piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Chartres 2004

Minat ngga kalo ditanya, "Mau ikutan jalan salib di Perancis selama 2 hari 1 malam?" (Untuk catatan, yang dimaksud 2 hari itu benar-benar 2 hari jalan kaki sambil membawa ransel isi keperluan pribadi.) Setidaknya, ada 4 teman kita yang berani mencoba tantangan ini. Simak cerita mereka berikut.

Schlafsack ada, Roti ada, Rama ada juga, Jacke jangan lupa…. Hmmmm...semua dijadiin di satu Ransel guede...wui! Berat juga yah. Tapi dibandingkan dengan barang bawaan temen?ku kayaknya tas gue nggak ada apa?nya deh....ada yang bawa kompor bahkan panci?nyapun nggak ketinggalan.

Emangnya mau kemana sih? Camping yah? Nggak...kita mau Ziarah (Kita itu Oom Hari, Dennis, Martin dan gue sendiri.)

Tujuan Ziarah adalah Chartres yang terletak di Perancis....yuppy...sekalian tamasya nih ceritanya...tentu aja atas kemauan dan inisiatip masing? pihak alias nggak ada subsidi dari pihak manapun.

Setelah perjalanan yang lumayan membutuhkan perjuangan karena naek S-Bahn dan bus yang sempit sementara dengan membawa tas guede sehingga para penumpang mejadi agak? terganggu karena kejeduk? tas, sampailah pula di Terminal Bus antar kota yang mengantar kita menuju Paris. Kali ini keliatannya nggak ada yang telat. Maka dari itu kita berempat langsung menuju Bus, menaruh barang? dalem Bagassi dan langsung dengan cepat naek ke dalam Bus supaya dapet tempat yang enak. Selama perjalananpun Martin langsung mengeluarkan berbagai teka teki ilmiahnya yang ujung?nya malah jadi acara perdebatan dengan Oom Hari hahahahahaha....Tapi setelah itupun kita tertidur.

“Hoooaaeemmmm....aduuh gue pusing nih..nggak enak banget nyetirnya ih...”ujar martin yang baru bangun tidur dan langsung ngomel? gara Bu Supir (iya betul Ibu Supir) mengatur rem dadakan karena jalan macet sehingga membuat kita pusing. Tapi selain itu kitapun terhibur karena di ujung jalan udah terlihat kota Paris. Sesampainya kita di Paris kita langsung menuju Jugendherberge “St.Louis” di pinggir kota Paris.

“Abis chek in kita langsung ke tempat pendaftaran Ziarah yah. Abis itu kita juga musti belanja buat besok musti beli air, kalian mau makan apa bebek atau babi?”ujar Oom Hari dan kita bertiga langsung mengangguk? setuju sambil senyum? senang karena tawaran menu makanan yang menarik “Bebek dan babi” jawab kita bertiga barengan J

“Lu mau liat apa din?” tanya Dennis pada saat gue lagi nunggu kopi di Kaffeeautomat untuk sedikit mengembalikan kesadaran gue ke alam nyata. Karena keliatannya gue satu?nya peserta baru tahun ini makanya keliatannya automatis punya hak veto atas rencana jalan? hari ini. “hmmm...gue mau liat Eiffel, Arc de Triumph, Notre Dame apa lagi yah? sisanya yah ya pas lagi jalan? aja ntar”

Seharian itupun dihabiskan dengan jalan? mengelilingi Paris dan tentu aja Foto? (tepatnya difoto heheheheh). Karena jalan? sama orang? “gila” mankanya bikin fotonyapun “gila”. “Mendingan foto ditengah jalan aja “ usul Martin ketika kita sampai di Arc de Triumph. Karena nggak mau rugi dan supaya hasil fotonyapun bagus mankanya kita sempet mondar mandir beberapa kali menyebrangi lampu merah, berhenti di tengah jalan , bergaya, klik dan cepet? menyebrang jalan raya dan sekali lagi menyebrang lampu merah berhanti tengah di tengah jalan , bergaya, klik dan cepet? balik ke ujung trotoar ynag lain. Proses ini barlangsung paling nggak 5 kali untuk hasil foto yang maksimal.

