piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 10 Juni 2018 - Hari Minggu Biasa X

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mrk. 3:20-35

Mrk 3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Mrk 3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Mrk 3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Mrk 3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
Mrk 3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
Mrk 3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Mrk 3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
Mrk 3:27 Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Mrk 3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Mrk 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Mrk 3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Mrk 3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

pharisee Jesus reaching out

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-cfXleTZ8Los/UXYwmfR57JI/AAAAAAAAG7E/j0ay_gqaCkg/s1600/pharisee+Jesus+reaching+out.bmp

Homili:

Saat Cinta Pada Tuhan Menjadi Sebuah Kegilaan

Tanda kegilaan pada Tuhan adalah ia sanggup berbuat baik pada semua orang bahkan terhadap yang membencinya sekalipun. - Romo Antonius Danang Bramasti SJ

 

Teman-teman yang terkasih,Tulisan ini menekankan tentang Yesus yang dianggap telah gila. Apa yang sesungguhnya terjadi sehingga Ia dikatakan gila bahkan kerasukan Beelzebul? Sebelum masuk pada Injil, ada baiknya kita lihat sedikit pernyataan Rasul Paulus.Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menuliskan, Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata.” Atau dapat dikatakan juga apa yang aku katakan itulah, apa yang aku percaya. Masalahnya adalah, apakah yang aku percaya sehingga dapat aku katakan? Dan lebih jauh lagi, apakah yang aku katakan dianggap gila oleh pihak lain?Dalam bacaan Injil, Yesus, oleh para saudaranya, dikatakan sebagai orang yang tidak waras lagi. Oleh ahli Taurat, Yesus dikatakan sebagai kerasukan Beelzebul. Yesus dicap sedemikian itu karena, terlebih pada, apa yang dikatakan-Nya. Apa yang sebenarnya dikatakan oleh Yesus?Banyak hal yang dikatakan oleh Yesus memang terlihat sangat menyimpang. Misalkan saja, sebelum peristiwa ini, Ia pernah berkata, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Perkataan Yesus ini tentu mengejutkan sebab secara hukum Yahudi hari sabat mereka tidak boleh bekerja. Tetapi Yesus yakin dengan apa yang dkatakannya sebab memang demikianlah adanya. Itulah sebabnya ia dikatakan gila bahkan kerasukan raja setan, Beelzebul.Namun demikian, teman-teman terkasih,Adakah yang lebih gila daripada seorang yang mengajak orang lain untuk mengampuni sesama bahkan sampai 7 kali 70 kali? Adakah orang yang lebih gila dari seseorang yang mengajak orang lain untuk mengasihi sesama, tidak hanya yang baik terhadap kita, bahkan mereka yang membenci kita? Ajakan yang sungguh gila ketika kita diajak untuk mengasihi juga musuh-musuh kita.Adakah orang yang gila dari seseorang yang mau berkorban, bahkan nyawanya, untuk sahabat-sahabatnya? Tindakan yang sangat gila adalah ketika Ia mau berkorban bahkan untuk mereka yang telah menganiaya-Nya. Ia rela disiksa dan disalib sampai mati demi menyelamatkan sesama manusia, siapapun itu. Itulah sebagian tindakan gila yang dilakukan oleh Yesus.Kata-kata dan tindakan Yesus, pada jaman itu, sungguh mengejutkan. Betapa tidak, semangat mereka adalah gigi ganti gigi, mata ganti mata. Tidak ada pengampunan, apa lagi mengasihi. Pengampunan hanya terjadi ketika pembalasan sudah terlaksana. Kasih hanya diberikan kepada mereka yang juga mengasihi kita. Mereka yang bukan bagian dari kita akan dianggap musuh, bahkan dianggap setan. Apa yang dikatakan Yesus bertentangan dengan anggapan dan keyakinan mereka sehingga Yesus dianggap bukan bagian dari mereka. Itulah sebabnya Ia dianggap setan.Teman-teman