piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

LONG ROAD TO HEAVEN - Makna Di Balik Sebuah Tragedi

Long Road To Heaven adalah sebuah film drama, bukan dokumenter, yang menceritakan kisah di balik tragedi bom Bali. Film ini adalah film pertama yang mengisahkan secara terbuka mengenai tragedi bom Bali yang menggemparkan seluruh dunia.

 

Judul : Long Road To Heaven, Makna Di Balik Sebuah Tragedi
Jenis Film : Drama
Pemain : Alex Komang, Raelee Hill, Mirrah Foulkes, Surya Saputra
Sutradara : Enison Sinara
Produksi : Kalyanashira Run Time
Durasi : 100 menit
Rilis : 25 Januari 2007

Setelah sukses dengan dua film sebelumnya, yaitu Arisan! dan Berbagi Suami, Nia Dinata kembali menyuguhkan sebuah film yang berjudul Long Road To Heaven, Makna Di Balik Sebuah Tragedi. Long Road To Heaven adalah film drama, bukan dokumenter, yang menceritakan kisah dibalik tragedi bom Bali. Film ini adalah film pertama yang mengisahkan secara terbuka mengenai tragedi bom Bali yang menggemparkan seluruh dunia. Sebuah ide yang sangat baik untuk membuat film yang berkualitas, karena tragedi bom Bali memang tidak hanya membuat Indonesia terpuruk tapi juga secara tidak langsung mengajak seluruh dunia ikut berduka. Begitu banyak korban yang berjatuhan, membuat banyak prasangka bermunculan. Film ini mengajak kita untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa bom Bali dan berusaha menjawab banyak kesalahpahaman dan prasangka yang telah menimbulkan banyak kebencian dan kemarahan.

Film ini tidak hanya mengisahkan mengenai para teroris tapi membaginya menjadi tiga alur cerita. Ketiga alur ini disusun dalam waktu yang berbeda dan dimunculkan secara bergantian. Didalamnya dikisahkan mengenai Hannah Catrelle, Haji Ismail, Liz Thompson, Wayan Diya, dan para teroris.

Alur pertama adalah bagaimana para petinggi teroris, termasuk Hambali (Surya Saputra), Muklas, Zulkifli, Dr Azahari, serta beberapa nama lainnya menggelar pertemuan di Thailand untuk merencanakan target pengeboman. Selain penggambaran dialog yang penuh intrik, juga terungkap bahwa target awal pengeboman adalah pangkalan Angkatan Laut Amerika di Singapura. Disisi lain, terlihat pula bagaimana hubungan tidak harmonis antara Amrozi dan adiknya Ali Imron dengan Imam Samudra yang saat itu berada di Bali. Amrozi menganggap Samudra sebagai pemimpin operasi yang tidak becus.

Alur berikutnya adalah Hannah Catrelle (Mirrah Foulkes), peselancar Amerika yang melihat langsung peristiwa pengeboman. Hannah yang ikut membantu korban bersama para relawan lainnya bertemu dengan Haji Ismail, pria muslim yang tinggal di Bali serta seorang pria Australia yang mencari anaknya yang hilang.

Alur terakhir adalah Liz Thompson (Raelle Hill), wartawan Australia yang datang ke Bali tujuh bulan setelah pengeboman. Ditemani oleh Wayan Diya (Alex Komang), supir taksi yang kehilangan salah satu keluarganya pada tragedi tersebut, Liz menyadari fakta yang mengubah pandangannya.

Film ini mengajak kita untuk mengerti bagaimana sebuah tragedi dapat memperkuat solidaritas antar manusia tanpa memandang kewarganegaraan, ras, maupun agama. Long Road To Heaven bukanlah sebuah film yang mudah dimengerti, karena itu saat sedang menonton kita harus benar-benar fokus agar dapat mencerna dengan baik apa yang disampaikan. Jika salah mengartikan makna dibalik film ini, tidak menutup kemungkin film ini dapat menimbulkan sebuah kontroversi baru.

Sayangnya film ini terlihat kurang matang dalam pembuatannya, hal ini bisa di lihat dalam beberapa adegan yang terlihat kurang sempurna dan detail. Salah satu contohnya adalah saat Amrozi keluar dari ruang persidangan. Mungkinkah seorang pelaku pemboman yang telah menjatuhkan banyak korban hanya dijaga oleh dua orang polisi? Dan juga ada beberapa adegan lain yang penggarapannya terlihat kurang memuaskan, tapi semua itu bisa ditutupi dengan akting para pemain yang dapat diacungi jempol. Jalan ceritanyapun cukup menarik untuk dinikmati, karena film ini berusaha untuk memahami keadaan yang terjadi dari segala sudut pandang, yaitu para pelaku pemboman, keluarga korban dan masyarakat asing. Kekurangan yang terlihat dalam film ini sepertinya dapat dimaklumi melihat begitu banyak makna yang dapat kita ambil didalamnya. Selebihnya film ini cukup layak untuk dinikmati.

Selamat menonton!

oleh: Atha

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.