piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

BROT Minggu, 17 Juni 2018 - Hari Minggu Biasa XI

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mrk. 4:26-34

Mrk 4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Mrk 4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
Mrk 4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

The-first-step-MLK

Sumber : http://www.volunteerweekly.org/wp-content/uploads/2013/01/The-first-step-MLK.png

Homili:

Beranilah Untuk Mengambil Langkah Pertama

 

Nyi Yuyu Yusanah. Bertahun-tahun berjuang melobangi bukit untuk membuat terowongan menuju sawahnya di desa Cikarag. Sawah-sawah di kampungnya dulu hanya bisa tanam sekali setahun. Sekarang mereka mampu menanam 3x setahun, bahkan bisa sampai 4x.

Dita Sari Wooteks menceritakan pengalaman suaminya yang berhenti merokok dan menabung uang rokoknya dalam bentuk 20 puluh ribuan selama satu setengah tahun. Tabungannya itu akhirnya bisa untuk membeli sepeda motor.

Ryan Hickman dari California sejak berusia 3,5 tahun memulai misinya mengumpulkan sampah daur ulang. Pada usia 7 tahun dia telah menabung $ 11.000 dari proyek daur ulangnya tersebut untuk dana kuliahnya nanti.

Banyak kisah-kisah besar kita dengar sehari-hari. Bahkan setiap orang ingin membuat kisah besar untuk dirinya.

Yang tidak boleh kita lupakan, kisah-kisah besar itu dimulai dari langkah-langkah kecil tetapi penuh kesetiaan besar. Kesabaran panjang juga untuk menjalani setiap langkah kecil itu dan mengikuti pertumbuhannya.

Ketika mengerjakan tugas, memulai gaya hidup sehat, menulis skripsi, memulai kebiasaan baik, banyak yang mengeluhkan betapa sulitnya mengambil langkah pertama. Setelah langkah pertama terlampaui semuanya akan berjalan dengan sendirinya bahkan ada rangsangan untuk melanjutkan langkah itu. Feeling succeded pada langkah pertama itu memberi feeling addicted. Just follow the stream. Better not look back or digging the bad roots. Keep on going till you come to your destination.

Menulis satu huruf tiap kali, dari situlah terbentuknya sebuah kisah besar. Tulislah kisahmu masing-masing dengan ketekunan. Tuhan ada di belakangmu menyelesaikannya.

 

Salam,

Profil Penulis

romo bimo.jpg
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Sejak tahun 1998 menjadi anggota Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dengan memasuki Novisiat MSF di Salatiga. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Saat ini melayani di Paroki Maria Himmelfahrt, Dietramszell, Bayern.

 

 

 

 

BROT Minggu, 10 Juni 2018 - Hari Minggu Biasa X

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mrk. 3:20-35

Mrk 3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Mrk 3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Mrk 3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Mrk 3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
Mrk 3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
Mrk 3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Mrk 3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
Mrk 3:27 Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Mrk 3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Mrk 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Mrk 3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Mrk 3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

pharisee Jesus reaching out

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-cfXleTZ8Los/UXYwmfR57JI/AAAAAAAAG7E/j0ay_gqaCkg/s1600/pharisee+Jesus+reaching+out.bmp

Homili:

Saat Cinta Pada Tuhan Menjadi Sebuah Kegilaan

Tanda kegilaan pada Tuhan adalah ia sanggup berbuat baik pada semua orang bahkan terhadap yang membencinya sekalipun. - Romo Antonius Danang Bramasti SJ

 

Teman-teman yang terkasih,Tulisan ini menekankan tentang Yesus yang dianggap telah gila. Apa yang sesungguhnya terjadi sehingga Ia dikatakan gila bahkan kerasukan Beelzebul? Sebelum masuk pada Injil, ada baiknya kita lihat sedikit pernyataan Rasul Paulus.Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menuliskan, Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata.” Atau dapat dikatakan juga apa yang aku katakan itulah, apa yang aku percaya. Masalahnya adalah, apakah yang aku percaya sehingga dapat aku katakan? Dan lebih jauh lagi, apakah yang aku katakan dianggap gila oleh pihak lain?Dalam bacaan Injil, Yesus, oleh para saudaranya, dikatakan sebagai orang yang tidak waras lagi. Oleh ahli Taurat, Yesus dikatakan sebagai kerasukan Beelzebul. Yesus dicap sedemikian itu karena, terlebih pada, apa yang dikatakan-Nya. Apa yang sebenarnya dikatakan oleh Yesus?Banyak hal yang dikatakan oleh Yesus memang terlihat sangat menyimpang. Misalkan saja, sebelum peristiwa ini, Ia pernah berkata, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Perkataan Yesus ini tentu mengejutkan sebab secara hukum Yahudi hari sabat mereka tidak boleh bekerja. Tetapi Yesus yakin dengan apa yang dkatakannya sebab memang demikianlah adanya. Itulah sebabnya ia dikatakan gila bahkan kerasukan raja setan, Beelzebul.Namun demikian, teman-teman terkasih,Adakah yang lebih gila daripada seorang yang mengajak orang lain untuk mengampuni sesama bahkan sampai 7 kali 70 kali? Adakah orang yang lebih gila dari seseorang yang mengajak orang lain untuk mengasihi sesama, tidak hanya yang baik terhadap kita, bahkan mereka yang membenci kita? Ajakan yang sungguh gila ketika kita diajak untuk mengasihi juga musuh-musuh kita.Adakah orang yang gila dari seseorang yang mau berkorban, bahkan nyawanya, untuk sahabat-sahabatnya? Tindakan yang sangat gila adalah ketika Ia mau berkorban bahkan untuk mereka yang telah menganiaya-Nya. Ia rela disiksa dan disalib sampai mati demi menyelamatkan sesama manusia, siapapun itu. Itulah sebagian tindakan gila yang dilakukan oleh Yesus.Kata-kata dan tindakan Yesus, pada jaman itu, sungguh mengejutkan. Betapa tidak, semangat mereka adalah gigi ganti gigi, mata ganti mata. Tidak ada pengampunan, apa lagi mengasihi. Pengampunan hanya terjadi ketika pembalasan sudah terlaksana. Kasih hanya diberikan kepada mereka yang juga mengasihi kita. Mereka yang bukan bagian dari kita akan dianggap musuh, bahkan dianggap setan. Apa yang dikatakan Yesus bertentangan dengan anggapan dan keyakinan mereka sehingga Yesus dianggap bukan bagian dari mereka. Itulah sebabnya Ia dianggap setan.Teman-teman terkasih,Ada dua hal yang terkait dengan orang yang dianggap sebagai bersekutu dengan setan. Pertama, mereka adalah bukan kita. Kedua, karena mereka bukan kita dan dianggap setan maka mereka layak untuk dilenyapkan. Perkataan dan tindakan Yesus tidak sama dengan mereka, orang Farisi dan ahli Taurat, maka Ia dianggap bersekutu dengan setan. Karena Ia dianggap setan maka layak untuk dilenyapkan. Itulah yang terjadi pada Yesus.Oleh karena itu, teman-teman terkasih, hati-hatilah dengan pernyataan: Mereka bukan Kita, karena pernyataan ini sebenarnya mengandung unsur konflik yang luar biasa. Karena mereka bukan kita maka timbul anggapan kita adalah baik sedangkan mereka adalah jahat. Kita ada dipihak Tuhan dan mereka ada dipihak setan. Yang satu dianggap setan oleh pihak lain yang menganggap diri lebih benar. Ini adalah cikal bakal menyetankan pihak lain.Karena mereka bukan kita maka kita jangan bergaul dengan mereka. Karena mereka bukan kita maka mereka harus disingkirkan. Maka terjadilah orang yang membunuh orang lain dengan landasan pemikiran ini, yaitu membunuh atas nama Tuhan karena yang dibunuh dianggap sebagai setan. Mengerikan!Dalam hal ‘Kita dan Mereka’ Yesus menekankan bahwa siapapun yang berkehendak baik adalah saudara dan saudari Tuhan Yesus sendiri. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak sepaham dengan dengan kehendak baik kita? Jawabannya sederhana: kasihilah! Kasihilah musuh-musuhmu seperti dirimu sendiri! Tidak ada menyetankan pihak lain yang berseberangan dengan kita. Itulah kunci keselamatan kita.Terkait dengan hal kegilaan, apakah ada yang pernah dianggap gila oleh orang lain karena perbuatan baik kita? Dalam sejarah manusia, banyak orang dianggap gila karena kebaikan mereka. Dalam sejarah modern ini, adakah yang lebih gila dari apa yang dilakukan oleh Ibu Teresa dari Kalkuta? Ia mendatangi orang yang paling menderita lalu dibawa pulang, dibersihkan dan tak lama kemudian orang itu meninggal. Banyak yang menganggap ibu Teresa melakukan hal yang gila dan bahkan sia-sia. Namun tindakan yang dilakukan oleh Ibu Teresa itu menunjukkan cinta yang mendalam pada sesamanya. Tak ada yang sia-sia dalam hal mencintai sesama. Bahkan ketika hal itu dianggap gila. Ibu Teresa juga menolong orang-orang yang membencinya. Sungguh gila! Mungkin orang-orang suci itu dihinggapi kegilaan akan kebaikan. Mereka sungguh tergila-gila pada Tuhan sehingga sanggup melakukan hal gila demi cintanya pada Tuhan. Tanda kegilaan pada Tuhan adalah ia sanggup berbuat baik pada semua orang bahkan terhadap yang membencinya sekalipun.Teman-teman terkasih,Ibu Teresa dari Kalkuta pernah mengatakan, “Lakukanlah hal biasa dengan luar biasa.” Dalam hal ini saya katakan, “Lakukanlah hal biasa dengan kegilaan pada Tuhan. Sebagai pelajar, apa yang dapat anda lakukan dengan penuh kegilaan? Tentu saja belajar. Belajar dengan gila-gilaan, sebagai tanda cinta pada Tuhan. Tanpa landasan cinta pada Tuhan, apa yang kalian pelajari akan sia-sia bahkan menghancurkan kemanusiaan.Pelajarilah sesuatu dengan gila-gilaan untuk kesejahteraan manusia. Mungkin anda dapat diatakan gila namun yang penting sepanjang anda yakin itu baikk lakukanlah. Tuhan akan menuntun jalanmu. Janganlah belajar sambil lalu saja apa lagi asal lulus. Dulu, Galileo Galilei memplejari astronomi dengan luar biasa sampai ia dianggap gila dan bahkan bidaah oleh gereja Katolik. Namun gereja Katolik kemudian mengakui kesalahannya dan merehabilitasi nama Galileo. Oleh karena itu, teman-teman yang terkasih,Marilah kita mohon rahmat dari Tuhan agar kita pertama-tama tergila-gila pada Tuhan Yesus, dan kemudian lakukanlah kegilaan untuk kesejahteraan manusia, membangun budaya kehidupan dan peradaban kasih. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo danang.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ

Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

 

 

 

 

BROT Minggu, 3 Juni 2018 - HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mrk. 14:12-16,22-26

Mrk 14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
Mrk 14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
Mrk 14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
Mrk 14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
Mrk 14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
Mrk 14:22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."
Mrk 14:23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.
Mrk 14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.
Mrk 14:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah."
Mrk 14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Fronleichnam

Sumber : https://www.augsburger-allgemeine.de/panorama/Fronleichnam-Was-feiern-wir-heute-am-Feiertag-id51207861.html

Homili:

Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus

DEMONSTRASI IMAN - Romo Dr. Fidelis Waton SVD

 

Kita merayakan hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Hari raya ini dimasukkan dalam upacara Gerejani sejak abad ke-13. Menurut kalender liturgi internasional pesta ini dirayakan pada hari Kamis setelah hari Minggu Tritunggal Mahakudus – hari Kamis kemarin. Di Jerman misalnya hari raya ini sangat spesial dan di beberapa negara bagian yang mayoritas penduduknya beragama Katolik (Bayern, Baden-Würtenberg, Hessen, Nordrhein-Westfalen, Rheinland-Pfalz und Saarland) dimasukkan sebagai hari libur umum. Karena alasan praktis, maka hari raya yang seharusnya terjadi pada hari Kamis kemarin dimaksud, dirayakan pada hari Minggu setelah hari Kamis. Kalender liturgi Gereja Katolik Indonesia mengambil modus demikian sehingga pada hari Minggu ini dirayakan hari raya tubuh dan darah Kristus. Dalam bahasa Jerman hari raya ini dinamakan Fronleichnam“. Penamaan ini berasal dari kata resmi bahasa Jerman zaman dulu yakni „vrone licham“ artinya tubuh Tuhan. Nama resmi internasionalnya adalah hari raya „Corpus Christi (Tubuh Kristus). Martin Luther dan Gerakan Reformasinya menentang perayaan ini, karena mereka beranggapan bahwa perayaan ini tidak mempunyai landasan biblis. Gereja katolik merayakannya dengan melandaskan diri pada basis Ekaristi sebagai hal penting yang diwariskan Yesus pada malam sebelum Ia menderita dan wafat. Pada zaman pertentangan antara Katolik dan Protestan sejak era Reformasi Luther, hari raya ini dianggap sangat spesial katolik. Kekhasan pesta ini bahwa umat bukan saja merayakan misa di dalam Gereja, melainkan setelah misa diadakan perarakan di luar gereja dengan beberapa altar perhentian. Doa dan musik mengiringi perarakan tubuh Kristus yang ada dalam monstrans. Lazimnya di Jerman, jalan-jalan yang hendak dilalui perarakan ini dihiasi dengan pelbagai umbul-umbul dan aneka kembang bunga yang menarik. Itulah paparan singkat konteks dan cara gereja katolik merayakan hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Apa makna khusus yang hendak dipetik dari sana? Pertama, dengan perayaan ini gereja kembali menegaskan imannya akan kehadiran Yesus dalam roti ekaristi. Dalam roti ekaristi, Tuhan mengorbankan diri-Nya dan menjadi santapan rohani bagi umat-Nya. Tentu saja santapan rohani ini tidak akan mengenyangkan rasa lapar kita akan makanan, namun, jika kita percaya kepada Tuhan yang hadir dalam tubuh dan darah-Nya pada perayaan ekaristi kudus, maka kita juga yakin bahwa Tuhan lewat hidangan rohani ini bisa menghilangkan pelbagai jenis lapar dan dahaga non-materi yang kita alami dalam hidup pribadi maupun hidup bersama. Iman kita akan kehadiran Tuhan dalam sakramen Tubuh dan Darah Kristus hendak diteguhkan atau dibaharui dalam dan melalui perayaan suci ini, karena bagi kita umat Katolik, ekaristi merupakan pusat hidup kita sebagai umat beriman. Kedua, dengan diadakannya perarakan di luar Gereja, maka Gereja diingatkan bahwa iman kepada Tuhan tidak sebatas ibadat di balik tembok rumah ibadat. Iman itu harus disaksikan ke luar gereja. Apa yang kita rayakan bukannya hal yang harus kita sembunyikan di balik gedung gereja, melainkan harus kita tunjukkan ke luar gereja. Tentu saja apa yang kita tunjukkan ke luar gereja bukan sekedar simbol kehadiran Tuhan dalam roti ekaristi yang diarak dalam monstrans. Kesaksian hidup (cara pikir dan pola tindak) hendaknya menampilkan iman kita akan Tuhan yang mengasihi semua manusia tanpa kecuali. Ketiga, dalam dan melalui ritus perarakan di luar gereja, kita yakin bahwa kita bukan saja mendemonstrasikan iman kita, tetapi juga kita mau menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Tuhan yang kita imani ada bersama kita, Ia berjalan bersama manusia dalam setiap pengalaman dan perjalanan hidupnya dan Ia memberkati umat manusia. Tuhan yang berjalan atau diarak keliling untuk membagikan berkat atau rahmat-Nya, Ia juga menugaskan kita yang percaya kepada-Nya agar kita menjadi berkat bagi sesama kita. Kita diingatkan Tuhan untuk menjadi tubuh-Nya yang hidup bagi dunia. Marilah kita mendemonstrasikan iman kita kepada dunia bahwa Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang menyelamatkan semua umat manusia tanpa kecuali. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo fidelis.jpg
Romo Dr. Fidelis Waton SVD, lahir di Wailolong/Flores, Alumnus Humboldt Universitaet zu Berlin, Pamong Rohani KMKI dan Pengajar Filsafat di Philosophisch-Theologische Hochschule SVD Sankt Augustin.

