piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Sehari di Münster

Catatan dari Kunjungan Koordinator Pusat KMKI ke Rukun Muenster

Minggu pagi 14 November kota Muenster sungguh berkabut dan udara pun terasa dingin. Belum lama koordinator KMKI Muenster, R.O.Tumanggor, menunggu di gerbang pintu masuk gedung studentenwohnheim, Steinfurterstra?e Muenster, tampak satu kendaraan lambat namun pasti memasuki kompleks. Setelah beberapa menit muncul seorang pemuda yang nyaris plontos keluar dari mobil, ternyata dialah Sdr. Alexander yang sudah ditunggu kedatangannya. Dengan penuh persahabatan sang koordinator rukun mengajak Alex menuju ruang pertemuan di wohnungnya Martin, sekretaris dan bendaharanya rukun Muenster. Setelah bincang-bincang beberapa menit kemudian datang warga KMKI Muenster yang lainnya untuk menghadiri pertemuan dengan Sdr. Alex.

Mengingat hari makin siang dan perut sudah mulai keroncongan, maka Martin, Christina dan Yudi serta dibantu rekan-rekan lainnya mulai menyiapkan makanan untuk santap siang. Hasilnya cukup memuaskan, yakni nasi goreng ditambah sambal. Hadirin yang berjumlah 8 orang cukup puas dengan porsi masing-masing, kendati tidak ada kemungkinan lagi untuk tambah, karena memang sudah dibagi pas. Selesai makan siang dimulailah acara bincang-bincang yang santai, tapi serius. Santai memang karena hampir seluruh pembicaraan diselingi dengan pembicaraan yang lucu-lucu.

Pertama sekali Alex menceritakan tentang mekanisme kerja PK Pusat KMKI serta beberapa informasi seputar KMKI, misalnya tentang homepage resmi KMKI dan seminar pusat yang akan diadakan 27-30 Desember 2004. Bagi warga KMKI Muenster yang baru berkenalan dengan KMKI tentu hal itu menarik, sebab kendati para pengurus pusat berdomisili di berbagai kota yang berbeda, namun bisa menjalin komunikasi dan kontak satu sama lain. Warga Muenster juga menceritakan pengalaman dan kegiatan yang mereka lakukan.
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Setelah berfoto bersama dan salam-salaman, Sdr. Alex akhirnya pamit untuk meneruskan perjalanannya ke Bonn. Buat Bung Alex, terimakasih atas kunjungannya.

Discuss this article
You need to log in or register to participate in this discussion.