Karena masih merasa capek dari perjalanan Bus semalam kitapun memutukan untuk cepet? belanja dan langsung pulang ke Jugendherberge makan malem dan langsung tidur karen besok paginya kita harus bangun jem 07.00 pagi untuk ikutan misa pembukaan Chartres. Kompor yang dibawa Oom Hari pun langsung dikaryakan untuk manasin makan malem kita. Setelah itu kita masih maen beberapa Runde Truff (permainan ini udah menjadi ciri khas anak? Berlin kemanapun mereka pergi) terus tanpa ba bi bu be bo langsung tidur di kamar masing?.

Pagipun tiba dan kita langsung ketemuan diruang makan untuk makan pagi. Setelah itu kita langsung berangkat ke Gereja Notre Dame yang letaknya lumayan jauh dari tempat kita nginep tentu aja dengan segala keperluan kita untuk 2 hari.

Sesampainya disana kita dibagiin Nametag sama selendang. Tahun ini warna selendang kita putih dan katanya sperti tahun? kemaren termasuk Route 3.

Oiya mungkin perlu dijelasin Chartes itu sebenernya nama kota dan tujuan perjalanan Ziarah kita. Setiap kelompok berangkat dari tempat? yang berbeda yang letaknya kurang lebih 20 km dari Chartres. Jadi bisa dibilang kalau Chartres bakalan diserbu dari berbagai arah oleh Peziarah? muda.

Gereja Notre Dame yang biasanya dipeuhi oleh turis, pagi ini hanya diisi oleh ratusan pemuda pemudi katolik dari Perancis dan Jerman terlihat juga beberapa mahasiswa berambut hitam ;]

Setelah dibuka dengan kata sambutan yang sayangnya tidak dapat dimengerti oleh salah satu dari kami ber empat dan pemberkatan Salib yang akan memimpin perjalanan setiap Rute para pesertapun digiring meuju Bus masing?. Perjalanan menuju tempat tjuan hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam dan nggak terasa kitapun sudah diturunin di sebuah desa kecil tepatnya di depan sebuah kandang atau lumbung.

Hujanpun mulai deras membasahi tanah sehingga lumpur? yang kita injak mengotori sepatu dan celana panjang kita. Seneng juga bisa maen lumpur tanpa dimarahin nyokab heheheheh...

Setelah bagi kelompok bita berempat memutuskan untuk memebentuk kelompok sendiri. Seperti tahun? sebelumnya, katanya sih, kalau rombongan dari Berlin itu pasti selalu Ausreisser. Setelah dibagiin peta dan bahan untuk Chapitre perjalanan panjangpun dimulai.

Apa sih yang bikin Ziarah Chartres ini menarik dan unik?

Selain cowok-cowok Perncisnya ;) tentu aja karena Ziarah ini diikuti oleh kebanyakan kaum muda yang juga Student dari Perancis dan Jerman. Ziarah ini berlangsung selama 2 hari dan 1 malem. Dan hampir sepanjang hari para peziarah kerjaannya cuman jalan menyusuri ladang dan desa-desa sambil menyanyikan lagu? Ziarah dalam bahasa Perancis.

Kecuali 4 Student indonesia dari Berlin ini. Bangga karena berasal dari Indonesia, ketiga cowok dan satu cewek ini nyanyiin semua lagu indonesia, baik rohani maupun nasional, selama perjalanan menuju kota Chartres. Mulai dai Bapa kami filipina (4 suara lo) sampai maju tak gentar dilantunkan.Tentu aja disambut tepuk tangan meriah oleh para pengikut Ziarah selama perjalanan.

Ada selang waktu dimana kita berhenti untuk beristirahat makan siang atau sekedar makan makanan ringan sambil merenungi atau berbagi pengalaman tentang apa yang menjadi tema Chartres tahun ini yaitu “NOUS VOULONS VOIR JESUS!” atau “WIR M?CHTEN JESUS SEHEN”. Pertanyaan? seperti mengapa aku ingin menemui Jesus atau bagaimana aku bisa bertemu denganNya menjadi titik tolak dasar permenungan kita tahun ini.

Hari semakin malam dan badanpun mulai terasa letih ketika kita tiba di Scheune (ya betul Scheune) tempat nginep kita. Dasar perut Indonesia kalau belom kena Nasi pasti belon terasa kenyang. Kompor ajaibpun dikaryakan kembali untuk manasin Babi merah imut dan bebek kwek? panggang dan masak nasipun menjadi hal yang menyenagkan dengan kompor gas serba guna ini. Setelah kenyang dan puas, puas karena ngeliatin peserta Chrtres yang lain cuman makan sup kentang satu gelas sementara kita makan seperti raja hehehe, acara malam yang sudah dipersiapkan oleh panitia pun dimulai. Mereka menyiapkan sebuah acara yang mirip seperti DSDS yaitu CSDS (Chartres Sucht den Superstar). Cukup kocak juga. Setelah itu diadakan ibadat malam yang berjalan cukup khidmat dilanjutkan dengan ibadat tobat dan tidur.

“ONCE I WAS AFRAID I WAS....” Lagu I Will Survive menggema memekakan telinga di pagi hari untuk membangunkan para peserta yang masih tidur lelap dalam Schlafsack mereka masing?. Bonjour....Bonjour...!!!

Setelah semuanya kembali ke alam sadar dan siap untuk melanjutkan perjalanan para peserta berkumpul untuk mengikuti ibadat pagi. Lagu?nya diiringi dengan iringan Flute, Biola dan gitar. Biarpun sederhana tapi cukup membangunkan semangat di pagi hari.

Perjalananpun dilanjutkan dalam keadaan hening. Selama 2 jam kita diminta untuk merenungi bait2 Sabda yang telah dibacakan pagi itu dan malam kemarin.

Hari kedua perjalanan sudah tidak terasa begitu melelahkan karena matahari bersinar dengan terangnya dan lahan? dan desa? yang kita lewati menyajikan pemandangan indah yang jarang sekali bisa ditemuin di Berlin ini sehingga rasa lelah dengan mudah terlupakan.

Waktu makan siangpun tiba dan kita menemukan tempat untuk membongkar segala peralatan masak kita. Setelah perut kenyang dengan Indomie dan Baso pangsit para peserta berkumpul untuk mengikuti misa minggu Palma yang tentu saja di bawakan dengan bahasa Perancis.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan. Di kejauhan sudah terlihat pucuk Gereja Kathedral Chartres namun itu bukan berarti kalau letaknya sudah dekat. Sepanjang perjalanan tak hentinya? para peserta bernyanyi dan bercanda tawa seakan? mereka tidak mengenal rasa lelah. Semangat merekapun menepa kami berempat dan mengajak kita berempat untuk menyanyikan lagu? Indonesia lagi...heheheh...

Akhirnya perjalanan kamipun mencapai tujuannya. Pintu Kathedral Chartres menuju Keller dibuka. Perjalanan melewati lorong? Gereja yang hanya diterangi oleh cahaya lilin dan iringan lagu CHANT MARIAL sempat membuat merinding karena suasana mistis yang meliputi saat itu. Perjalanan menyelusuri lorong itu membawa kita menuju dalam Kathedral dimana sebagian besar peserta dari Gruppe lain sudah sampai didalam Gereja sambil menyanyikan lagu? Chartres dan menigbas?kan daun Palma ke udara.

Setelah suasana hiruk pikuk dan ramai itu acara utamapun dimulai dengan misa Minggu Palma. Dari pintu utama, Salib yang sangat besar dibawa menuju Altar diiringi oleh para Imam dan Pastor yang membimbing selama Ziarah ini berlangsung sambil membawa daun? Palma yang nggak kalah besarnya dengan daun pohon kelapa yang biasa diliat kalo lagi di Indo.

Setelah hari yang sangat melelahkan sekaligus membanggakan kitapun menuju kereta sejenis RE yang membawa kita kembali ke kota Paris. Setelah sampai dan berpamitan dengan Student? Perancis lainnya kita menuju Jugendherberge kembali dan langsung bebenah tas ransel, mandi dan tentu saja.....maen truff.

Kalau ada temen-temen KMKI dari luar Berlin yang mungkin berminat ikutan Ziarah Chartres silakan menunggu pengumuman yang lebih lanjut.


Oleh: bananacake

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.