 

 

 

 

BROT Minggu, 27 Mei 2018 - HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mat. 28:16-20

Mat 28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Mat 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Mat 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Tritunggal Maha Kudus

Sumber : http://www.vanebros.com/symbol-for-the-holy-trinity/

Homili:

Allah Tritunggal: Panggilan Kesatuan.

Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. - Mat 28:17

 

Saudara-saudariku,

Hari ini kita merayakan iman kita akan Tritunggal Maha Kudus. Ada banyak penjelasan Teologis mengenai Allah Tritunggal: Satu Allah Tiga Pribadi. Saya tidak akan menambah penjelasan Teologis itu. Dalam permenungan kali ini, saya mengajak teman-teman sekalian untuk berfokus pada implikasi praktis iman kita ini.

Kita mulai dengan pernyataan Injil Matius 28: 17 mengenai beberapa orang yang ragu-ragu ketika orang-orang lainnya menyembah Yesus, padahal mereka adalah murid-murid Yesus juga. Entah apa alasan mereka, nyatanya mereka memiliki keraguan. Demikian juga kita. Apa pun alasan yang ada pada kita, kita pernah mengalami keraguan iman, atau bahkan sekarang pun masih. Anehnya, Yesus tidak mempermasalahkan keraguan mereka. Yesus mengerti dan menerima keraguan mereka. Tidak ada hukuman ataupun cela. Sebaliknya, mereka, para murid itu, malah diutus untuk mewartakan kabar gembira. Ia menunjukkan bahwa dirinya tetap sederhana setelah kebangkitanNya, tidak se-heboh dan spektakuler seperti yang dibayangkan para muridNya. Yesus bahkan hanya" menjanjikan penyertaanNya sampai akhir jaman, bukan menjadikan mereka kelompok "super power. Karenanya Ia mengerti mengapa beberapa muridnya ragu.

Tuhan Yesus mengajak para muridNya mengingat kembali kebijaksanaanNya. Kalau pun ragu, jalan saja, sesuai dengan yang diajarankanNya. Rupanya Yesus mengerti bahwa tak seorang pun bebas dari keraguan, apalagi keraguan iman, utamanya di jaman ini. Ada yang sempat dan berani mengungkapkannya, ada pula yang menyimpan dalam hatinya. Tak masalah, lakukan saja ajaran Yesus, be faithful! Keraguan sering bahkan diperlukan agar seseorang tidak menjadi fanatik dan fundamentalis. Keraguan bahkan menjadi alasan dan jalan untuk berdialog dengan Tuhan sendiri. Kalau kita memiliki iman yang mantap, bersyukurlah. Dalam keraguan atau tidak, (ayat 19-20):

Jadikan semua bangsa murid Tuhan, baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus", "Ajarlah mereka untuk melakukan apa yang telah Tuhan perintahkan kepada kita

Pada awalnya, jaman Yohanes Pembaptis, baptisan bukanlah sebuah upacara untuk memasukkan seseorang ke dalam kelompok tertentu seperti yang kita kenal sekarang. Baptisan adalah penandaan bahwa seseorang berada di jalan Allah. Oleh karena itu kita yang sudah dibaptis adalah orang yang sudah ditandai. Hendaklah kita berusaha memelihara bahwa kita berada di jalan Allah (Bapa), yakni dengan melakukan apa yang diajarkan oleh Sang Putera Yesus Kristus dan dipelihara oleh Roh Kudus. Nah, menjadikan semua bangsa murid Tuhan, artinya adalah memperlakukan mereka sebagai para murid Tuhan juga, sebagai orang-orang yang berada di jalan Tuhan. Ini tidak mudah karena pada jaman ini kita sudah dicekoki dengan kecurigaan terhadap berbagai kelompok lain atau sebaliknya, kita dicurigai oleh kelompok lainnya. Tritunggal sendiri adalah tiga pribadi yang berbeda namun mereka adalah satu kesatuan. Bagaimana kalau kesatuan ini juga kita jadikan gerak manusiawi kita, bahwa setiap orang ditarik kepada kesatuan, dengan Allah dan dengan sesamanya?

