piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Brot Minggu 17.08.2014 - Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia: Integritas Batin dan Integritas Diri

brot logo v1

Bacaan Injil: Matius 22:15-21

[15] Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. [16] Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.” [17] Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” [18] Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? [19] Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” [20] Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” [21] Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Selengkapnya:

Brot Minggu 10.08.2014 - Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga: Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu

brot logo v1

Bacaan Injil: Lukas 1:39-56

[39] Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. [40] Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. [41] Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, [42] lalu berseru dengar suara nyaring : “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” [43] Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? [44] Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang ada di rahimku melonjak kegirangan. [45] Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

Selengkapnya:

Apa sih Brot?

brot logo v1

Apa sih Brot? Berawal dari ide Nicolas Tedjadharma (Koordinator Pusat KMKI 2014), mengamati admin grup FB KMKI yang giat share renungan-renungan inspiratif. Kenapa gak bikin renungan yang spesial, bukan hanya nge-link renungan dari website lain, tapi khusus meminta kesedian Pastur-pastur untuk membuat renungan KMKI! ^^

Selengkapnya:

Brot Minggu 03.08.2014 - Hari Minggu Biasa XVIII: Mujizat itu Nyata

brot logo v1

Bacaan Injil: Matius 14:13-21

[13] Setelah Yesus mendengar berita itu, menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. [14] Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.[15] Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “ Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.“ [16] Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” [17] Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.“ [18] Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku“ [19] Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. [20] Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. [21] Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Selengkapnya:

Perlu Mental Baja Saat Studi di Luar Negeri

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang punya mimpi dan keinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Yang terlintas, studi di luar negeri akan mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Selain itu, mengecap pengalaman budaya dan sosial di negeri lain. Akan tetapi, cerita bisa saja menjadi jauh dari apa yang dibayangkan. Para pelajar bisa saja gagal menyelesaikan studinya lantaran tidak memiliki mental baja saat menjalaninya.

Selengkapnya: