal diri sendiri maka mengenal diri sendiri adalah jembatan untuk mengenal Tuhan.


Mengenal Tuhan

Dalam bacaan Injil, Petrus ditanya oleh Yesus, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Petrus menjawab dengan mantap, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Sementara banyak orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Jawaban Petrus memperlihatkan bahwa ia mengenal Tuhan Yesus. Bagaimana ia mengenal Yesus?

Pertanyaan ini diungkapkan oleh Yesus sesaat setelah Yesus mengadakan penggadaan roti dan ikan. Saat itu Petrus merasa sedikit bersalah karena tidak membawa roti sebagai bekal dan ia tidak dapat menolong orang banyak yang lelah dan kelaparan. Saat itulah Yesus membuat penggandaan roti dan ikan.

Peristiwa ini selain menyelamatkan orang banyak juga menyelamatkan Petrus dari rasa bersalah. Peristiwa ini membekas di hati Petrus demikian dalam sehingga ia yakin bahwa Yesus adalah Putra Allah yang hidup yang akan menyelamatkan bangsa Israel. Pada saat itulah sebenarnya Petrus mulai mengenali siapa dirinya. Ini adalah salah satu proses awal Petrus menemukan dirinya sendiri. Ada dua hal yang ia kenali dalam proses awal ini.

Pertama, ia mengenali diri sebagai orang yang tidak berdaya. Petrus menyadari bahwa ia tidak berdaya dalam menghadapi ribuan orang yang mengikuti Yesus. Apa lagi ketika Yesus meminta para murid memberi mereka makan, Petrus bukan hanya merasa tidak berdaya namun juga merasa bersalah tidak dapat melaksanakan perintah gurunya itu.

Kedua, ia mengenali dirinya sebagai orang yang diselamatkan oleh Yesus. Ini hal yang penting dalam proses panjang pencarian diri kita yaitu sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan. Jika kita tak pernah menyadari bahwa kita ini telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus maka kita juga tak akan pernah bersyukur atas hidup ini.


Diutus Oleh Tuhan

Sebagai murid Yesus kita juga diutus seperti para rasul yaitu menyebarkan cinta Tuhan di dunia ini. Kita dapat melaksanakan tugas perutusan itu dengan menggunakan talenta yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Jika kita tidak mengenal diri kita sendiri kita juga tak akan pernah mengetahui talenta apa yang ada dalam diri kita masing-masing. Dengan demikian juga kita tak akan pernah dapat melaksanakan perutusan itu.

Sebagai utusan, kita juga harus mengenal siapakah yang mengutus kita. Jika kita tidak mengenal siapa yang mengutus kita maka kita juga tak akan pernah dapat menjalankan tugas perutusan dengan baik. Semakin kita mengenal dengan baik siapa yang mengutus kita maka semakin kita dapat melaksanakan tugas itu dengan baik.

Oleh karena itu teman-teman yang terkasih,

Marilah kita mohon rahmat dari Tuhan agar kita dapat mengenal diri kita dan mengenal Tuhan Yesus sehingga kita dapat melaksanakan tugas perutusan kita dengan baik pula.

Salam,

Profil Penulis

antonius.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ ; Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta. ; Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.