Perayaan Tritunggal Maha Kudus ini adalah panggilan untuk menyatukan diri dengan Allah dan sesama, bukan membentengi diri demi Allah dengan menyisihkan sesama. Semoga kita senantiasa dikuatkan dengan rahmat Allah Tritunggal. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).

 

 

 

 

BROT Minggu, 13 Mei 2018 - Hari Minggu Paskah VII, Hari Minggu Komunikasi Sedunia

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Yoh. 17:11b-19

Yoh 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Yoh 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Yoh 17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Yoh 17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Yoh 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Yoh 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Yoh 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Yoh 17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
Yoh 17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

World Communication Day

Sumber : http://dioceseofcharlottetown.com/world-communications-day-2016/

Homili:

Firman-mu Adalah Kebenaranmembangun Komunikasi Yang Menyelamatkan

Cara Tuhan berkomunikasi dengan manusia adalah sangat personal yaitu Tuhan menjadi manusia dan tinggal diantara kita agar kita semua selamat. - Romo Antonius Danang Bramasti SJ

 

Teman-teman yang terkasih,Hari Minggu ini adalah hari minggu Komunikasi Sedunia. Apa maknanya bagi kita semua?Saya tidak akan biacara soal apakah komunikasi itu tetapi lebih pada cara kita berkomunikasi.Bagaimana komunikasi kita dengan sesama, alam, dan tentu Tuhan?Kita mulai dari bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia. Dalam Injil tertulis:Firman-Mu adalah kebenaran. Artinya, apa yang dikatakan Tuhan kepada manusia adalahtentang kebenaran dan kebenaran ini menyangkut soal keselematan. Siapa yangmelaksanakan friman Tuhan akan selamat. Pertanyaan berikut adalah apakah firman Tuhanitu yang membuat kita selamat? Firman Tuhan tidak hanya kata-kata namun mewujud dalamdiri Yesus. Firman telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita.Cara Tuhan berkomunikasi dengan manusia adalah sangat personal yaitu Tuhan menjadimanusia dan tinggal diantara kita agar kita semua selamat.Teman-teman yang terkasih,Mari kita lihat lebih dalam bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia. Tuhanmenyapa manusia dengan rencana yang berkelanjutan. Pertama, Tuhan menyapa manusiadengan hadir ke dunia sebagai manusia, sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, dalam diriYesus. Kedua, Yesus mengajarkan jalan keselamatan, baik dengan kata-kata maupunketeladanan. Ketiga, menghadirkan Roh Kudus untuk menuntun jalan umat manusia menujukeselamatan. Keempat, membangun komunitas orang beriman untuk terus menghadirkancinta Tuhan di dunia ini.Dengan adanya komunitas orang beriman ini maka komunikasi Tuhan terus menerusberkesinambungan. Kita adalah rekan kerja Allah yang diutus untuk menjalankan karyakeselamatan Tuhan di dunia ini. Dengan demikian kita juga mengkomunikasikan kepadasesama kita, apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita. Itulah tugas perutusan kita yangutama. Bagaimana kta melaksanakan tugas itu?Teman-teman yang terkasih,Seperti halnya Yesus yang melaksanakan tugas perutusan dari Allah Bapa dalam hidupsehari-hari maka kita juga melaksanakan tugas perutusan kita dalam hidup kita sehari-hari.Kita menghadirkan wajah Allah di dunia ini dalam hidup kita sehari-hari, itulah firmankebenaran yang harus kita laksanakan. Dengan