piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 15 Juli 2018 - Hari Minggu Biasa XV

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13

Mrk 6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
Mrk 6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
Mrk 6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Mrk 6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Mrk 6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
Mrk 6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
Mrk 6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

stronger together

Sumber : https://wahospitality.org/blog/washington-restaurant-lodging-associations-announce-joint-operating-agreement/

Homili:

Sendiri Kita Lemah, Berdua Kita Perkasa

 

Yesus berpuasa di padang gurun sendirian. Ia menyadari bahwa sekalipun Ia kuat, ia membutuhkan partner dalam misinya membawa Kerajaan Allah hadir di dunia. Secara khusus, hal itu terutama berlaku bagi pada muridnya yang nota bene "lemah". Apalagi mengingat bahwa godaan setan sungguh dahsyat menyerang manusia, khususnya terhadap para muridNya. Barangkali itu sebabnya Yesus mengutus para muridNya berdua-dua. Mengapa harus berdua?

Berpartner dalam membawa misi Yesus menuntut kerjasama, dialog, dan tanggungjawab bersama. Hal itu berlaku untuk setiap orang yang sudah dibaptis. Yesus mengajar para muridNya untuk saling menjaga dan bermisi bersama. Itu sebabnya mereka tidak diutus sendiri-sendiri.

Kisah Injil hari ini mengajak kita orang-orang kristiani untuk mengandalkan partner misi kita. Sebuah tantangan dari Yesus yang tidak ringan. Ia tidak mengajar para murid untuk mengandalkan barang-barang dan makanan, namun mengandalkan para partner mereka. Padahal, sebagaimana sering kita alami, bekerjasama dengan partner lebih sulit daripada mengandalkan barang-barang kebutuhan kita yang lebih mudah tersedia dan dengan setia mengikuti kemauan diri kita masing-masing.

Menjalankan misi Kristus membutuhkan pengorbanan. Mengandalkan partner berarti memperhitungkan sesama manusia untuk bermisi. Otoritas yang kita terima sebagai pembawa misi kita gunakan bersama, bukan sendiri-sendiri. Bahkan dalam misi yang sederhana sekalipun, seperti misalnya mengurus renungan KMKI ini, kita diajak untuk mengandalkan partner kita, sesama manusia, sesama pembawa misi. Kita diundang untuk tidak resah dan khawatir atas apa yang kita perlukan, namun berdialog, berdiskusi, dan berkomitmen bersama.

Mari, kita lihat misi kita masing-masing. Dalam studi, dalam berkeluarga, dalam bekerja, semua membutuhkan sesama dan kita diundang untuk mengandalkan partner kita. Semoga Anda semua diberkati!

 

Salam,

Profil Penulis

romo rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).