piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 1 April 2018 - Hari Minggu Paskah Kebangkitan Tuhan

brot logo v1

Bacaan Injil: Yoh. 20:1-18

Yoh. 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yoh. 20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh. 20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Yoh. 20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Yoh. 20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Yoh. 20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
Yoh. 20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Yoh. 20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Yoh. 20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
Yoh. 20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
Yoh. 20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
Yoh. 20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
Yoh. 20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Yoh. 20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Yoh. 20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.",
Yoh. 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Yoh. 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
Yoh. 20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Jesus Resurrection

Sumber : https://br.pinterest.com/pin/325525879303043648/

Homili:

Kebangkitan Saat Ini Dan Di Sini

Bagi mayoritas orang Jerman Paskah dikaitkan dengan telur Paskah, kelinci Paskah atau pesta dan liburan awal musim semi dan sangat sedikit yang menghubungkannya dengan pesta kebangkitan Yesus. Menurut salah satu jajak pendapat 79 prosen penduduk Jerman mulai dari yang berusia 14 tahun tidak percaya akan adanya kebangkitan tubuh Yesus. Banyak orang sulit percaya akan adanya kebangkitan. Kebangkitan tidak masuk akal. Segalanya berakhir dengan kematian. Itu yg kita tahu, itulah salah satu kepastian, yang lainnya hanyalah khayalan manusia. Tak seorangpun yang hingga kini telah kembali dari dunia orang mati. Mungkin ada di antara kita yang dalam diam menderetkan diri dalam barisan demikian. Atau mungkin kita terpenjara dalam pandangan bahwa ini kan inti iman kita, bahwa Yesus bangkit dan kita akan bangkit. Kita terjerat dalam ketakutan bahwa jika saya menyangsikannya, maka saya akan dicap tidak beriman, kehilangan iman, dan sebagainya. Kita tidak perlu takut, jika kita sangsi atau meragukan kebangkitan: Para murid dahulu juga tidak begitu gampang percaya akan adanya kebangkitan tubuh Yesus. Kini kebanyakan orang Kristen begitu gampang berteriak, Kristus bangkit, alleluya. Coba jelaskan kepada saya apa artinya pekikan itu? Kita terlalu pasti dan dengan itu kita menjadikan iman kita sebagai pegangan yg kokoh dan pasti, padahal keraguan termasuk bagian dari iman, iman berarti membiarkan diri berjalan dalam kegelapan dengan harapan akan adanya cahaya pada ujung terowongan. Bahaya lain yg mengancam kita yg merayakan Paskah yakni otomatisme: Kita masuk dalam arus perayaan tanpa melihat lagi maknanya, dan hal ini dimungkinkan juga oleh tata liturgi kita: Jumat kita masih meratap dan kita bersorak-sorai.

Perdebatan soal kebangkitan tubuh Yesus pada prinsipnya bukanlah persoalan akal budi; ia termasuk dalam kategori iman yang pada akhirnya menagih keputusan pribadi setiap kita untuk percaya atau tidak percaya. Biarpun begitu kita tetap merayakan Paskah dan memaknainya sebagai perayan iman kita dengan keyakinan bahwa Tuhan kita bukanlah Tuhan yang mati, melainkan yang hidup. Paskah mewartakan bahwa hidup tidak dimusnahkan, dengan itu ia menjadi pesta harapan. Hidup itu berjalan terus, mendapat kelanjutan biarpun terdapat fakta kematian fisik. Dalam konteks ini hidup berarti hidup dalam Tuhan dan kelanjutan hidup dalam Tuhan. Keyakinan akan makna hidup demikian, maka kita hidup dan berkarya di dunia ini.

Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, yg bangkit. Inilah warta, pesan Paskah: Tuhan menghadiahkan kita hidup yang tidak musnah oleh realitas kematian. Warta Paskah ini tentu musik masa depan. Namun masa depan tersebut telah dimulai saat ini. Siapa yang percaya pada Yesus, ia telah mengalami kebangkitan bukan saja kemudian setelah kematian, tetapi justru saat ini. Kebangkitan dimulai kini dan di sini. Kebangkitan terjadi setiap saat. Paskah selalu terjadi di antara kita, karena dalam dunia ini bukan hanya ada kematian tubuh, melainkan terdapat banyak kematian sosial. Orang bisa mati sebelum kematian tubuh, ketika ia tidak lagi menemukan makna dalam hidupnya, ketika hidupnya tidak punya masa depan, ketika tak seorangpun ada untuknya, ketika tak seorangpun yang punya waktu untuknya, dan sebagainya. Paskah dengan ini merupakan gerakan untuk melawan budaya kematian, melawan budaya resignasi dan keputusasaan.

Kebangkitan telah dimulai di mana orang berani bangun dari kesulitannya dan kegagalannya, ketika ia tidak mau ditaklukan oleh pengalaman negatif. Paskah terjadi ketika orang sabar dan tabah menanggung beban, sakit dan penderitaan hidupnya. Paskah terjadi ketika orang setia memanggul salib hidup yang tak dapat dielakkannya. Kebangkitan mulai di mana orang boleh berdamai dan saling menyapa setelah sekian tahun atau bulan saling diam, ketika orang mulai berjabatan tangan dan berusaha untuk rukun kembali. Kebangkitan dimulai di mana orang meninggalkan egoisme, memperhatikan orang lain, menghibur orang lain, mendampingi orang lain sejauh ia mampu. Kebangkitan dimulai di mana orang memperjuangkan perdamaian, keadilan, harkat dan martabat manusia, serta kebenaran. Paskah itu ada ketika yang jatuh bisa bangun kembali, yang sendirian mendapat teman baru, yang buta bisa melihat kembali, yang takut kehilangan kecemasan, yang sakit tetap bertahan hidup, yang menangis sanggup kembali tertawa. Mudah-mudahan pengalaman Paskah demikian dianugerahkan kepada setiap kita – bukan saja pada masa Paskah, melainkan sepanjang hari-hari hidup kita. Amin.

Salam,

Profil Penulis

romo_fidelis.jpg

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.