terkasih,Ada dua hal yang terkait dengan orang yang dianggap sebagai bersekutu dengan setan. Pertama, mereka adalah bukan kita. Kedua, karena mereka bukan kita dan dianggap setan maka mereka layak untuk dilenyapkan. Perkataan dan tindakan Yesus tidak sama dengan mereka, orang Farisi dan ahli Taurat, maka Ia dianggap bersekutu dengan setan. Karena Ia dianggap setan maka layak untuk dilenyapkan. Itulah yang terjadi pada Yesus.Oleh karena itu, teman-teman terkasih, hati-hatilah dengan pernyataan: Mereka bukan Kita, karena pernyataan ini sebenarnya mengandung unsur konflik yang luar biasa. Karena mereka bukan kita maka timbul anggapan kita adalah baik sedangkan mereka adalah jahat. Kita ada dipihak Tuhan dan mereka ada dipihak setan. Yang satu dianggap setan oleh pihak lain yang menganggap diri lebih benar. Ini adalah cikal bakal menyetankan pihak lain.Karena mereka bukan kita maka kita jangan bergaul dengan mereka. Karena mereka bukan kita maka mereka harus disingkirkan. Maka terjadilah orang yang membunuh orang lain dengan landasan pemikiran ini, yaitu membunuh atas nama Tuhan karena yang dibunuh dianggap sebagai setan. Mengerikan!Dalam hal ‘Kita dan Mereka’ Yesus menekankan bahwa siapapun yang berkehendak baik adalah saudara dan saudari Tuhan Yesus sendiri. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak sepaham dengan dengan kehendak baik kita? Jawabannya sederhana: kasihilah! Kasihilah musuh-musuhmu seperti dirimu sendiri! Tidak ada menyetankan pihak lain yang berseberangan dengan kita. Itulah kunci keselamatan kita.Terkait dengan hal kegilaan, apakah ada yang pernah dianggap gila oleh orang lain karena perbuatan baik kita? Dalam sejarah manusia, banyak orang dianggap gila karena kebaikan mereka. Dalam sejarah modern ini, adakah yang lebih gila dari apa yang dilakukan oleh Ibu Teresa dari Kalkuta? Ia mendatangi orang yang paling menderita lalu dibawa pulang, dibersihkan dan tak lama kemudian orang itu meninggal. Banyak yang menganggap ibu Teresa melakukan hal yang gila dan bahkan sia-sia. Namun tindakan yang dilakukan oleh Ibu Teresa itu menunjukkan cinta yang mendalam pada sesamanya. Tak ada yang sia-sia dalam hal mencintai sesama. Bahkan ketika hal itu dianggap gila. Ibu Teresa juga menolong orang-orang yang membencinya. Sungguh gila! Mungkin orang-orang suci itu dihinggapi kegilaan akan kebaikan. Mereka sungguh tergila-gila pada Tuhan sehingga sanggup melakukan hal gila demi cintanya pada Tuhan. Tanda kegilaan pada Tuhan adalah ia sanggup berbuat baik pada semua orang bahkan terhadap yang membencinya sekalipun.Teman-teman terkasih,Ibu Teresa dari Kalkuta pernah mengatakan, “Lakukanlah hal biasa dengan luar biasa.” Dalam hal ini saya katakan, “Lakukanlah hal biasa dengan kegilaan pada Tuhan. Sebagai pelajar, apa yang dapat anda lakukan dengan penuh kegilaan? Tentu saja belajar. Belajar dengan gila-gilaan, sebagai tanda cinta pada Tuhan. Tanpa landasan cinta pada Tuhan, apa yang kalian pelajari akan sia-sia bahkan menghancurkan kemanusiaan.Pelajarilah sesuatu dengan gila-gilaan untuk kesejahteraan manusia. Mungkin anda dapat diatakan gila namun yang penting sepanjang anda yakin itu baikk lakukanlah. Tuhan akan menuntun jalanmu. Janganlah belajar sambil lalu saja apa lagi asal lulus. Dulu, Galileo Galilei memplejari astronomi dengan luar biasa sampai ia dianggap gila dan bahkan bidaah oleh gereja Katolik. Namun gereja Katolik kemudian mengakui kesalahannya dan merehabilitasi nama Galileo. Oleh karena itu, teman-teman yang terkasih,Marilah kita mohon rahmat dari Tuhan agar kita pertama-tama tergila-gila pada Tuhan Yesus, dan kemudian lakukanlah kegilaan untuk kesejahteraan manusia, membangun budaya kehidupan dan peradaban kasih. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo danang.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ

Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.