piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 13 Mei 2018 - Hari Minggu Paskah VII, Hari Minggu Komunikasi Sedunia

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Yoh. 17:11b-19

Yoh 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Yoh 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Yoh 17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Yoh 17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Yoh 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Yoh 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Yoh 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Yoh 17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
Yoh 17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

World Communication Day

Sumber : http://dioceseofcharlottetown.com/world-communications-day-2016/

Homili:

Firman-mu Adalah Kebenaranmembangun Komunikasi Yang Menyelamatkan

Cara Tuhan berkomunikasi dengan manusia adalah sangat personal yaitu Tuhan menjadi manusia dan tinggal diantara kita agar kita semua selamat. - Romo Antonius Danang Bramasti SJ

 

Teman-teman yang terkasih,Hari Minggu ini adalah hari minggu Komunikasi Sedunia. Apa maknanya bagi kita semua?Saya tidak akan biacara soal apakah komunikasi itu tetapi lebih pada cara kita berkomunikasi.Bagaimana komunikasi kita dengan sesama, alam, dan tentu Tuhan?Kita mulai dari bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia. Dalam Injil tertulis:Firman-Mu adalah kebenaran. Artinya, apa yang dikatakan Tuhan kepada manusia adalahtentang kebenaran dan kebenaran ini menyangkut soal keselematan. Siapa yangmelaksanakan friman Tuhan akan selamat. Pertanyaan berikut adalah apakah firman Tuhanitu yang membuat kita selamat? Firman Tuhan tidak hanya kata-kata namun mewujud dalamdiri Yesus. Firman telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita.Cara Tuhan berkomunikasi dengan manusia adalah sangat personal yaitu Tuhan menjadimanusia dan tinggal diantara kita agar kita semua selamat.Teman-teman yang terkasih,Mari kita lihat lebih dalam bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan manusia. Tuhanmenyapa manusia dengan rencana yang berkelanjutan. Pertama, Tuhan menyapa manusiadengan hadir ke dunia sebagai manusia, sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, dalam diriYesus. Kedua, Yesus mengajarkan jalan keselamatan, baik dengan kata-kata maupunketeladanan. Ketiga, menghadirkan Roh Kudus untuk menuntun jalan umat manusia menujukeselamatan. Keempat, membangun komunitas orang beriman untuk terus menghadirkancinta Tuhan di dunia ini.Dengan adanya komunitas orang beriman ini maka komunikasi Tuhan terus menerusberkesinambungan. Kita adalah rekan kerja Allah yang diutus untuk menjalankan karyakeselamatan Tuhan di dunia ini. Dengan demikian kita juga mengkomunikasikan kepadasesama kita, apa yang telah Tuhan ajarkan kepada kita. Itulah tugas perutusan kita yangutama. Bagaimana kta melaksanakan tugas itu?Teman-teman yang terkasih,Seperti halnya Yesus yang melaksanakan tugas perutusan dari Allah Bapa dalam hidupsehari-hari maka kita juga melaksanakan tugas perutusan kita dalam hidup kita sehari-hari.Kita menghadirkan wajah Allah di dunia ini dalam hidup kita sehari-hari, itulah firmankebenaran yang harus kita laksanakan. Dengan demikian, itulah cara kita berkomunikasidengan sesama yaitu menghadirkan wajah Allah di dunia ini dalam hidup kita sehari-hari.Prosedur yang kita jalanipun sama dengan apa yang telah dilakukan Allah kepada kita.Seperti halnya Allah yang hadir pada umat manusia maka kitapun juga hadir dalam sesamakita. Kegagalan dalam komunikasi tingkat pertama ini adalah ketidak-pedulian, kita tidakmau hadir pada sesama alias tidak peduli. Allah peduli dan mau hadir bersama manusia,itulah cara Allah berkomuikasi dengan manusia.Kedua, setelah kita peduli pada sesama kita lalu kita menghadirkan wajah Allah melalui kata-kata dan tindakan kita. Kegagalan komunikasi tingkat kedua ini adalah ketika kata-kata kitamenyakiti orang lain, tindakan kita tidak dapat diteladani, dan itu artinya kita menghancurkankehidupan.Ketiga, Allah mengutus Roh Kudus yang memberi roh pengharapan dan kasih pada manusiamaka kitapun juga membawa roh pengharapan pada hidup yang lebih baik dan kasih padasesama kita. Kegagalan komunikasi tingkat ketiga ini adalah ketika kita tidak dapatmengampuni, membenci bahkan dendam dan pada akhirnya membawa suasana putus asa atautanpa harapan.Nah teman-teman yang terkasih,Cara kita berkomunikasi dapat diringkas demikian: kita menghadirkan wajah Allah di duniaini dengan peduli pada sesama melalui tutur kata dan tindakan kita yang penuh kasihsehingga sesama kita memiliki harapan akan hidup yang lebih baik. Lawan dari itu adalahmenghadirkan roh jahat di dunia ini dengan tidak peduli pada sesama melalui tutur kata dantindakan yang penuh kebencian dan pada akhirnya membawa konflik berkepanjangan yangmembuat sesama putus asa akan hari depan yang lebih baik.Menghadirkan wajah Allah dalam bahasa sosiologis dapat dikatakan sebagai menghadirkanbudaya kehidupan, lawan dari budaya kematian.Teman-teman terkasih,Pada hari minggu dan Senin kemarin telah terjadi teror bom yang menewaskan 25 orang(sampai berita terakhir). Ini contoh budaya kematian. Peristiwa itu kita lawan denganmenghadirkan budaya kehidupan, yaitu pengampunan.Dalam hidup kita sehari-hari kita dapat senantiasa menghadirkan budaya kehidupan yaitujujur, kerja keras, dan disiplin dalam belajar. Disiplin dan jujur dalam tindakan, lemah lembutdalam tutur kata. Siapapun yang berjumpa dengan kita hendaknya merasakan kedamaian.Dimanapun kehadiran kita hendaknya membawa perdamaian dan harapan akan hari esokyang lebih baik.Hal berkomunikasi tidak hanya pada sesama manusia tetapi juga pada sesama ciptaan Tuhanseperti alam raya ini, tumbuhan, hewan, air, udara, dan tanah. Dengan pola yang sama kitaberkomunikasi dengan sesama ciptaan lain.St. Fransiskus Asisi senantiasa menyapa alam ciptaan dengan kata saudara atau saudarikepada hewan-hewan bahkan saudara matahari dan saudari bulan. Sapaan seperti itumemperlihatkan adanya kedekatan dengan sesama ciptaan. Konon, St. Fransiskus seringberkotbah dihadapan burung-burung dan ikan-ikan.Menyapa alam ciptaan berarti juga peduli pada mereka. Menyapa dengan cara memeliharaalam ciptaan, itu adalah cara kita berkomunikasi dengan sesama alam ciptaan. Hal itu jugaberarti kita memberi harapan akan masa depan yang lebih cerah.Akhir kata, teman-teman yang terkasih,Marilah kita berkomunikasi dengan sesama ciptaan, seperti manusia, hewan, tanah, air, danudara dengan baik dan penuh kasih agar kita semua memiliki harapan masa depan yang lebihdan kita semua diselamatkan.

 

Salam,

Profil Penulis

romo danang.jpg
Antonius Padua Danang Bramasti SJ

Pastor rekan paroki St. Antonius Kota Baru, Yogyakarta.

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.