piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 16 Desember 2018 - Hari Minggu Adven III

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Luk. 3:10-18

Luk 3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
Luk 3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
Luk 3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
Luk 3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
Luk 3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."
Luk 3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
Luk 3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Luk 3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
Luk 3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Hati Nurani

Sumber : https://img.timesnownews.com/story/1537880985-heart.PNG?d=600x450

Homili:

Karunia Hati Nurani

 

Injil hari ini melanjutkan kisah penampilan Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan bagi para pendengarnya. Rupanya seruan tobat tersebut tidak mudah dimengerti oleh banyak orang. Akibatnya muncullah pernyataan/pertanyaan dalam ayat 10: Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat? Pertanyaan itu menarik!

Ada berbagai sebab atau motivasi orang bertanya mengenai apa yang harus dilakukannya. Kemungkinan pertama adalah orang tersebut memang sungguh tidak tahu apa yang harus dibuatnya. Kemungkinan kedua orang tersebut mencari pertimbangan atau afirmasi orang lain sebelum bertindak. Kemungkinan ketiga adalah melepaskan tanggung-jawab atas keputusan/ tindakannya sendiri karena tidak mau mendengarkan hati nuraninya.

Ingin pertanyaan ini saya ajukan: Menurut Anda, motivasi mana yang mendorong sebagian besar orang-orang itu bertanya kepada Yohanes?" Kira-kira, apa jawaban Anda? Mari kita jawab dalam hati. Berikutnya Anda juga bisa bertanya kepada diri sendiri: "Seringkah saya bertanya kepada orang lain, kepada orang tua, teman, pemimpin, pastor atau siapa pun mengenai apa yang harus saya perbuat? Lantas, apa alasan Anda?

Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa setelah dia akan datang seorang yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dia adalah Yesus. Roh Allah ada pada-Nya. Dia adalah pribadi yang tidak bertanya Apa yang harus aku lakukan?" Dari kedalaman hati nurani-Nya, Yesus mendengarkan suara Ilahi dan mengikuti/ melaksanakannya. Ingat kata Yesus, "Makananku ialah melakukan kehendak Bapa

Yesus, manusia yang diurapi, atau disebut Kristus, menjadi contoh pribadi yang sangat kokoh mendengarkan kedalaman batin-Nya. Yesus, menjadi panutan kita yang disebut KRISTEN (pengikut Kristus Tuhan kita). Memasuki masa Gaudete ini, masa sukacita menyambut Yesus yang datang dalam hidup manusia, mari kita meneladan salah satu karakter-Nya itu. Setidaknya, mari meningkatkan kemauan dan usaha untuk mendengarkan dengan sungguh suara Illahi dalam kedalaman batin kita. Hati nurani, kedalaman batin, adalah anugerah yang sepantasnya tidak disia-siakan. Semoga kita makin bertanggungjawab atas keputusan perbuatan kita.

Dengan penuh sukacita kita berseru: Maranatha! Datanglah Tuhan!

 

Salam,

Profil Penulis

romo rosa.jpg
Pastur Yohanes Berchmans Rosaryanto O.S.C., lahir di Klaten, 11 Oktober 1968. Di samping pendidikan seminari, beliau mengambil kuliah jurusan Filsafat di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan juga pendidikan lanjutan Psychology di Ateneo De Manila Filipina. Dari tahun 2003-2010, beliau aktif sebagai formator para Frater di Bandung. Rutinas lainnya adalah bekerja di Pusat Kajian Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2004-2010. Dan semenjak tahun 2011, beliau berdomisili di Roma, Italia, menjabat sebagai Secretary General Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci).