piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Music Industry

Musik, ternyata bukan sekedar denting rangkaian nada untuk dinikmati. Musik itu ternyata bisnis!

Musik, terasa penting artinya dalam mengisi kehidupan ini. Jika anda jenuh, anda bisa mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran. Di cafe-cafe, pasti diputar musik untuk menghidupkan suasana disana. Bahkan sebagian orang menggunakan musik untuk membantu mereka agar bisa lebih berkonsentrasi jika belajar.

Tapi, pernahkah anda merasa bosan dengan musik yang anda dengarkan? Atau pernahkah anda merasa bahwa musik yang diputar di radio atau di channel TV hanyalah musik yang itu-itu saja, diputar berulang kali? Pernahkah anda bertanya, mengapakah stasiun radio tidak memutar lagu-lagu lainnya sehingga pendengar tidak bosan?

Atau pernahkah anda berpikir lebih extrem, bahwa ada yang mengontrol secara konstan, musik-musik yang diputar di radio-radio dan di channel-channel TV anda? Anda benar jika pernah berpikir demikian, setidaknya itu yang terjadi di Amerika.

Fakta tersebut diungkapkan di video clip Korn untuk lagunya yang berjudul ?Y?all Want A Single?? Disebutkan bahwa satu perusahaan memiliki 5 video channel besar di US dan dua konglomerat radio mengontrol selera 42% pendengarnya.

Setidaknya ada 100 lagu baru yang dikeluarkan setiap minggu oleh industri musik, namun hanya 4 lagu yang dimasukkan ke dalam playlist radio-radio. Dapatlah dimengerti jika 90% total album yang diproduksi tidak menghasilkan keuntungan, sedangkan tahun lalu 5 perusahaan rekaman berhasil menjual ?musik mereka? sebesar total 25 milyard US $. Lagu-lagu yang berada di Top 40 pun diulang lebih dari 100 kali per minggu. Maka tak heran jika kamu merasa mendengar lagu yang sama terus-menerus. Monopoli dalam bisnis musik?

Dalam interview dengan Radiohead dan Incubus, mereka menyatakan bahwa industri musik sekarang berada dalam masalah. Mengapa? Karena mereka tak menawarkan apa yang orang-rang ingin dengarkan, orang-orang merasa bosan dengan musik-musik monoton yang ditawarkan oleh industri musik, yang diputar di radio-radio. Maka, orang-orang mencari suatu jalan lain untuk mendapatkan dan mendengarkan musik yang lain. Dan akhirnya, industri musik memilih untuk menyalahkan internet atas kerugian mereka.

Radiohead mengaku dalam 2 tahun awal berdirinya, mereka mendapat bantuan dana untuk tour mereka. Namun ketika musik mereka yang baru tak ?seirama? dengan apa yang berlaku di pasaran industri musik (= nge?trend), dana hilang, tak ada bantuan lagi untuk membuat video clip dan rekaman mereka sama sekali.

Music monopoly? Apakah selera musik anda terbentuk dari lagu-lagu yang diputar berlulang-ulang di radio? Apa anda sekarang bisa independen dan menentukan selera musik anda sendiri?

"If the music company goes down ... bubye. Good riddance!" ~Radiohead

 

  "... I'm more concern about them hearing the music than how they get it." ~Incubus

 

Alvy Adrianta & Renier-Martin Surjanto

Dirangkum dari Launch @ Yahoo! : http://launch.yahoo.com

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.