piwik analytics

Google+ Twitter Facebook YouTube News Feed Mailing List

Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia
Image1\

BROT Minggu, 9 Desember 2018 - Hari Minggu Adven II

brot logo v1.png

Bacaan Injil: Luk. 3:1-6

Luk 3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
Luk 3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
Luk 3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
Luk 3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Luk 3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
Luk 3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/kalender.php

 

Allah Hadir

Sumber : https://sangsabda.wordpress.com/tag/tuhan-allah-datang-dengan-kekuatan/

Homili:

Allah Hadir Dalam Sejarah Hidupku

 

Saudari-saudara, rekan-rekan mudaku!

Masih segar di ingatan saya perdebatan tentang novel fiksi yang menjadi referensi pidato seorang politikus di tanah air. Dan sebagai pembenaran ada pendukungnya yang membandingkan kesahihan pengutipan kisah fiksi sebagaimana dilakukan pemuka-pemuka agama dari kitab suci mereka.

Pertanyaan tentang historisitas (kebenaran faktual) tentang pribadi Yesus dari Nazaret yang diklaim sebagai Kristus oleh pengikut-pengikutNya rupanya sudah menjadi pekerjaan rumah Penginjil Lukas. Latar belakangnya yang seorang dokter, tergelitik untuk memberikan penjelasan ilmiah kronologis tentang diri Yesus. Makanya di awal pemberitaannya tentang kisah kelahiran Yesus, dia menuliskan sinkronisasi waktu-waktu kelahiran Yesus dengan sejarah dunia yang dicatat oleh arsip-arsip kekaisaran romawi.

Patut dimengerti bahwa jemaat Lukas adaah jemaat yang tinggal jauh dari Yerusalem-Palestina. Zaman dulu juga belum ada media sosial yang bisa cepat menghadirkan kejadian-kejadian di belahan-belahan bumi lain di hadapan mata kita. Lukas merasa perlu meletakkan pondasi pemahaman jemaatnya pada konteks waktu yang kokoh.

Semakin jauh dari kejadian aslinya membuat manusia zaman ini juga mulai aktif mempertanyakan kebenaran pesan-pesan suci nabi-nabi. Dan lebih banyak lagi yang mempertanyakan nyambungnya pesan-pesan itu dengan problem-problem yang muncul zaman ini. Jadilah gagap religi“ abad ini. Mereka meragukan bahwa pesan-pesan indah, kisah-kisah indah keberhasilan tokoh-tokoh iman menghadirkan Allah di tengah pergulatan hidup mereka akan berlaku juga untuk mereka. Mereka merasa „tips n tricks-nya orang-orang di kitab suci tidak berfungsi lagi untuk rumitnya modernisasi.

Justru di tengah derasnya kritik atas aktualitas pesan Injil, bacaan Misa hari minggu Advent kedua ini hadir memberi kesegaran dan penegasan dalam ayatnya yang terakhir. Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan“. Lukas menegaskan alamat pesannya ke „semua orang. Artinya Lukas tidak membatasi kelompok tertentu berdasar lokasi maupun waktu hidupnya. Tentu sejarah harus dimulai dari satu titik tertentu dalam kronologi. Tetapi dampaknya bisa selalu aktual dalam berbagai zaman dan generasi, karena tema yang pokok adalah tindakan penyelamatan oleh Allah, bukan jurnal budaya manusia-manusia dalam kisah kitab suci.

Titik permenungan berikutnya adalah pada kata melihat“. Melihat mengandaikan orang perlu membuka mata. Entah lebar entah sipit, mata hati kita harus dibuka untuk mampu mengakui dan mengamini bahwa masalah-masalah hidupku masih bisa dijangkau dan diatasi Allah melampaui segala bentuk perkembangan kompleksitas dan modernisitasnya. Kita perlu memangkas „bukit-bukit“ kesombongan hati kita, yang menghalangi kita menerima kebenaran bahwa Allah mampu bekerja mengatasi persoalan kita. Kita harus menimbun „lekuk-lekuk trauma dan kegagalan masa lalu dengan keyakinan baru bahwa halaman-halaman baru buku sejarah hidup kita masih kosong dan menunggu kita menorehkan kebaikan dan keberhasilan buah usaha dan kerja keras kita.

Selamat menjalani permenungan-permenungan Advent. Tuhan menyertai selalu dalam pergulatan hidupmu. Amin.

 

Salam,

Profil Penulis

romo bimo.jpg
Yohanes Bimo Ari Wibowo, MSF; lahir di Jepara, Jawa Tengah. Sejak tahun 1998 menjadi anggota Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dengan memasuki Novisiat MSF di Salatiga. Ditahbiskan imam pada tahun 2008, di Yogyakarta. Melayani 3 tahun di Paroki St. Jusup, Pati, Keuskupan Agung Semarang. Sejak tahun 2012 diutus berkarya di Jerman. Saat ini melayani di Paroki Maria Himmelfahrt, Dietramszell, Bayern.