piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 10 Desember 2017 - Hari Minggu Adven II

brot logo v1

Bacaan Injil: Mrk. 1:1-8

Mrk 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Mrk 1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
Mrk 1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
Mrk 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
Mrk 1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
Mrk 1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
Mrk 1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
Mrk 1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Bereitet dem Herrn den Weg

Sumber : http://gerhard.bach.ws/?site=show&page=15&kat

Homili:

Persiapkanlah jalan untuk Tuhan

Minggu kedua Adven menghadirkan seruan Yohanes Pembaptis dari padang gurun: „Persiapkanlah jalan bagi Tuhan“. Warta Yohanes ini diangkat dari kitab nabi Yesaya. Nabi Yesaya merupakan nabi yang turut diasingkan bersama sebagian besar bangsa Yahudi di Babilonia. Sebagai bangsa yang ditaklukan oleh kerajaan Babilonia, bangsa Israel harus ditawan di Babilonia, wilayah asing yang jauh dari tanah air mereka. Kota suci Israel Yerusalem (Sion) juga dihancurkan. Hidup di tengah tanah asing membuat bangsa Israel selalu rindu dan berharap untuk suatu ketika diperbolehkan kembali ke tanah air mereka. Mazmur 137 menghadirkan ungkapan harapan dan kerinduan umat Israel untuk kembali ke Yerusalem (Sion). Mazmur kerinduan ini kelak menginspirasi lagu „River of Babylon“ dari grup Musik Bonny M yang sempat menduduki puncak tangga lagu tahun 1970-an.

Kekalahan politik dan menjadi tawanan politik merupakan trauma kolektif bangsa Israel. Karena bangsa Israel memahami diri sebagai umat pilihan Tuhan, maka kekalahan mereka dilihat sebagai kekalahan Tuhan mereka berhadapan dengan dewa-dewi kerajaan Babilonia. Situasi ini membuat mereka menambakan datang-Nya satu figur Tuhan yang kuat dan mampu membebaskan mereka dari kungkungan bangsa asing. Pengalaman ini termasuk satu bagian penting dalam konsep penantian kedatangan Mesias terjanji. Yohanes Pembaptis mengadopsi harapan bangsa Israel kuno dalam mempersiapkan umat Israel zamannya demi menyambut Mesias.

Persiapkanlah jalan bagi Tuhan! Seruan ini tentu saja tidak kehilangan relevansinya setelah kedatangan Yesus, Sang Mesias dua ribu tahun yang silam. Seruan Yohanes tersebut bukan sekedar suatu memori atau hanya bermakna historis. Seruan ini tentu masih aktual dan relevan untuk kita dewasa ini khususnya ketika seruan ini ditampilkan kembali dalam masa Adven 2017.

Masa Adven secara simpel diartikan sebagai persiapan natal. Persiapan dalam konteks ini sayangnya acapkali hanya dipahami sebatas persiapan kado natal, hiasan natal, koor natal, pohon natal, lilin-lilin natal, dan sebagainya. Persiapan yang paling penting dalam masa Adven adalah persiapan hati kita, karena Tuhan mau datang dan tinggal di hati kita. Persiapan hati kita tentu tak terlepas dari ajakan untuk merefleksi diri. Kita diajak untuk mengintrospeksi diri. Kita diajak untuk melakukan semacam evaluasi internal yang beraspek sesal atau tobat, koreksi dan tekad untuk merubah diri. Aspek persiapan ini akan sanggup kita lakukan, andaikan kita berani mengambil waktu untuk itu dan tidak tenggelam di tengah gemerlap lampu dan hiasan natal serta tidak mabuk oleh makanan dan minuman khas Adven dan Natal. Tak mengherankan jika masa Adven pada zaman gereja purba merupakan masa pantang dan puasa. Dalam masa Adven kita diajak untuk mengosongkan segala yang tidak harus mendapat tempat dalam hati kita, agar Tuhan bisa masuk dan mendapat tempat di sana. Salah satu cerita bijak dari khazanah cerita Israel mengisahkan: „Seorang Rabi (Guru) menanyakan para murid-Nya: Di mana tempat tinggal Tuhan? Para murid-Nya tertawa dan mengatakan: Pertanyaan model apa itu? Dunia ini `kan penuh dengan kemuliaan Tuhan. Rabi memberikan jawaban terhadap pertanyaannya sendiri dimaksud: Tuhan itu tinggal di mana Dia diizinkan masuk.“

Persiapkanlah jalan bagi Tuhan! Natal bukan kita rayakan sebagai kenangan akan kelahiran Yesus ribuan tahun silam. Kata Adven berasal dari bahasa Latin „Adventus“ artinya kedatangan. Tuhan itu bukan datang dalam wujud Yesus historis. Tuhan itu selalu datang setiap saat khususnya dalam wajah mereka yang menderita, yang sakit, yang berkekurangan dan membutuhkan bantuan kita. Dengan ini Adven mengajak kita hidup dalam sikap yang peka dan solider. Adven menantang kita untuk selalu melek atau tidak mengantuk atau tertidur, agar kita sanggup melihat dan menemukan Tuhan yang selalu datang di sekitar kita, agar kita sanggup mengenal-Nya. Adven artinya kedatangan: Tuhan itu selalu datang. Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang yang percaya akan Tuhan demikian untuk mencari, menemukan atau mengenal Tuhan yang selalu datang tersebut. Inilah Adven sejati dan Adven dengan ini bukanlah sekedar pekan-pekan sebelum natal. Hidup kita sebagai umat beriman merupakan adven berkepanjangan, masa persiapan jalan untuk Tuhan yang datang, karena Tuhan selalu datang. Amin.

Salam,

Profil Penulis

romo_fidelis.jpg
Romo Dr. Fidelis Waton SVD, lahir di Wailolong/Flores, Alumnus Humboldt Universität zu Berlin, Pamong Rohani KMKI dan Pengajar Filsafat di Philosophisch-Theologische Hochschule SVD Sankt Augustin.