demikian, itulah cara kita berkomunikasidengan sesama yaitu menghadirkan wajah Allah di dunia ini dalam hidup kita sehari-hari.Prosedur yang kita jalanipun sama dengan apa yang telah dilakukan Allah kepada kita.Seperti halnya Allah yang hadir pada umat manusia maka kitapun juga hadir dalam sesamakita. Kegagalan dalam komunikasi tingkat pertama ini adalah ketidak-pedulian, kita tidakmau hadir pada sesama alias tidak peduli. Allah peduli dan mau hadir bersama manusia,itulah cara Allah berkomuikasi dengan manusia.Kedua, setelah kita peduli pada sesama kita lalu kita menghadirkan wajah Allah melalui kata-kata dan tindakan kita. Kegagalan komunikasi tingkat kedua ini adalah ketika kata-kata kitamenyakiti orang lain, tindakan kita tidak dapat diteladani, dan itu artinya kita menghancurkankehidupan.Ketiga, Allah mengutus Roh Kudus yang memberi roh pengharapan dan kasih pada manusiamaka kitapun juga membawa roh pengharapan pada hidup yang lebih baik dan kasih padasesama kita. Kegagalan komunikasi tingkat ketiga ini adalah ketika kita tidak dapatmengampuni, membenci bahkan dendam dan pada akhirnya membawa suasana putus asa atautanpa harapan.Nah teman-teman yang terkasih,Cara kita berkomunikasi dapat diringkas demikian: kita menghadirkan wajah Allah di duniaini dengan peduli pada sesama melalui tutur kata dan tindakan kita yang penuh kasihsehingga sesama kita memiliki harapan akan hidup yang lebih baik. Lawan dari itu adalahmenghadirkan roh jahat di dunia ini dengan tidak peduli pada sesama melalui tutur kata dantindakan yang penuh kebencian dan pada akhirnya membawa konflik berkepanjangan yangmembuat sesama putus asa akan hari depan yang lebih baik.Menghadirkan wajah Allah dalam bahasa sosiologis dapat dikatakan sebagai menghadirkanbudaya kehidupan, lawan dari budaya kematian.Teman-teman terkasih,Pada hari minggu dan Senin kemarin telah terjadi teror bom yang menewaskan 25 orang(sampai berita terakhir). Ini contoh budaya kematian. Peristiwa itu kita lawan denganmenghadirkan budaya kehidupan, yaitu pengampunan.Dalam hidup kita sehari-hari kita dapat senantiasa menghadirkan budaya kehidupan yaitujujur, kerja keras, dan disiplin dalam belajar. Disiplin dan jujur dalam tindakan, lemah lembutdalam tutur kata. Siapapun yang berjumpa dengan kita hendaknya merasakan kedamaian.Dimanapun kehadiran kita hendaknya membawa perdamaian dan harapan akan hari esokyang lebih baik.Hal berkomunikasi tidak hanya pada sesama manusia tetapi juga pada sesama ciptaan Tuhanseperti alam raya ini, tumbuhan, hewan, air, udara, dan tanah. Dengan pola yang sama kitaberkomunikasi dengan sesama ciptaan lain.St. Fransiskus Asisi senantiasa menyapa alam ciptaan dengan kata saudara atau saudarikepada hewan-hewan bahkan saudara matahari dan saudari bulan. Sapaan seperti itumemperlihatkan adanya kedekatan dengan sesama ciptaan. Konon, St. Fransiskus seringberkotbah dihadapan burung-burung dan ikan-ikan.Menyapa alam ciptaan berarti juga peduli pada mereka. Menyapa dengan cara memeliharaalam ciptaan, itu adalah cara kita berkomunikasi dengan sesama alam ciptaan. Hal itu jugaberarti kita memberi harapan akan masa depan yang lebih cerah.Akhir kata, teman-teman yang terkasih,Marilah kita berkomunikasi dengan sesama ciptaan, seperti manusia, hewan, tanah, air, danudara dengan baik dan penuh kasih agar kita semua memiliki harapan masa depan yang lebihdan kita semua diselamatkan.

 

Salam,

Profil Penulis

romo danang.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ

Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.