piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 5 Agustus 2018 - Hari Minggu Biasa XVIII

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Yoh. 6:24-35

Yoh 6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
Yoh 6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
Yoh 6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Yoh 6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Yoh 6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
Yoh 6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
Yoh 6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Yoh 6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
Yoh 6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Yoh 6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Yoh 6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
Yoh 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Eat Pray Love

Sumber : http://blog.pianetadonna.it/italianwords/wp-content/uploads/2015/10/eat-pray-love.jpg

Homili:

Eat, Pray, And Love

Doa yang benar akan menghilangkan kelaparan duniawi dan hidupnya mengarah pada Tuhan. - Romo Antonius Danang Bramasti SJ

 

Teman-teman yan terkasih,Bacaan Injil kali ini bicara soal makan. Hal yang aneh adalah, Yesus mengidentikan diri-Nya sebagai makanan. Yesus adalah roti yang harus dimakan agar kita hidup. Hal yang lebih aneh lagi adalah, Roti ini bukanlah sembarang roti karena dengan makan roti ini kita tak akan lapar lagi. Roti macam apakah ini? Sebelum menjawab hal ini, ada baiknya mengingat kembali apakah makanan itu. Sederhana sekali pertanyaan ini namun mungkin kita lupa makna makan. Tulisan ini akan bicara soal makan dan doa. Apa kaitan antara makan dan doa?Teman-teman yang terksih,Apakah ada yang pernah lupa makan siang atau malam? Atau mungkin lupa sarapan. Atau mungkin lupa bahwa sehari ini belum makan? Lalu apa dampaknya ketika anda lupa makan seharian? Macam kemungkinan dapat terjadi. Ada yang masuk angin, lemes bahkan mungkin pingsan. Itu kalau kita lupa makan. Bagaimana kalau kita makan makanan tertentu?Apa yang terjadi kalau kita banyak makan petai? Selain rasa puas, bagi yang suka, karena telah menghabiskan satu rantai petai, dampak yang lain adalah nafas yang bau petai. Atau makan durian, apa dampaknya? Mungkin ada yang kolesterol tinggi, mungkin juga ada yang mual, bahkan dengan baunya. Nah itu tadi bicara soal makna makan. Ada dampak yang signifikan antara tubuh kita dengan makanan. Makanan mempengaruhi raga kita. Sekarang kita bicara soal doa.Teman-teman yang terkasih,Adakah diantara kalian yang pernah lupa berdoa? Apa dampaknya jika kalian lupa doa malam? Atau lupa berdoa selama sehari? Apakah anda masuk angin, lemes, atau bahkan pingsan? Mungkin ini pertanyaan konyol tetapi semoga dapat menyadarkan kita bahwa seringkali kita tidak menyadari dampak pada diri kita jika kita lupa berdoa. Padahal kalau kita mau menyetarakan antara doa dan makan, maka seharusnya punya dampak yang sama terhadap diri kita. Yang satu berdampak pada fisik, dan yang lain berdampak pada rohani.Kesadaran akan makna ini sangat penting agar kita dapat mawas diri. Jangan lupa makan atau jangan terlambat makan karena dapat membuat tubuh ini sakit. Tetapi apakah kita juga sadar bahwa makna makan itu juga memiliki dampak yang sama dengan makna doa? Tidak makan kita sakit, demikian pula tidak doa kita juga bisa sakit.Jika kita lupa berdoa, mungkin kita tidak langsung merasakan sakit seperti jika kita lupa makan. Namun sebenarnya punya dampak yang sama, yaitu sakit. Lupa berdoa akan berdampak pada sakit secara psikis. Sakit secara rohani. Apakah kita pernah merasakan stres, lalu marah-marah terus tanpa sebab. Mudah tersinggung dan mutung? Ini adalah ciri khas orang yang sering lupa berdoa. Mengapa?Doa yang benar selalu mengarah pada rasa syukur. Bahkan dapat dikatakan tanda oang beriman adalah senantiasa bersyukur apapun yang terjadi. Jika dihina, ia akan bersyukur karena mengerti betul bagaimana tidak enaknya dihina sehingga ia belajar untuk tidak menghina orang lain. Yesus menasihati: apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan padamu, jangalah lakukan itu pada orang lain. Jika disakiti, maafkanlah. Itu juga nasihat Yesus. Bagaimana kalau terus disakiti? Maafkanlah sampai 7 kali 70 kali 7 kali.. wah tak terhingga pokoknya. Menarik sekali bahwa doa ternyata punya cara kerja yang sama dengan makan yaitu pengulangan. Kemarin sudah makan, mengapa hari ini harus makan lagi? Kemarin kan sudah berdoa, megapa hari ini harus berdoa lagi. Kemarin saya makan nasi, nanti juga makan nasi. Kemarin saya berdoa Bapa Kami, sekarang saya juga berdoa Bapa Kami. Makanan memprodkusi kembali energi raga kita dan doa memproduksi kembali energi rohani kita. Makan menyehatkan raga, berdoa menyehatkan jiwa. Namun ada yang berbeda dalam penjelasan Yesus.Yesus menjelaskan, bahwa makanan ragawi akan membuat kita lapar lagi namun makanan rohani, yaitu Tubuh-Nya sendiri, tidak akan membuat kita lapar lagi. Apa yang membedakan? Makna lapar adalah keinginan untuk memuaskan hal yang duniawi. Mislnya, ada pejabat pemerintah yang bergaji 100 juta per bulan. Namun demikian ia tetap saja korupsi. Ada apa ini? Inilah kelaparan duniawi. Doa yang benar akan menghilangkan kelaparan duniawi seperti itu dan hidupnya mengarah pada Tuhan.Hidup yang mengarah pada Tuhan bukan berarti ia tidak mendapatkan apa-apa secara duniawi. Yesus mengatakan, setiap pekerja layak mendapatkan upahnya. Namun ia tidak akan menjadi kelaparan secara duniawi. Orang yang mengunyah Sabda Tuhan akan senantiasa eling lan waspada atau ingat akan Tuhan dan berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata. Seperti dalam doa Bapa Kami: .. Berilah rejeki pada hari ini.. Dan nasihat Yesus, kesusahan hari ini cukuplah untuk hari ini. Jika kita senantiasa berdoa seperti itu, yakinlah kita tak akan kelaparan lagi.Teman-teman yang terkasih,Marilah kita mohon rahmat dari Tuhan agar kita senantiasa ingat akan makna makan dan kita kaitkan dengan makna doa. Makanan rohani tak akan pernah membuat kita lapar lagi melainkan senantiasa berbagi rahmat Tuhan kepada sesama dengan penuh kasih. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo danang.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ

Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.